Mobil Seharga Dua Dolar yang Hilang

EtIndonesia. Rosen bekerja sebagai pemain saksofon di sebuah klub malam. Penghasilannya tidak tinggi, tetapi dia selalu ceria dan menghadapi segala sesuatu dengan sikap yang optimistis. 

Dia sering berkata: “Matahari terbenam, lalu terbit lagi, kemudian terbenam lagi. Begitulah kehidupan.”

Rosen sangat menyukai mobil. Namun, dengan penghasilannya, membeli mobil jelas mustahil.

Setiap kali berkumpul bersama teman-temannya, dia selalu berkata : “Andai saja aku punya sebuah mobil.”

Matanya selalu memancarkan kerinduan yang mendalam.

Ada yang bercanda kepadanya: “Coba beli lotre saja. Kalau menang, kamu bisa beli mobil!”

Akhirnya, dia pun membeli tiket lotre seharga dua dolar. Seolah-olah Tuhan memberinya keberuntungan, Rosen benar-benar memenangkan hadiah besar hanya dengan tiket dua dolar itu.

Impian Rosen akhirnya terwujud. Dia membeli sebuah mobil dan setiap hari mengendarainya untuk berkeliling. Dia jadi jarang datang ke klub malam. Orang-orang sering melihatnya bersiul riang saat melaju di jalanan yang rindang, dengan mobil yang selalu bersih mengilap tanpa setitik debu.

Namun suatu hari, Rosen memarkir mobilnya di bawah gedung. Setengah jam kemudian, ketika dia turun kembali, mobil itu sudah lenyap—dicuri orang.

Teman-tamannya yang mendengar kabar itu tahu betapa Rosen sangat mencintai mobilnya. Mobil seharga puluhan ribu dolar itu hilang, mereka khawatir dia tak sanggup menerima pukulan tersebut. 

Mereka pun datang untuk menghiburnya :  “Rosen, mobilmu hilang. Jangan terlalu sedih, ya.”

Rosen justru tertawa terbahak-bahak dan berkata: “Hei, kenapa aku harus sedih?”

Teman-temannya saling berpandangan dengan wajah bingung.

Lalu Rosen bertanya: “Kalau salah satu dari kalian tidak sengaja kehilangan dua dolar, apakah kalian akan bersedih?”

“Tentu tidak!” jawab mereka serempak.

“Nah, itu dia,” Rosen tersenyum. “Yang hilang dariku juga cuma dua dolar.”

Renungan / Hikmah Cerita

Bagi kebanyakan orang, kehilangan mobil adalah kerugian besar—menangis pun terasa wajar. Namun tokoh dalam cerita ini melihatnya dari sudut pandang yang berbeda: baginya, harga mobil itu sebenarnya hanya dua dolar, karena hanya sebesar itulah modal yang dia keluarkan.

Mengubah sudut pandang dapat menghadirkan kebahagiaan. Singkirkan emosi negatif dalam hidup, dan milikilah hati yang cukup lapang untuk menampung kegagalan, kekecewaan, serta berbagai masalah yang datang silih berganti.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine