Humor yang Mencairkan Kecanggungan

EtIndonesia. Seorang pianis bernama Poch (Transliterasi-red) pernah tampil di Flint, Negara Bagian Michigan, Amerika Serikat. Namun tepat sebelum naik ke panggung, dia baru menyadari bahwa jumlah penonton yang hadir bahkan tidak sampai setengah dari kapasitas gedung.

Dia sangat kecewa. Namun dia tahu, kekecewaan tidak boleh memengaruhi kualitas pertunjukan.

Maka dia melangkah ke tepi panggung, menundukkan badan memberi hormat kepada penonton, lalu berkata: “Kota Flint ini pasti sangat kaya!”

Para penonton terkejut dan saling menatap, penasaran.

Setelah berhenti sejenak, dia melanjutkan dengan tenang: “Karena saya melihat setiap orang di sini membeli tiket untuk tiga kursi sekaligus!”

Penonton pun meledak dalam tawa. Suasana yang semula canggung langsung mencair. Poch pun berhasil mengatasi rasa kecewanya dan memainkan konser dengan sukses.

Ada pula seorang pendengki yang pernah menulis surat kepada Ernest Hemingway:

“Saya tahu nilai tulisan Anda sangat mahal, bahkan satu kata bernilai ribuan dolar. Saya kirimkan satu dolar. Tolong kirimkan satu contoh karya Anda.”

Hemingway menerima uang satu dolar itu, lalu membalas dengan satu kata saja: “Terima kasih.”

Ketika humor menjadi sebuah sikap, dia akan memiliki kekuatan. Humor adalah kebijaksanaan dalam bersikap— dia mampu membantu seseorang mencairkan krisis, menghadapi situasi memalukan, dan memandang hidup dengan hati yang lebih ringan, luas, dan penuh toleransi.

Renungan

Dalam masyarakat yang serba cepat dan berubah-ubah,manusia hampir tak terelakkan akan menghadapi situasi canggung. Saat berhadapan dengan kecanggungan, biasanya lahirlah tiga tipe manusia:

  1. Tipe pertama
    Karena merasa kehilangan muka, dia tersinggung dan meluapkan amarah, bahkan memicu konflik.
  2. Tipe kedua
    Meski merasa malu dan tidak nyaman, dia menahan emosi, menjaga sikap, dan tetap tersenyum sopan.
  3. Tipe ketiga
    Dia dengan ringan mengubah kecanggungan menjadi peluang, mengubah krisis menjadi momen elegan, dan membuat orang lain mengagumi kecerdasan serta kelapangan hatinya.

Di antara ketiga tipe itu, aku berusaha agar tidak menjadi tipe pertama, berlatih sungguh-sungguh menjadi tipe kedua, dan melalui pembelajaran serta pertumbuhan diri, perlahan-lahan melangkah menuju tipe ketiga.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Chemistry Tumbuh dari Kedekatan: Mengapa Kencan Tatap Muka Masih Tak Tergantikan di Era Digital

Di era ketika lebih dari setengah lajang berusia di bawah 30 tahun menggunakan aplikasi kencan, berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan digital terhadap percintaan mungkin...

Mengapa Introvert dan Ekstrovert Sama-Sama Berperan Penting dengan Kekuatan Mereka yang Unik

Cara sistem saraf kita merespons lingkungan sosial mencerminkan lebih dari sekadar kepribadian. Oleh Sarah Campise Hallier Dua orang teman memasuki sebuah bar karaoke. Yang satu langsung...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine