EtIndonesia. Pada zaman Romawi Kuno, seorang peramal pernah membuat sebuah simpul yang sangat rumit di sebuah kota, lalu menyampaikan sebuah ramalan: Siapa pun yang mampu membuka simpul ini, kelak akan menjadi penguasa Asia.
Selama bertahun-tahun, banyak orang dengan penuh keberanian mencoba memecahkan simpul tersebut. Namun, tak satu pun berhasil. Simpul itu tetap tak terurai, seolah menantang siapa pun yang mendekatinya.
Suatu ketika, Alexander Agung, yang saat itu masih menjabat sebagai jenderal Makedonia, mendengar ramalan tentang simpul misterius tersebut. Ketika pasukannya sedang ditempatkan di kota itu, dia pun memutuskan untuk mencoba membuka simpul tersebut.
Berbulan-bulan lamanya Alexander mencoba berbagai cara. Dia mengerahkan kecerdasan, kesabaran, dan kekuatan pikirannya. Namun, semua usaha itu tetap berakhir dengan kegagalan. Dia pun menjadi semakin kesal dan frustrasi.
Suatu hari, setelah kembali gagal memecahkan simpul itu, Alexander berkata dengan penuh amarah: “Aku tidak ingin melihat simpul ini lagi!”
Saat dia memaksa dirinya mengalihkan perhatian dan berhenti memikirkan simpul tersebut, tiba-tiba sebuah ide melintas di benaknya. Dia segera mencabut pedang yang tergantung di pinggangnya, lalu dengan satu tebasan kuat, dia memotong simpul itu menjadi dua bagian.
Simpul pun terbuka.
Renungan / Hikmah Cerita
Pola pikir yang terbiasa dan kaku sering kali justru menjadi penghalang terbesar. Karena itulah, sekarang kita sering mendengar pentingnya berpikir terbalik atau berpikir di luar kebiasaan.
Beranilah melompat keluar dari jerat pola pikir lama dan membuka simpul di dalam hati. Setelah itu, kita akan menyadari bahwa banyak persoalan sebenarnya tidak sesulit yang terlihat atau yang kita bayangkan.
Bersikaplah lebih positif dan terbuka—ketika pikiran berubah, jalan pun akan terbuka dengan sendirinya.(jhn/yn)


