EtIndonesia. Tisu toilet yang digunakan sehari-hari umumnya memiliki pola timbul (emboss). Mengapa tisu perlu dibuat seperti itu? Ternyata bukan hanya untuk terlihat menarik, tetapi juga memiliki berbagai fungsi lain.
1. Berfungsi sebagai pengikat lapisan
Tisu yang dijual di pasaran biasanya terdiri dari beberapa lapisan. Proses emboss berfungsi untuk “mengunci” lapisan-lapisan tersebut agar tidak mudah bergeser.
Pada dasarnya, emboss dilakukan dengan menekan kertas menggunakan cetakan untuk menghasilkan pola tertentu. Dalam proses ini, terbentuk struktur cekung-cembung yang membuat beberapa lapisan tisu saling menempel dan tidak mudah bergeser.
2. Menambah kelembutan dan ketebalan (lebih “mengembang”)
Saat proses emboss, kertas mengalami peregangan sehingga menjadi lebih tebal dan terasa lebih lembut atau mengembang.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2020 di jurnal BioResources membandingkan tisu dengan dan tanpa emboss dari berbagai jenis bahan. Hasilnya menunjukkan bahwa emboss secara signifikan meningkatkan ketebalan dan kelembutan (fluffiness) kertas.
Selain itu, pola emboss yang berbeda juga memberikan efek yang berbeda. Penelitian tahun 2022 di jurnal Polymers menemukan bahwa pola emboss yang lebih rapat dapat meningkatkan kelembutan kertas dengan lebih signifikan.
3. Meningkatkan daya serap air
Proses emboss juga mempengaruhi struktur serat kertas, termasuk pori-porinya dan tingkat kelembutannya. Perubahan ini membuat tisu memiliki daya serap air yang lebih baik.
Kesimpulan:
Produsen membuat pola timbul pada tisu bukan hanya untuk estetika, tetapi juga untuk:
- Mengikat lapisan tisu agar tidak bergeser
- Meningkatkan kelembutan dan ketebalan
- Meningkatkan kemampuan menyerap air
Namun, bagi konsumen, saat membeli tisu, cukup pilih saja pola yang paling disukai 🙂
Sumber : NTDTV.com


