Melangkah Menuju Podium

EtIndonesia. Amerika Serikat pernah memiliki seorang presiden bernama Franklin D. Roosevelt. Saat masih menjabat sebagai senator, dia dikenal luas karena penampilannya yang menawan, kecerdasannya yang luar biasa, serta kharismanya yang membuat rakyat mencintainya.

Suatu hari, ketika sedang berlibur di kawasan Karibia, sebuah musibah tiba-tiba menimpanya. Saat berenang, dia mendadak merasakan kakinya mati rasa dan tak bisa digerakkan sama sekali. Beruntung, teman-temannya segera menolongnya sehingga dia terhindar dari tragedi fatal.

Setelah diperiksa oleh dokter, Roosevelt didiagnosis menderita polio (penyakit lumpuh).

Dokter berkata kepadanya dengan nada serius: “Anda mungkin akan kehilangan kemampuan untuk berjalan.”

Roosevelt menjawab dengan tegas: “Saya masih akan berjalan. Saya akan berjalan menuju Gedung Putih.”

Ketika pertama kali mencalonkan diri sebagai presiden, dia berkata kepada tim kampanyenya: “Siapkan sebuah mimbar yang besar untuk saya. Saya ingin seluruh pemilih melihat bahwa saya—seorang penderita kelumpuhan—tetap bisa berjalan ke depan untuk berpidato, tanpa menggunakan tongkat apa pun.”

Pada hari itu, Roosevelt mengenakan setelan jas yang rapi. Wajahnya memancarkan keyakinan penuh. Dari balik panggung, dia melangkah perlahan menuju mimbar. Setiap langkah kakinya menggema—dan setiap bunyi langkah itu membuat rakyat Amerika merasakan dengan jelas kekuatan tekad dan keyakinannya yang tak tergoyahkan.

Kelak, Roosevelt mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai satu-satunya presiden Amerika Serikat yang terpilih kembali hingga empat masa jabatan.

Hikmah Cerita

Keberhasilan dalam banyak hal, pada hakikatnya, bertumpu pada kemauan yang tak kenal menyerah dan keyakinan yang mutlak.

Orang yang selalu membatasi dirinya karena kekurangan tertentu sesungguhnya sedang bersikap tidak bijak. Itu hanyalah alasan untuk menutupi ketakutan akan kegagalan.

Hidup pada dasarnya adalah sebuah tantangan. Sekalipun kita memiliki berbagai keterbatasan, selama kita tidak menyerah dan terus berusaha membuktikan kemampuan diri, kesuksesan pasti bisa diraih.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine