Tempat Praktik Surrogasi Ilegal Tersembunyi di Vila-Vila Hangzhou, Tiongkok, Blogger Anti-penipuan : Para Pejabat Adalah Pelindung Mereka

EtIndonesia.com Sebuah kasus dugaan surrogasi (ibu pengganti) ilegal yang beroperasi di sebuah kompleks vila di Distrik Linping, Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, menjadi sorotan publik setelah diungkap oleh media Tiongkok. 

Setelah kasus tersebut terekspos, pemerintah setempat mengeluarkan laporan penanganan yang menyebutkan adanya denda dan penahanan terhadap sejumlah pihak. Namun, banyak pihak mempertanyakan apakah hukuman tersebut cukup berat.

Seorang blogger investigasi terkenal di Tiongkok bahkan menuduh bahwa praktik semacam ini tidak hanya terjadi di Zhejiang, tetapi juga di banyak provinsi lain, dan bahwa sebagian oknum pejabat berperan sebagai “pelindung” yang memungkinkan praktik tersebut terus berlangsung.

Laboratorium Bayi Tabung Ilegal Beroperasi di Vila

Pada 27 Mei, media Tiongkok Da Xiang News melaporkan bahwa seorang warga Hangzhou bermarga Chen mengungkap keberadaan sebuah laboratorium embrio bayi tabung ilegal yang tersembunyi di kawasan vila di Distrik Linping.

Menurut laporan tersebut, fasilitas itu tidak memiliki izin medis resmi, tetapi tetap menjalankan berbagai layanan reproduksi berbantu, termasuk:

  • Donasi sel telur
  • Pembuahan embrio
  • Transfer embrio
  • Program kehamilan berbantu lainnya

Korban Kehilangan Uang dan Mengalami Gangguan Kesehatan

Seorang perempuan berusia 44 tahun yang sedang berusaha hamil, disebut dengan nama samaran Zhang, menjadi salah satu korban.

Ia dilaporkan membayar sekitar 100.000 yuan untuk paket layanan kehamilan. Namun setelah menjalani dua kali prosedur transfer embrio yang tidak sesuai aturan, keduanya gagal. Selain kehilangan uang, ia juga mengalami beberapa masalah kesehatan ginekologi yang sebelumnya tidak dideritanya.

Wartawan Menemukan Peralatan Lengkap

Pada malam 26 Mei, wartawan Da Xiang News mendatangi lokasi bersama Zhang untuk melakukan investigasi.

Di lokasi tersebut mereka menemukan berbagai peralatan yang biasa digunakan dalam teknologi reproduksi berbantu, antara lain:

  • Tempat tidur pemeriksaan kandungan
  • Mesin USG
  • Mikroskop optik
  • Peralatan pengambilan sel telur
  • Wadah pengumpulan sperma
  • 12 inkubator embrio

Selain itu, terdapat berbagai wadah yang diberi label nama dan nomor pelanggan. Di dalam lemari pendingin ditemukan banyak sampel embrio yang juga diberi label identitas pelanggan.

Wartawan juga melihat tempat sampah medis yang berisi banyak alat operasi bekas pakai.

Wartawan Mengalami Kekerasan

Saat melakukan peliputan, seorang staf laboratorium dilaporkan menyeret wartawan secara paksa dari tangga hingga terjatuh.

Akibat insiden tersebut, wartawan mengalami patah tulang fibula (tulang betis bagian luar).

Setelah laporan media dipublikasikan, kasus ini segera memicu perhatian luas di media sosial Tiongkok.

Pemerintah: Tiga Orang Ditahan

Pada 28 Mei, tim investigasi gabungan Distrik Linping mengeluarkan pernyataan resmi.

Menurut hasil penyelidikan, seorang pria bermarga Yan yang bertanggung jawab di lokasi tersebut mengorganisasi penggunaan rumah sewaan sebagai laboratorium bawah tanah untuk menjalankan layanan reproduksi manusia berbantu secara ilegal.

Pihak berwenang menyatakan bahwa:

  • Lokasi tersebut tidak memiliki izin operasional sebagai institusi medis.
  • Para pelaku tidak memiliki lisensi profesional di bidang kesehatan yang diperlukan.

Pemerintah setempat mengumumkan rencana untuk:

  • Menyita obat-obatan dan peralatan medis.
  • Menjatuhkan denda sebesar 3,22 juta yuan kepada Yan.
  • Membuka penyelidikan pidana atas dugaan praktik usaha ilegal.
  • Menahan tiga tersangka secara pidana.

Warganet: Hukuman Terlalu Ringan

Banyak pengguna internet di Tiongkok mengkritik penanganan kasus tersebut.

Beberapa komentar yang beredar antara lain:”Bukankah ini sama saja dengan membiarkan kejahatan terus berlangsung? Bahkan keuntungan ilegalnya tidak disita.”

“Denda tiga juta yuan bagi mereka hanya seperti uang receh.”

“Hanya didenda dan dipenjara beberapa tahun. Rasanya malah seperti memberi mereka iklan gratis.”

“Kasus seperti ini muncul terus di berbagai daerah, lalu akhirnya menghilang tanpa kejelasan.”

“Baru setelah ada laporan ke polisi dan sorotan media, kasusnya dianggap serius.”

Blogger: Banyak Kasus Tidak Pernah Ditindaklanjuti

Blogger investigasi terkenal Shangguan Zhengyi, yang berulang kali mengungkap praktik surrogasi ilegal di Tiongkok, mengatakan bahwa sebagian besar kasus akhirnya tidak memiliki tindak lanjut yang jelas.

Dalam unggahannya, ia menulis:”Pada 20 April saya melaporkan kepada Komisi Kesehatan Kota Ordos bahwa ada dugaan rumah sakit di wilayah mereka terlibat dalam proses kelahiran melalui surrogasi. Saya meminta mereka memverifikasi, tetapi sejak itu tidak ada kabar lagi.”

Ia juga menyebut bahwa rumah sakit yang sama telah dilaporkan oleh warga sejak setahun sebelumnya.

Menurutnya, ketika ia menanyakan perkembangan penyelidikan kepada otoritas kesehatan setempat, awalnya mereka menjawab bahwa kasus masih diselidiki, namun kemudian beralasan bahwa pihak terkait tidak mau bekerja sama.

Shangguan menambahkan: “Sebenarnya, menyelidiki kasus-kasus seperti ini sangat mudah.”

Disusun berdasarkan laporan berbagai media Tiongkok. Reporter: Li Li. Editor Lin Qing

INSPIRASI ERABARU

Sosok Moch. Afan Zulkarnain: Mengajar dengan Hati, Menginspirasi Generasi Digital

oleh: Sang Fajar Dunia pendidikan Indonesia terus berubah dengan cepat, terutama setelah pandemi COVID-19. Transformasi digital menjadi kenyataan yang tidak bisa dihindari, dan guru-guru di...

Kearifan Kesehatan Tiongkok Ribuan Tahun : Apa yang Dikatakan Kitab Ritus tentang Tubuh

Dalam Pemikiran Klasik Tiongkok, Kebajikan Menghasilkan Dampak Fisik yang Dapat Diamati pada Tubuh Kitab Ritus (Liji) adalah salah satu dari tiga kitab ritual kanonik Tiongkok...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine