Inflasi yang Melonjak di Iran Membuat Kelangsungan Hidup Semakin Sulit, Warga Sipil Menyerukan “Persenjataan Bagi Kami”

Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, inflasi di Iran terus melonjak dan tekanan akibat depresiasi mata uang semakin berat. Biaya hidup masyarakat meningkat secara signifikan, sementara persoalan ekonomi dan mata pencaharian menjadi perhatian utama publik. Banyak warga menyatakan kekhawatiran bahwa konflik dan ketidakpastian yang berlangsung telah secara langsung mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan kondisi keuangan keluarga mereka.

EtIndonesia.com Di Iran, tekanan ekonomi terus memburuk. Data terbaru menunjukkan bahwa tingkat inflasi tahunan nasional telah mencapai sekitar 84%, tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Di tengah terus melemahnya nilai mata uang, pasar properti di ibu kota Teheran juga mengalami perubahan yang signifikan.

Menurut laporan harian Inggris Financial Times, meskipun pemerintah Iran belum merilis statistik resmi, Asosiasi Agen Properti Teheran memperkirakan bahwa sejak pecahnya konflik pada akhir Februari, harga rumah dan biaya sewa di kota tersebut telah melonjak sekitar 80%, jauh melampaui tingkat inflasi resmi yang diumumkan pemerintah.

Di bawah tekanan ganda berupa inflasi yang meroket dan nilai mata uang yang terus merosot, rasa cemas di masyarakat Iran juga semakin meningkat.

Seorang warga Teheran mengatakan : “Perang bukanlah sesuatu yang baik bagi negara kami. Dampak negatifnya sangat besar, terutama bagi rakyat biasa. Terlebih lagi jika infrastruktur kami rusak, pada akhirnya rakyatlah yang harus menanggung akibatnya.”

Warga Teheran lainnya mengatakan : “Menurut saya, kekhawatiran terbesar saya, dan juga banyak orang di negara ini, adalah kondisi ekonomi dan kehidupan masyarakat. Tekanan yang ditanggung rakyat sudah sangat berat, dan harus ada langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini.”

Seiring meningkatnya tekanan domestik dan mandeknya perundingan, sebagian masyarakat mulai mengekspresikan ketidakpuasan mereka dengan cara yang lebih keras.

Belakangan ini, sejumlah video yang beredar di internet memperlihatkan warga secara terbuka menyerukan “Persenjatai kami”, sebagai ungkapan kegelisahan mereka terhadap situasi keamanan dan masa depan negara.

Analis politik Iran, Armin Navabi, mengunggah sebuah video yang menunjukkan seorang pria berdiri di depan bangunan ikonik Iran sambil memegang spanduk bertuliskan “Please Arm Us” (Tolong Persenjatai Kami). Dalam video tersebut, pria itu juga kembali menunjukkan tuntutan yang sama saat mengemudi.

Navabi menilai bahwa fenomena tersebut mencerminkan kecemasan mendalam sebagian warga Iran. Menurutnya, tuntutan itu tidak lagi sekadar pernyataan politik, melainkan telah dipandang sebagai persoalan yang berkaitan dengan kelangsungan hidup.

Sementara itu, di berbagai wilayah Iran, mahasiswa terus menggelar aksi demonstrasi. Mereka terutama memprotes kebijakan pendidikan, sistem ujian akhir, serta reformasi ujian masuk perguruan tinggi. Di beberapa daerah, dilaporkan terjadi tindakan penindakan keras dan penangkapan terhadap para peserta aksi.

Laporan disusun oleh Yi Xin untuk New Tang Dynasty Television (NTDTV).

INSPIRASI ERABARU

Sosok Moch. Afan Zulkarnain: Mengajar dengan Hati, Menginspirasi Generasi Digital

oleh: Sang Fajar Dunia pendidikan Indonesia terus berubah dengan cepat, terutama setelah pandemi COVID-19. Transformasi digital menjadi kenyataan yang tidak bisa dihindari, dan guru-guru di...

Kearifan Kesehatan Tiongkok Ribuan Tahun : Apa yang Dikatakan Kitab Ritus tentang Tubuh

Dalam Pemikiran Klasik Tiongkok, Kebajikan Menghasilkan Dampak Fisik yang Dapat Diamati pada Tubuh Kitab Ritus (Liji) adalah salah satu dari tiga kitab ritual kanonik Tiongkok...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine