EtIndonesia. Sekelompok wisatawan sedang mengunjungi sebuah pabrik lateks. Ketika mereka melewati bagian produksi dot bayi, terdengar suara mesin yang mula-mula berbunyi “sss…”, lalu disusul “pop”, dan sebuah dot bayi pun jatuh keluar.
Seorang teknisi di samping mereka menjelaskan: “Ketika mesin mengeluarkan suara ‘sss…’, itu berarti mesin sedang menyuntikkan lateks ke dalam cetakan dot. Sedangkan suara ‘pop’ di akhir proses adalah saat mesin melubangi dot tersebut.”
Kemudian rombongan melanjutkan kunjungan ke bagian produksi kondom. Di sana mereka kembali mendengar suara “sss…”, hanya saja bedanya, setelah beberapa kali suara “sss…”, barulah terdengar satu kali “pop”.
Para pengunjung pun penasaran dan bertanya: “Kalau suara ‘sss…’ kami mengerti. Tapi kenapa dalam pembuatan kondom juga ada suara ‘pop’?”
Teknisi itu menjelaskan, “Karena mesin akan melubangi satu dari setiap lima kondom yang diproduksi.”
Para wisatawan terkejut dan bertanya lagi, “Hah?! Bukankah cara seperti ini justru merugikan produk kondom kalian?”
Teknisi itu tersenyum lalu menjawab, “Memang, ini tidak menguntungkan bagi penjualan kondom. Tapi justru sangat menguntungkan bagi penjualan dot bayi.”
Renungan Redaksi
Agar sebuah perusahaan bisa bertahan dan berkembang dalam jangka panjang, inovasi adalah keharusan. Kuncinya terletak pada bagaimana memanfaatkan sumber daya yang sudah ada untuk menciptakan sumber daya baru—dan bagaimana sumber daya baru itu kembali memberi nilai tambah pada yang lama.
Seperti pabrik lateks ini: mereka memanfaatkan tingkat cacat produksi kondom untuk mendorong penjualan dot dan botol bayi.Dan ketika bayi-bayi itu tumbuh dewasa, mereka pada akhirnya akan kembali menjadi pasar bagi produk kondom.
Benar juga pepatah itu: “Tak ada pedagang tanpa kelicikan.”(jhn/yn)


