Tukang Cukur dan Tuhan

EtIndonesia. Suatu hari, seorang pria pergi ke sebuah tempat cukur untuk memotong rambut dan merapikan janggutnya.

Selama proses itu, dia dan sang tukang cukur terlibat dalam percakapan yang menyenangkan. Mereka membahas banyak hal dan berbagai topik.

Ketika pembicaraan akhirnya menyentuh soal Tuhan, sang tukang cukur berkata: “Saya tidak percaya Tuhan itu ada.”

“Mengapa Anda berkata begitu?” tanya sang pelanggan.

Tukang cukur menjawab: “Cukup keluar ke jalan dan lihatlah sendiri, Anda akan sadar bahwa Tuhan tidak ada. Katakan pada saya, jika Tuhan benar-benar ada, mengapa begitu banyak orang yang sakit? Mengapa ada begitu banyak anak yang ditelantarkan? Jika Tuhan ada, seharusnya tidak ada penderitaan dan rasa sakit. Saya tidak bisa membayangkan Tuhan yang penuh kasih membiarkan semua ini terjadi.”

Pelanggan itu terdiam sejenak. Dia tidak menjawab apa pun, karena dia tidak ingin memulai perdebatan.

Setelah selesai mencukur, pelanggan itu pun pergi meninggalkan tempat tersebut. Namun baru saja dia melangkah keluar, dia melihat seorang pria dengan rambut panjang kusut dan janggut lebat, wajahnya kotor dan penampilannya sangat tidak terawat, berdiri di pinggir jalan.

Pelanggan itu berbalik arah, kembali masuk ke tempat cukur, dan berkata kepada sang tukang cukur : “Tahukah Anda? Tukang cukur itu sebenarnya tidak ada.”

Tukang cukur terkejut dan berkata :  “Bagaimana Anda bisa mengatakan begitu? Saya ada di sini! Saya tukang cukur, dan saya baru saja melayani Anda!”

“Tidak!” jawab pelanggan itu. “Tukang cukur tidak ada. Jika tukang cukur benar-benar ada, tidak mungkin ada orang yang membiarkan rambut dan janggutnya panjang, kotor, dan tidak terurus seperti pria yang berdiri di luar itu.”

Sang tukang cukur menghela napas dan berkata : “Ah, tukang cukur tentu saja ada. Masalahnya, orang-orang itu tidak datang kepada saya. Karena itulah keadaannya menjadi seperti itu.”

“Tepat sekali!” kata pelanggan itu dengan mantap. “Itulah intinya. Tuhan juga ada. Namun karena manusia tidak mencari-Nya, tidak mendekat kepada-Nya, dan tidak bersandar kepada-Nya, maka begitu banyak penderitaan dan bencana terjadi di dunia ini.”

“Sahabatku, apakah kamu sudah menemukan Tuhan?”

Semoga Tuhan memberkatimu.

Hikmah Cerita

Cerita hari ini mengingatkan kita pada satu kebenaran sederhana: pertolongan hanya bermakna jika kita mau mendatangi sumber pertolongan itu sendiri.

Tuhan, dewa, atau keyakinan apa pun sering kali menjadi sandaran batin yang memberi manusia kekuatan untuk bangkit dari kesulitan. Namun jika seseorang hanya berdoa setiap hari tanpa pernah mau bergerak dan berusaha, maka keberhasilan akan tetap terasa jauh.

Surga dan neraka sejatinya hanya dipisahkan oleh satu keputusan. Menolong diri sendiri adalah awal dari pertolongan orang lain, dan setelah itu barulah pertolongan Tuhan datang.

Jika bahkan usaha untuk menolong diri sendiri pun tidak mau dilakukan, lalu dari mana pertolongan manusia dan pertolongan Tuhan bisa datang? (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine