JAKARTA — PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk melalui merek XL meluncurkan layanan XL Ultra 5G+ secara serentak di sejumlah kota dan kabupaten di Indonesia pada akhir Januari 2026. Peluncuran ini menandai perluasan jaringan 5G dengan pendekatan blanket coverage, yakni penyediaan jaringan yang menjangkau seluruh area dalam satu wilayah administrasi, bukan terbatas pada titik-titik tertentu.
Berdasarkan keterangan perusahaan, layanan tersebut kini tersedia di 20 kota dan kabupaten, termasuk Jakarta, Medan, Banjarmasin, Depok, Tangerang Selatan, serta sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ekspansi ini melanjutkan penggelaran 5G yang sebelumnya telah dilakukan di 13 daerah lain pada akhir 2025. Dengan demikian, total wilayah yang telah terjangkau layanan 5G XL mencapai 33 kota dan kabupaten.
Presiden Direktur dan CEO XLSMART Rajeev Sethi menyebutkan bahwa penerapan jaringan 5G secara merata menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan data, terutama di kawasan perkotaan yang memiliki kebutuhan trafik tinggi. Pendekatan ini berbeda dengan model awal penggelaran 5G yang umumnya masih bersifat terbatas atau berbasis titik tertentu (spot coverage).
Dari sisi teknologi, XL Ultra 5G+ dirancang untuk menghadirkan kecepatan unduh hingga ratusan megabit per detik dengan latensi yang lebih rendah dibandingkan jaringan generasi sebelumnya. Direktur dan Chief Technology Officer XLSMART Shurish Subbramaniam menjelaskan bahwa jaringan 5G perusahaan dibangun menggunakan spektrum khusus guna menjaga konsistensi kualitas koneksi. Ke depan, pengembangan jaringan akan disesuaikan dengan kesiapan perangkat, regulasi, serta kebutuhan pasar.
Penggelaran 5G secara merata dinilai memiliki potensi dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi pengguna ritel, tetapi juga sektor industri dan layanan publik. Karakteristik 5G yang memiliki latensi rendah dan kapasitas besar membuka peluang penerapan teknologi seperti smart city, otomasi industri, layanan berbasis sensor, hingga penguatan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah.
Dalam konteks adopsi, pelanggan tidak diwajibkan mengganti kartu SIM selama perangkat yang digunakan telah mendukung teknologi 5G. Jaringan akan otomatis terakses saat pengguna berada di wilayah yang telah terjangkau. Model ini dinilai dapat mempercepat adopsi 5G di masyarakat karena tidak memerlukan perubahan teknis yang signifikan di sisi pengguna.
Sebagai bagian dari pengenalan teknologi tersebut kepada publik, XL juga menggelar rangkaian kegiatan berbasis pengalaman, termasuk konser lintas kota yang memanfaatkan koneksi 5G secara real-time. Aktivitas semacam ini mencerminkan upaya operator untuk menunjukkan pemanfaatan 5G dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada layanan hiburan dan interaksi digital.
Saat ini, jaringan XLSMART didukung lebih dari 209 ribu base transceiver station (BTS) yang didominasi jaringan 4G, serta sejumlah BTS 5G yang terintegrasi dengan jaringan serat optik nasional. Infrastruktur tersebut melayani puluhan juta pelanggan di berbagai wilayah Indonesia.
Pengembangan jaringan 5G yang lebih merata diharapkan dapat memperkecil kesenjangan kualitas akses digital antarwilayah, sekaligus menjadi fondasi bagi transformasi digital yang lebih luas di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.


