Lebih dari 20.000 Ekor Bebek di Wuhan Hanyut Diterjang Banjir, 2.000 Ekor Ditemukan Mengapung Hingga ke Anhui yang Jaraknya 420 KM

Banjir besar yang melanda Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada 26 Mei lalu menghanyutkan lebih dari 20.000 ekor bebek milik seorang peternak. Sepuluh hari kemudian, sekitar 2.000 ekor bebek ditemukan di perairan Kota Anqing, Provinsi Anhui, yang berjarak sekitar 420 kilometer dari Wuhan.

EtIndonesia.com Menurut laporan media Tiongkok, pada 5 Juni, warga menemukan sekitar 2.000 ekor bebek berenang berkelompok di kawasan muara Sungai Yangwan, Kabupaten Wangjiang, Kota Anqing. Lokasi tersebut berjarak sekitar 420 kilometer dari muara Sungai Fuhuan yang mengalir ke Sungai Yangtze di Wuhan.

Setelah menerima informasi tersebut, peternak asal Wuhan bernama Huang Shengli melihat foto-foto bebek yang ditemukan dan meyakini bahwa itu kemungkinan besar adalah bebek miliknya yang hanyut akibat banjir.

Hanyut Saat Banjir Besar

Pada 26 Mei dini hari, kawasan Jalan Baiquan di Distrik Dongxihu, Wuhan, dilanda banjir hebat. Kandang bebek milik Huang Shengli roboh diterjang arus.

Dari lebih dari 30.000 ekor bebek yang hampir siap dijual ke pasar, lebih dari 20.000 ekor hanyut terbawa banjir.

Saat itu, Huang mengatakan bahwa bebek-bebek tersebut hanya tinggal beberapa hari lagi sebelum dipanen. Harga beli per ekor sekitar 35 yuan, sehingga total kerugian diperkirakan melebihi 700.000 yuan (sekitar Rp1,5 miliar dengan kurs saat ini).

Setelah kejadian itu, Huang meminta bantuan masyarakat melalui internet untuk membantu menemukan bebek-bebeknya yang hilang.

Menempuh Ratusan Kilometer Melalui Sungai Yangtze

Kandang Huang berada di dekat Sungai Fuhuan, salah satu anak sungai penting di tepi utara bagian tengah Sungai Yangtze. Sungai tersebut bermuara ke Sungai Yangtze di wilayah Huangpi, Wuhan.

Muara Sungai Yangwan di Anqing, tempat ditemukannya kawanan bebek tersebut, berada sekitar 420 kilometer dari titik masuk Sungai Fuhuan ke Sungai Yangtze.

Setelah melihat foto-foto yang beredar, Huang mengatakan:

“Seharusnya itu memang bebek saya.”

Ia menjelaskan bahwa seluruh bebek yang dipeliharanya adalah bebek betina, sehingga cukup mudah dikenali.

“Tidak mungkin salah,” ujarnya.

Baru Sebagian Kecil yang Berhasil Ditemukan

Huang Shengli mengatakan bahwa hingga saat ini ia baru berhasil menemukan kembali sekitar 2.100 ekor bebek yang hilang.

Jumlah tersebut diperkirakan hanya mampu mengurangi kerugiannya sekitar 60.000 hingga 70.000 yuan, sementara sebagian besar bebek yang hanyut masih belum ditemukan.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Sosok Moch. Afan Zulkarnain: Mengajar dengan Hati, Menginspirasi Generasi Digital

oleh: Sang Fajar Dunia pendidikan Indonesia terus berubah dengan cepat, terutama setelah pandemi COVID-19. Transformasi digital menjadi kenyataan yang tidak bisa dihindari, dan guru-guru di...

Kearifan Kesehatan Tiongkok Ribuan Tahun : Apa yang Dikatakan Kitab Ritus tentang Tubuh

Dalam Pemikiran Klasik Tiongkok, Kebajikan Menghasilkan Dampak Fisik yang Dapat Diamati pada Tubuh Kitab Ritus (Liji) adalah salah satu dari tiga kitab ritual kanonik Tiongkok...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine