Standar Seorang Malaikat

EtIndonesia. Dua malaikat yang sedang melakukan perjalanan singgah untuk bermalam di rumah sebuah keluarga kaya. Namun, keluarga itu tidak bersikap ramah. Mereka menolak memberi para malaikat kamar tamu yang nyaman, dan justru menyuruh mereka tidur di sudut ruang bawah tanah yang dingin dan keras.

Saat para malaikat menggelar alas tidur di lantai yang kaku, malaikat yang lebih tua melihat sebuah lubang di dinding. Dia pun memperbaikinya begitu saja. Melihat hal itu, malaikat yang lebih muda bertanya dengan heran, mengapa dia melakukan hal tersebut. 

Sang malaikat tua hanya menjawab dengan tenang: “Ada banyak hal di dunia ini yang tidak seperti apa yang terlihat di permukaannya.”

Malam berikutnya, mereka kembali singgah di rumah seorang petani yang sangat miskin. Berbeda dengan keluarga kaya sebelumnya, pasangan suami istri ini menyambut mereka dengan penuh kehangatan. Mereka berbagi sedikit makanan yang mereka miliki, bahkan rela menyerahkan tempat tidur mereka sendiri agar kedua malaikat bisa beristirahat dengan nyaman.

Namun keesokan paginya, kedua malaikat mendapati sang petani dan istrinya menangis tersedu-sedu. Seekor sapi perah mereka mati di ladang—padahal susu dari sapi itulah satu-satunya sumber penghasilan mereka. Malaikat tua itu hanya diam tanpa melakukan tindakan apa pun.

Malaikat muda pun sangat marah. 

Dia mempertanyakan keputusan malaikat tua: “Keluarga pertama punya segalanya, tapi kamu malah membantu mereka menutup lubang di dinding. Keluarga kedua ini begitu miskin, tetapi masih mau berbagi apa yang mereka punya. Mengapa kamu membiarkan sapi mereka mati?”

Malaikat tua menjawab dengan suara lembut: “Ada banyak hal yang tidak seperti apa yang terlihat di permukaannya.”

Dia melanjutkan penjelasannya: “Saat kita bermalam di ruang bawah tanah rumah keluarga kaya itu, aku melihat lubang di dinding tersebut menyembunyikan tumpukan emas. Karena pemilik rumah dikuasai keserakahan dan tidak mau berbagi kekayaannya, aku menutup lubang itu agar dia tidak pernah menemukan emas tersebut.”

“Malam tadi, ketika kita tidur di rumah petani, malaikat maut datang untuk menjemput nyawa istri petani itu. Aku membiarkan sapi itu menggantikannya. Karena itulah, ada banyak hal yang tidak seperti apa yang terlihat.”

Hikmah Cerita

Para bijak sering mengajarkan kita untuk tidak menilai sesuatu hanya dari apa yang tampak di luar, melainkan memahami hakikat yang tersembunyi di baliknya. Tidak semua peristiwa terlihat sesuai dengan kenyataan sebenarnya.

Seperti pepatah lama mengatakan: Sesuatu yang awalnya tampak sebagai musibah, bisa jadi justru membawa berkah di kemudian hari.

Jika kamu memiliki keyakinan, maka percayalah bahwa setiap kebaikan dan pengorbanan pasti akan mendapat balasan. Hanya saja, terkadang kita baru menyadarinya setelah waktu berlalu.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine