Rakyat Iran turun ke jalan di berbagai penjuru negeri, meluapkan kegembiraan atas kematian Ali Khamenei
EtIndonesia. Video-video yang beredar dari Iran memperlihatkan warga di berbagai kota merayakan di jalanan setelah pemimpin Republik Islam, Ali Khamenei, tewas dalam serangan di tengah operasi militer gabungan Amerika Serikat–Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Salah satu video dari kota Abdanan di wilayah barat menunjukkan orang-orang menjulurkan tubuh dari jendela mobil sambil mengacungkan tanda kemenangan. Perekam video terdengar berkata, “Selamat atas kebebasan kita,” seraya menambahkan bahwa ia tak mampu menyembunyikan luapan kegembiraannya atas kematian Khamenei.

Ali Khamenei memimpin Republik Islam Iran sejak 1989, setelah meninggalnya pendiri rezim tersebut, Ruhollah Khomeini. Rezim teokrasi itu dikenal sebagai salah satu yang paling represif, serta bersekutu dengan rezim-rezim otoriter lain seperti Tiongkok, menindak keras para pembangkang melalui pemenjaraan hingga eksekusi.
Dalam gelombang pemberontakan besar terakhir pada Desember dan Januari, rezim Khamenei melakukan penindasan brutal untuk membungkam gerakan tersebut, menewaskan lebih dari 32.000 orang, menurut angka yang dikutip oleh Presiden AS Donald Trump.

Video lain dari Karaj, barat laut Teheran, memperlihatkan warga turun ke jalan sambil menari diiringi musik dan bersorak lantang. Beberapa rekaman menunjukkan orang-orang berkeliling dengan mobil sambil terus-menerus membunyikan klakson dan bersiul.
Rekaman lain dari Lapuee, dekat kota Shiraz di barat daya, menunjukkan warga berkumpul di rumah salah satu pemuda demonstran yang tewas dalam penindasan baru-baru ini, merayakan setelah kabar kematian Khamenei tersebar.
Dalam video lain dari Galehdar, lebih jauh ke selatan dari Shiraz, terlihat orang-orang merayakan di sebuah alun-alun dengan api unggun menyala di latar belakang. Perekam video berseru, “Apakah aku sedang bermimpi? Halo dunia baru!”
Akses internet dan layanan telepon diputus atau sangat dibatasi di banyak wilayah Iran, sehingga mempersulit penyebaran informasi keluar negeri.
Diaspora Iran di berbagai kota dunia juga turun merayakan, termasuk di Los Angeles, Toronto, Frankfurt, Roma, dan banyak kota lainnya.
Kabar kematian Khamenei pertama kali diumumkan pejabat Israel pada 28 Februari, dan tak lama kemudian dikonfirmasi oleh Trump. Media pemerintah Iran akhirnya mengonfirmasi berita tersebut beberapa jam setelahnya.
Media rezim menayangkan adegan warga berkabung di jalan-jalan dan di lokasi-lokasi keagamaan, termasuk di kompleks Imam Reza di Mashhad.
哈梅內伊死了,哈梅內伊死了,哈梅內伊死了,整個伊朗已經傳遍了,伊朗人在街頭慶祝跳舞。 pic.twitter.com/mcsXa71bvO
— NiKITa🇺🇦 (@NiKiTa_32156) February 28, 2026
🚨 BREAKING: Wild footage pouring out of Iran. Crowds in the streets. Horns blaring. People dancing and clapping as the Khamenei regime collapses under pressure from President Trump and Israel.
— ⁿᵉʷˢ Barron Trump 🇺🇸 (@BarronTNews_) March 1, 2026
They have been waiting for this moment for years. You can see it on their faces.… pic.twitter.com/K0ciyQYCZs
Serangan AS–Israel
Dalam pengumuman operasi militer pada 28 Februari, Trump meminta rakyat Iran untuk sementara tetap berlindung di tempat masing-masing, dan setelah perang usai, keluar dan menggulingkan rezim.
“Ketika kami selesai, ambillah alih pemerintahan kalian. Itu akan menjadi milik kalian untuk direbut. Ini mungkin satu-satunya kesempatan kalian selama beberapa generasi,” ujarnya.
Putra Mahkota Iran yang hidup dalam pengasingan, Reza Pahlavi, yang namanya kerap diteriakkan para demonstran dalam aksi-aksi protes di berbagai wilayah Iran, juga menyampaikan pesan serupa. Ia menyatakan akan berkomunikasi dengan rakyat Iran melalui gelombang radio jika internet dan siaran satelit diputus.
Trump mengatakan serangan akan berlanjut “tanpa henti sepanjang minggu ini atau selama diperlukan.”
Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan operasi gabungan itu berfokus pada sasaran militer Iran, termasuk sistem pertahanan udara, pangkalan udara militer, serta lokasi peluncuran rudal dan drone.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel serta ke negara-negara tetangga yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.


