Perang Informasi Dimulai: TV Nasional Iran Diretas di Tengah Ancaman Perang

EtIndonesia. Ketegangan politik di Iran kembali meningkat tajam setelah para aktivis oposisi dilaporkan berhasil meretas sistem satelit penyiaran nasional Iran dan untuk sementara mengambil alih siaran televisi serta radio pemerintah pada Minggu malam waktu setempat.

Peretasan Siaran Nasional: Seruan Terbuka untuk Bangkit

Menurut laporan yang beredar luas di media sosial dan dikonfirmasi oleh berbagai sumber oposisi, gangguan siaran terjadi sekitar pukul 21.30 waktu Teheran, ketika sejumlah saluran televisi dan radio nasional tiba-tiba terputus dari siaran normal.

Dalam jeda siaran tersebut, pemirsa di berbagai wilayah Iran menyaksikan:

  • Video protes nasional
  • Slogan monarki “Javid Shah” (Hidup Raja)
  • Serta pidato dari Putra Mahkota Iran di pengasingan, Reza Pahlavi

Dalam pidatonya, Reza Pahlavi secara tegas:

  • Menyerukan rakyat Iran untuk bangkit melawan rezim yang ia sebut brutal
  • Mendesak aparat keamanan dan militer agar berpihak kepada rakyat
  • Menyatakan bahwa rezim Teheran telah kehilangan legitimasi moral dan politik

Sekitar 10 menit kemudian, siaran televisi dan radio kembali normal.

Internet Diputus, Sensor Ditembus

Peristiwa ini dinilai sangat signifikan, mengingat sejak 8 Januari 2026, pemerintah Iran telah memutus akses internet nasional sebagai bagian dari upaya menekan arus informasi dan koordinasi demonstrasi.

Tim Reza Pahlavi menyatakan bahwa:

  • Rekaman pidato tersebut diambil langsung dari sistem penyiaran internal Iran
  • Video berhasil didistribusikan ke seluruh negeri, meski di tengah sensor ketat
  • Keberhasilan ini menunjukkan bahwa barikade informasi rezim mulai jebol

Sejumlah tokoh oposisi menyebut peretasan ini sebagai pukulan telak terhadap kendali informasi pemerintah dan simbol bahwa demonstran mulai menembus sistem pertahanan digital rezim.


Reaksi Resmi Pemerintah Iran

Pada 18 Januari 2026, kantor berita AFP melaporkan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian menulis di platform X bahwa: “Serangan terhadap pemimpin agung negara kami sama artinya dengan deklarasi perang total terhadap bangsa Iran.”

Sementara itu, pada hari Minggu yang sama, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei menyampaikan pidato nasional, menuding bahwa:

  • Musuh asing berada di balik eskalasi kerusuhan
  • Tujuan mereka adalah menghancurkan Republik Islam Iran dari dalam

Tekanan dari Washington: Trump Serukan Perubahan Kepemimpinan

Di sisi lain, tekanan internasional terhadap Teheran terus meningkat. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya secara terbuka menyatakan bahwa Iran sudah saatnya mencari pemimpin baru.

Dalam wawancara eksklusif dengan Politico, Trump:

  • Menyebut Ali Khamenei sebagai “orang sakit yang menghancurkan negaranya sendiri”
  • Menunjukkan sikap permusuhan terbuka terhadap kepemimpinan Teheran
  • Menandai retaknya hubungan AS–Iran ke titik paling ekstrem dalam beberapa dekade terakhir

Tuduhan Pelanggaran HAM: Korban Tewas hingga Puluhan Ribu?

Lembaga hak asasi manusia Iran mengungkapkan bahwa berdasarkan sumber internal eksklusif, jumlah korban tewas akibat penindasan demonstrasi diperkirakan mencapai:

  • Sekitar 12.000 orang,
  • Bahkan hingga 16.300 jiwa menurut sejumlah estimasi nonresmi.

Namun demikian, angka ini belum dapat diverifikasi secara independen oleh organisasi HAM internasional, termasuk Amnesty International.

Lebih mengkhawatirkan lagi, beredar laporan bahwa:

  • Pasukan keamanan Iran diduga menggunakan senjata kimia beracun
  • Beberapa korban meninggal beberapa hari setelah terpapar zat kimia
  • Dugaan ini masih dalam tahap investigasi dan belum dikonfirmasi secara internasional

Ancaman Hukuman Mati Kembali Menguat

Sebelumnya, pemerintah Iran sempat menunda rencana eksekusi terhadap sekitar 800 tahanan. Namun pada Minggu yang sama, juru bicara kehakiman Iran, Jahangir, menyatakan dalam konferensi pers bahwa:

  • Sejumlah tindakan kini dikategorikan sebagai “permusuhan terhadap Tuhan”
  • Dakwaan ini merupakan salah satu pasal terberat dalam hukum Islam Iran
  • Hukuman maksimalnya adalah hukuman mati

Pengamat menilai pernyataan ini sebagai sinyal kuat bahwa eksekusi massal masih berpotensi dilanjutkan.


Pengerahan Militer AS dan Sinyal Perang

Pada hari yang sama, mantan Duta Besar AS untuk Israel, Dan Shapiro, menghebohkan publik dengan prediksi bahwa:

  • Trump mungkin memerintahkan operasi “pemenggalan kepala” terhadap Khamenei dalam beberapa hari ke depan

Namun para analis memperingatkan bahwa:

  • Meski Khamenei (86 tahun) disingkirkan, rezim Iran tidak serta-merta runtuh
  • Justru berpotensi diambil alih sepenuhnya oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)
  • Yang dapat berujung pada pemerintahan militer penuh

Sementara itu, militer AS telah mengerahkan:

  • Kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln
  • Kapal perusak USS Spruance dan USS Michael Murphy
  • Dari Laut Tiongkok Selatan menuju Laut Arab, diperkirakan tiba pada 25 Januari 2026

Selain itu:

  • 12 jet tempur F-15E Strike Eagle dari Pangkalan Udara Lakenheath (Inggris)
  • Telah dikerahkan ke Yordania, didukung pesawat pengisian bahan bakar dan transportasi

Pejabat AS menegaskan bahwa langkah ini bersifat pencegahan, untuk melindungi kepentingan sekutu, terutama Israel, dan belum ada otorisasi resmi serangan.


Dua–Tiga Pekan Penentuan

Menurut laporan Axios, keputusan Trump untuk sementara menunda serangan kemungkinan dipengaruhi oleh peringatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menilai Israel belum siap menghadapi serangan balasan Iran.

Analis Axios Mario Nawfal menyoroti bahwa kemunculan jet F-15E di situs pelacakan publik sangat jarang dan terkesan disengaja sebagai sinyal kekuatan terbuka.

Secara umum, para pengamat menilai bahwa:

  • 2–3 minggu ke depan akan menjadi fase krusial
  • Setelah seluruh aset militer AS siap penuh
  • Trump akan dihadapkan pada keputusan strategis terbesar: menyerang Iran atau menahan diri
  • Komando Pusat AS telah diminta menyiapkan dukungan operasi 24 jam selama satu bulan ke depan (***)

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine