Mobil Mewah BYD dengan Sistem Bantuan Mengemudi Menabrak Truk dari Belakang, Pengemudi Cacat dan Penumpang dalam Kondisi Kritis

EtIndonesia.com Seorang pemilik mobil listrik BYD di Provinsi Guizhou, Tiongkok menuduh bahwa kendaraannya menabrak sebuah truk setelah sistem bantuan mengemudi (intelligent driving assistance) diaktifkan. Akibat kecelakaan tersebut, ia mengalami cacat fisik, sementara seorang penumpang masih dirawat dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif (ICU). Menurutnya, hingga kini pihak produsen belum memberikan solusi yang memadai.

Pada 2 Juni, pemilik kendaraan tersebut mengunggah keluhan di media sosial dan membagikan rekaman kamera dasbor (dashcam) saat kecelakaan terjadi.

Video menunjukkan mobil melaju dengan kecepatan tinggi memasuki sebuah terowongan yang gelap. Ketika kendaraan mendeteksi sebuah truk besar yang bergerak lambat di depan, jaraknya sudah terlalu dekat untuk mengurangi kecepatan. Mobil kemudian menghantam bagian belakang truk dengan keras. Bagian depan mobil BYD mengalami kerusakan parah.

Pemilik kendaraan mengatakan bahwa pada April 2023, saat model Yangwang U8 baru diperkenalkan oleh BYD, ia langsung melakukan pemesanan awal hanya berdasarkan satu foto resmi yang dirilis perusahaan. Ia mengaku menjadi salah satu pemilik pertama kendaraan seri Yangwang di Provinsi Guizhou.

Menurut keterangannya, pada 6 Mei tahun ini ia mengemudi dari Liupanshui menuju Guiyang. Selama perjalanan di jalan tol, sistem bantuan mengemudi diaktifkan sepanjang waktu.

Saat memasuki Terowongan Dachangchong No. 1 di Jalan Tol Duxiang, kendaraan melaju di jalur cepat dengan kecepatan sekitar 112 km/jam dan kemudian menabrak truk besar yang bergerak lambat di depannya.

Setelah penyelidikan, polisi lalu lintas menetapkan bahwa pengemudi mobil tersebut memikul tanggung jawab penuh atas kecelakaan itu.

Pemilik mobil mengatakan bahwa dirinya mengalami patah tulang belakang bagian pinggang. Ia diperkirakan harus berbaring di tempat tidur selama sedikitnya dua bulan. Setelah pulih nanti, ia tidak dapat duduk terlalu lama, mengemudi dalam waktu lama, maupun melakukan pekerjaan fisik yang berat.

Sementara itu, penumpang yang berada di dalam kendaraan mengalami lebih dari 20 patah tulang di seluruh tubuh. Korban dirawat di ICU selama lebih dari sepuluh hari dan hingga saat ini masih berada dalam kondisi kritis. Keluarga korban disebut sedang berupaya mencari donor darah.

Dalam unggahan keluhannya, pemilik mobil menyatakan bahwa hampir satu bulan setelah kecelakaan, pihak Yangwang hanya memberikan respons berupa penghiburan dan komunikasi umum tanpa menawarkan solusi konkret maupun bantuan nyata.

Kasus tersebut memicu berbagai komentar dari warganet, antara lain:

“Masuk terowongan dengan kecepatan 112 km/jam?”

“Nama mobilnya cocok, ‘Yangwang’ (berarti ‘memandang ke atas’), jadi memang tidak melihat jalan di depan.”

“Kalau percaya teknologi yang katanya jauh lebih unggul, ya harus siap menghadapi masalahnya sendiri.”

“Bukankah belakangan ini banyak promosi bahwa jika kecelakaan terjadi saat menggunakan sistem bantuan mengemudi BYD, pabrikan akan bertanggung jawab penuh tanpa batas?”

Model Yangwang merupakan lini kendaraan mewah yang diluncurkan oleh BYD. Harga Yangwang U8 Luxury Edition dilaporkan melebihi 1 juta yuan (lebih dari Rp2 miliar dengan kurs saat ini).

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine