Serangan Kilat di Qom! Tokoh Elit Iran Tewas Sekaligus, Wilayah Udara Teheran Dikuasai AS–Israel

EtIndonesia. Perang antara koalisi militer Amerika Serikat–Israel melawan Iran memasuki hari keempat pada 3 Maret 2026, dengan intensitas serangan yang semakin meningkat. Operasi militer yang berlangsung di berbagai wilayah Iran menunjukkan bahwa kedua negara telah memperoleh keunggulan udara hampir sepenuhnya, sementara serangan terhadap fasilitas militer, pusat komando, dan infrastruktur strategis Iran terus diperluas.

Pada hari yang sama, berbagai rekaman video dan laporan resmi militer memperlihatkan rangkaian operasi militer besar yang melibatkan kapal perang, pesawat tempur, pembom strategis, serta sistem pertahanan udara dari berbagai negara sekutu.


Serangan Rudal Tomahawk dari Kapal Perang Amerika

Pada 3 Maret 2026, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) merilis sejumlah rekaman video yang memperlihatkan kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat meluncurkan rudal jelajah Tomahawk ke berbagai target militer penting di wilayah Iran.

Rekaman tersebut diambil pada waktu yang berbeda—sebagian direkam pada siang hari dan sebagian lainnya pada malam hari. Dalam video itu terlihat rudal Tomahawk diluncurkan satu demi satu dari kapal perang, melesat ke langit malam sebelum menuju target yang berada ratusan kilometer jauhnya.

Rudal Tomahawk merupakan salah satu senjata presisi jarak jauh utama militer Amerika Serikat. Senjata ini mampu menyerang sasaran dengan akurasi tinggi dari jarak lebih dari 1.600 kilometer, sehingga memungkinkan kapal perang AS menyerang target di dalam wilayah Iran tanpa harus mendekati garis pantai.


Serangan Udara Israel Menghancurkan Pertemuan Elit Iran di Qom

Salah satu peristiwa paling penting pada 3 Maret 2026 adalah serangan udara Angkatan Udara Israel terhadap sebuah pertemuan rahasia para tokoh elit rezim Iran di kota Qom.

Menurut berbagai laporan, pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari kalangan ulama dan pejabat tinggi yang bertujuan untuk membahas sekaligus memilih calon pemimpin tertinggi Iran di masa depan setelah kekosongan kepemimpinan.

Namun sebelum pertemuan itu selesai, pesawat tempur Israel melancarkan serangan presisi terhadap gedung tempat rapat berlangsung.

Rekaman dari lokasi kejadian menunjukkan bahwa bangunan tersebut hancur total akibat serangan udara. Laporan awal menyebutkan bahwa seluruh tokoh senior yang menghadiri pertemuan tersebut tewas dalam satu serangan sekaligus, menjadikannya salah satu operasi “decapitation strike” paling signifikan dalam konflik ini.


Washington Isyaratkan Eskalasi Serangan

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa operasi militer terhadap Iran akan segera meningkat secara signifikan.

Rubio mengatakan bahwa dalam beberapa jam hingga beberapa hari ke depan, dunia akan menyaksikan gelombang serangan yang jauh lebih besar.

Menurutnya:

  • Skala operasi militer akan diperluas
  • Intensitas serangan akan meningkat
  • Dua kekuatan udara paling kuat di dunia—Amerika Serikat dan Israel—akan bekerja sama untuk melumpuhkan seluruh kemampuan militer Iran

Washington menegaskan bahwa tujuan operasi ini adalah menghancurkan struktur militer rezim Iran yang selama ini mereka tuduh mendukung berbagai organisasi teror di kawasan Timur Tengah.


Teheran Diguncang Ledakan Beruntun

Sejumlah rekaman video dari warga sipil menunjukkan situasi dramatis di ibu kota Iran, Teheran, sepanjang 3 Maret 2026.

Dalam berbagai video tersebut terlihat ledakan besar terjadi secara beruntun di berbagai wilayah kota. Suara pesawat tempur dan rudal yang melintas di langit terdengar terus-menerus, sementara kilatan api dari ledakan menerangi cakrawala malam.

Pada malam hari, beberapa rekaman memperlihatkan langit Teheran dipenuhi cahaya dari ledakan, sementara api dan asap tampak menyebar di berbagai bagian kota.

Pada siang hari berikutnya, asap tebal terlihat membumbung tinggi dan menyelimuti sebagian besar wilayah ibu kota. Banyak warga melaporkan bahwa langit kota dipenuhi asap hitam akibat pemboman intensif.

Para analis militer menyebut kondisi ini sebagai tanda bahwa Iran telah kehilangan kendali atas wilayah udaranya, memungkinkan pesawat tempur Amerika dan Israel beroperasi tanpa hambatan berarti.


Serangan terhadap Bandara Mehrabad

Salah satu target utama serangan pada 3 Maret adalah Bandara Mehrabad di Teheran, yang memiliki fungsi ganda sebagai fasilitas sipil sekaligus pangkalan militer.

Rekaman dari udara menunjukkan bandara tersebut tertutup asap tebal yang membumbung ratusan meter ke langit.

Target serangan di area bandara dilaporkan meliputi:

  • fasilitas penyimpanan bahan bakar
  • Skuadron Tempur ke-11 Angkatan Udara Iran yang mengoperasikan pesawat MiG-29
  • berbagai fasilitas militer lainnya

Gelombang kejut dari ledakan bahkan dilaporkan merusak kendaraan warga sipil di sekitar area bandara. Banyak mobil berhenti di pinggir jalan akibat kerusakan, dan beberapa warga dilaporkan mengalami luka-luka.


Operasi Udara Israel di Lebanon dan Iran

Pada 3 Maret, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga merilis video yang memperlihatkan aktivitas intensif Angkatan Udara Israel.

Operasi udara tersebut mencakup beberapa tahap:

  1. Serangan udara di wilayah selatan Lebanon
  2. Pesawat tempur Israel terbang melalui Suriah dan Irak utara
  3. Serangan terhadap target di wilayah barat Iran

Target utama operasi tersebut antara lain:

  • kota-kota besar di Iran barat laut
  • ibu kota Teheran
  • fasilitas strategis di Isfahan

Trump Dukung Pemberontakan Kurdi

Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan melakukan percakapan telepon dengan para pemimpin Kurdi di kawasan Timur Tengah.

Dalam percakapan tersebut, Trump menyatakan dukungan terhadap pasukan Kurdi untuk melawan rezim Iran.

Bangsa Kurdi tersebar di beberapa negara:

  • Turki
  • Iran
  • Irak
  • Suriah

Di Irak dan Suriah terdapat kelompok militer Kurdi yang cukup kuat. Jika mereka menyeberangi perbatasan dan memulai pemberontakan di wilayah Kurdi Iran, hal ini berpotensi menjadi pukulan strategis besar bagi pemerintahan Teheran.


Iran Serang Pangkalan Kurdi

Sebagai respons terhadap kemungkinan keterlibatan Kurdi, Iran melancarkan serangan udara terhadap pangkalan militer Kurdi di wilayah Kurdistan Irak.

Serangan tersebut menargetkan basis militer yang digunakan kelompok bersenjata Kurdi yang selama ini menentang pemerintah Iran.

Dalam beberapa waktu terakhir, Amerika Serikat juga dilaporkan melakukan serangan terhadap posisi Garda Revolusi Iran di wilayah Kurdi Iran, yang menurut analis bertujuan menciptakan kondisi bagi potensi pemberontakan di masa depan.


B-52 Resmi Dikerahkan

Perkembangan militer penting lainnya pada 3 Maret 2026 adalah pengerahan pembom strategis B-52 Stratofortress oleh Amerika Serikat.

Berbeda dengan pembom B-2 yang bersifat siluman atau B-1B yang supersonik, B-52 memiliki keunggulan utama berupa kapasitas muatan bom yang sangat besar.

Pesawat ini mampu membawa hingga 70.000 pon amunisi, termasuk bom dan rudal jarak jauh.

Saat ini Amerika Serikat memiliki sekitar 76 unit B-52, dan pengerahan pesawat ini menunjukkan bahwa:

  • wilayah udara Iran dianggap relatif aman bagi pesawat besar
  • koalisi telah memperoleh superioritas udara penuh

Israel Mulai Operasi Darat di Lebanon

Pada 3 Maret, Israel juga mengumumkan pengerahan pasukan darat ke wilayah Lebanon selatan.

Tujuan operasi tersebut adalah:

  • menciptakan zona penyangga keamanan antara Israel dan Lebanon
  • menghancurkan kekuatan militer Hizbullah

Pada hari yang sama, Israel juga melancarkan serangan udara terhadap fasilitas militer Hizbullah di Beirut, ibu kota Lebanon.


Lebih dari Selusin Negara Siap Terlibat

Pada 3 Maret 2026, dilaporkan bahwa lebih dari selusin negara telah menghubungi Amerika Serikat untuk menyatakan kesiapan mereka ikut terlibat dalam konflik secara defensif.

Negara-negara tersebut tidak akan menyerang Iran secara langsung, tetapi akan membantu:

  • mencegat drone Iran
  • mencegat rudal balistik
  • melindungi negara-negara Teluk

Di antara negara yang terlibat adalah Inggris dan Prancis.

Kementerian Pertahanan Inggris bahkan merilis video yang memperlihatkan jet tempur F-35B Inggris berhasil mencegat drone Iran, meskipun lokasi kejadian tidak diungkapkan.


Serangan Balasan Iran Melemah

Meskipun Iran masih meluncurkan rudal balistik dan drone, intensitas serangan pada 3 Maret dilaporkan menurun drastis.

Menurut laporan Fox News:

  • Sabtu sebelumnya Iran menembakkan sekitar 90 rudal ke Israel
  • Pada 3 Maret jumlahnya turun menjadi sekitar 20 rudal

Pasukan Pertahanan Israel menyatakan bahwa mereka telah menghancurkan lebih dari 300 kendaraan peluncur rudal Iran.

Jika tren ini terus berlanjut, Iran kemungkinan akan kehilangan kemampuan untuk meluncurkan serangan rudal skala besar dalam waktu dekat.


Sistem Pertahanan Udara Aktif di Teluk

Pada malam 3 Maret, rekaman dari Dubai, Uni Emirat Arab, memperlihatkan sistem Patriot diluncurkan untuk mencegat rudal balistik Iran.

Sementara itu, di Israel, helikopter serang Apache terlihat menembak jatuh drone Shahed Iran menggunakan meriam otomatis.


Situasi Medan Perang

Dari berbagai perkembangan yang terjadi pada 3 Maret 2026, sejumlah kesimpulan dapat ditarik:

  • Amerika Serikat dan Israel telah memperoleh superioritas udara di Iran
  • berbagai pangkalan militer di sekitar Teheran menjadi sasaran pemboman
  • pembom B-1B, B-2, dan B-52 telah dikerahkan
  • beberapa negara Barat mulai terlibat dalam operasi pertahanan
  • kemampuan serangan balasan Iran mulai melemah

Suasana di Israel

Di tengah sirene peringatan serangan udara yang terus berbunyi di berbagai kota Israel, banyak warga justru menunjukkan sikap yang relatif tenang.

Beberapa rekaman memperlihatkan warga Israel berkumpul di tempat perlindungan bom, bernyanyi dan bahkan mengadakan pesta kecil sambil menyanyikan lagu terkenal “I Will Survive.”

Bagi sebagian warga Israel, konflik ini diyakini sebagai perang terakhir antara Israel dan Iran, yang mereka harapkan akan mengakhiri kekuasaan rezim Iran saat ini. (***)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine