Kesempatan Tidak Menunggu Siapa Pun

EtIndonesia. Apakah kamu sering mengeluh karena merasa tidak pernah mendapatkan kesempatan yang baik?

Sesungguhnya, kesempatan ada di mana-mana. Hanya saja, sering kali kita tidak benar-benar menggenggamnya. Yang perlu kita lakukan adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin, lalu menunggu saat kesempatan itu datang. Jika tidak, yang tersisa hanyalah penyesalan karena melewatkannya.

Suatu ketika, divisi bisnis sebuah perusahaan harus menyiapkan proposal untuk klien. Direktur utama meminta para staf terkait untuk melakukan persiapan, dan sebelum bertemu klien, mereka diminta berlatih presentasi terlebih dahulu di internal perusahaan.

Karena presentasi ini dianggap “tidak resmi”, sebagian besar karyawan bersikap santai. Mereka tidak menyiapkan materi dengan sungguh-sungguh. Hanya Xiao Wang yang memperlakukan latihan ini seolah-olah sedang benar-benar mengajukan proposal kepada klien. Dia menyiapkan setiap dokumen dengan teliti, cermat, dan penuh keseriusan.

Tanpa disadari, semua sikap dan perilaku ini diam-diam diamati oleh sang direktur utama.

Setelah sesi presentasi selesai, direktur utama mengambil keputusan penting: Xiao Wang dipromosikan menjadi wakil manajer, dan proyek tersebut pun dipercayakan kepadanya—yang kemudian berhasil dia selesaikan dengan sangat baik.

Kesempatan tidak jatuh dari langit. Kesempatan juga tidak perlu ditunggu dengan pasif. Kesempatan bahkan tidak harus dicari-cari dengan kebingungan.

Kesempatan adalah sesuatu yang harus kita ciptakan sendiri dengan segenap usaha.

Kita perlu berusaha sekuat tenaga, seperti seorang nelayan yang menebarkan jala ke laut—dengan ketekunan, kesabaran, dan keyakinan. Cepat atau lambat, akan tiba hari ketika kita pulang dengan tangkapan yang melimpah.

Seperti kata penyair Romawi kuno Ovid: “Kesempatan ada di mana-mana, bahkan di tempat yang kamu anggap mustahil.” (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine