Donald Trump: Iran Runtuh dari Dalam, Banyak Tokoh Tak Terduga Menyerah

EtIndonesia. Laporan New Tang Dynasty pada 4 Maret 2026 menyebutkan, Presiden Amerika Serikat Trump mengatakan bahwa militer AS telah melancarkan gelombang serangan kedua terhadap kepemimpinan Iran. Dampaknya, kondisi internal Iran mulai kolaps, dan banyak pihak yang tak disangka-sangka kini ingin menyerah.

Pada hari itu, Trump bertemu dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz di Gedung Putih dan membahas isu Iran, perdagangan, serta perang Rusia–Ukraina. Kepada media, Trump mengatakan bahwa sebelumnya ia memandang sejumlah pejabat Iran sebagai calon pemimpin baru negara tersebut, namun sebagian besar dari mereka kini telah tewas.

“Seperti yang Anda ketahui, dalam gelombang serangan pertama, 49 orang telah dieliminasi. Dan hari ini, tampaknya kami kembali melakukan serangan terhadap kepemimpinan baru mereka, dengan hasil yang sangat signifikan,” ujar Trump. Ia menambahkan bahwa menurut laporan, kepemimpinan baru Iran kemungkinan juga telah tewas. “Jadi gelombang ketiga akan segera datang. Dalam waktu dekat, mungkin kita bahkan tidak akan mengenali siapa pun lagi.”

Pada 3 Maret, Angkatan Udara Israel menyerang sebuah gedung di Kota Qom, Iran, saat Majelis Ahli Iran (Assembly of Experts) yang terdiri dari para ulama sedang menggelar rapat untuk memilih pemimpin tertinggi baru. Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa gedung tersebut hampir sepenuhnya hancur.

Pejabat pertahanan Israel menyatakan bahwa Majelis Ahli memiliki 88 anggota, namun hingga kini belum diketahui berapa banyak yang berada di lokasi saat serangan terjadi.

Trump menegaskan bahwa para petinggi Iran yang tewas adalah “orang-orang jahat” yang dalam tiga minggu terakhir telah membantai sekitar 35.000 demonstran Iran. Kini, menurutnya, para pemimpin utama mereka telah disingkirkan.

“Iran mulai runtuh dari dalam. Banyak orang—bahkan yang tak pernah Anda bayangkan—ingin menyerah. Mereka mencari segala macam jalur, berharap mendapatkan pengampunan,” kata Trump. “Mungkin pada suatu titik mereka akan menghentikan perlawanan dan meletakkan senjata. Kita tunggu saja.”

Ia juga menekankan bahwa operasi militer akan terus berlanjut. Trump menyebut kekuatan militer AS saat ini berada jauh di atas negara mana pun di dunia. Menurutnya, Iran telah kehilangan segalanya: persediaan rudal menurun drastis, sistem pertahanan udara lumpuh, dan seluruh fasilitas deteksi telah dihancurkan.

Disebutkan pula bahwa pada 28 Februari, pasukan gabungan AS–Israel melancarkan serangan udara ke Iran dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Pada 1 Maret, Trump merilis pernyataan video yang mengungkapkan bahwa ribuan perwira militer Iran telah menelepon Amerika Serikat untuk menyerah.

Trump mendesak Garda Revolusi Iran, militer Iran, dan kepolisian agar meletakkan senjata dan menerima pengampunan penuh. Jika tidak, mereka akan menghadapi “kematian yang tak terelakkan.”

“Ini akan menjadi kematian yang sudah ditakdirkan, dan pemandangannya tidak akan indah,” tegasnya.

Laporan gabungan oleh reporter Luo Tingting / Editor Wen Hui

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine