Sejumlah Slogan Anti-Xi Jinping Disemprotkan di Jalanan Xi’an, Provinsi Shaanxi, Tiongkok,  Videonya Menjadi Viral

Sejak pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT), Xi Jinping, berkuasa, situasi politik dan ekonomi di Tiongkok memburuk, dan suara penentangan dari masyarakat semakin meningkat. Baru-baru ini, muncul slogan anti-Xi yang disemprotkan di dinding di suatu lokasi di Xi’an, Provinsi Shaanxi, Tiongkok.  Video terkait beredar luas di internet dan memicu perbincangan hangat.

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang netizen mengunggah video di media sosial luar negeri yang menunjukkan bahwa di Xi’an, Shaanxi, sebuah dinding dicoret dengan tulisan: “Xi Jinping mencari uang kotor, memotong tangan buruh migran dari Nanjing…” dan lain-lain. Dalam video tersebut terlihat beberapa pejalan kaki berhenti untuk melihat tulisan di dinding tersebut.

Saat ini belum diketahui siapa yang membuat grafiti tersebut, kapan tepatnya dibuat, maupun di jalan mana di Xi’an lokasi tersebut berada.

Sebagian netizen berkomentar:
“Sangat memuaskan, sangat memuaskan.”
“Semoga seluruh tembok di negara ini dipenuhi slogan anti-Xi dan anti-PKT.”
“Kedua ‘saudara’ ini kini menjadi seperti tikus yang dibenci semua orang.”

Ada juga yang mengatakan:
“Orang ini benar-benar pahlawan, saya akui saya pengecut, tidak berani melakukannya.”
“Saya mungkin tidak memahami logika di balik semua cerita ini, tetapi saya mengagumi keberaniannya.”

Komentar lain menyebutkan :
“Seharusnya ada gerakan besar-besaran untuk membuat grafiti di seluruh Tiongkok. Sekarang banyak kamera pengawas sudah seperti pajangan, dan polisi juga terbatas, tidak mungkin bisa menangkap semua orang.”

“Para penentang di dalam negeri, proyeksi tulisan memang berisiko, tapi grafiti menurut saya cukup efektif. Bawa saja cat semprot, cari titik buta kamera, semprot cepat lalu pergi. Pemerintah tidak punya cukup sumber daya untuk menjaga setiap jalan dan setiap tembok.”

Ada juga yang bercanda:
“Nanti akan ada pekerjaan baru: penjaga tembok.”
“Sudah ada penjaga jembatan, penjaga toilet, sekarang tambah penjaga tembok, nanti setiap tiang listrik juga harus dijaga…”
“Satu miliar penjaga tembok siap bertugas.”

Istilah “penjaga jembatan” merujuk pada orang yang ditugaskan menjaga jembatan penyeberangan, dengan tugas memantau secara ketat agar tidak ada yang memasang spanduk atau melakukan aksi protes. 

Hal ini diduga berkaitan dengan “Insiden Jembatan Sitong” di Beijing pada Oktober 2022, menjelang Kongres Nasional PKT ke-20. Saat itu, seorang warga bernama Peng Lifa memasang beberapa spanduk anti-PKT dan anti-Xi di Jembatan Sitong. Peristiwa tersebut membuat pihak berwenang sangat khawatir, dan sejak itu mulai merekrut banyak orang untuk menjaga jembatan.

Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi Tiongkok terus melemah, berbagai sektor mengalami kemunduran, dan kehidupan masyarakat semakin sulit. Ditambah dengan meningkatnya insiden kekerasan, ketidakpuasan terhadap pemerintah semakin meningkat, dan masyarakat mengekspresikan perlawanan melalui berbagai cara.

Sejak “Insiden Jembatan Sitong”, banyak orang di Tiongkok daratan menempelkan atau menuliskan slogan anti-pemerintah di tiang jembatan, tiang listrik, pintu toilet, dan jembatan penyeberangan. Isi slogan tersebut antara lain:
“Turunkan PKT, turunkan Xi Jinping”
“PKT tidak sama dengan Tiongkok”
“Buka larangan partai, bebaskan pembentukan partai”
“Perlawanan rakyat, hancurkan rezim komunis”, dan sebagainya.

Pada September 2025, menjelang parade militer PKT, di beberapa toilet umum di Beijing juga muncul slogan seperti:
“Turunkan diktator”
“PKT seharusnya sudah lama runtuh.”

Pada  29 Agustus 2025 malam, di kawasan Universitas Chongqing, di Xijie, sebuah gedung menampilkan proyeksi besar slogan anti-PKT, antara lain:
“Jatuhkan fasisme merah, gulingkan tirani Partai Komunis”
“Tanpa Partai Komunis, akan ada Tiongkok baru; kebebasan bukan hadiah, harus direbut kembali”
“Bangkitlah, mereka yang tidak ingin menjadi budak, bangkit melawan untuk merebut hak kalian.”

Menurut sumber internal PKT, slogan-slogan anti-PKT dan anti-Xi ini dianggap sebagai sinyal risiko politik dan telah memicu kekhawatiran di kalangan pimpinan tinggi.

Dilaporkan oleh Li Enzhen / Editor: Li Quan – NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine