EtIndonesia.com Latihan militer tembak langsung tahunan terbesar di Jepang digelar pada Minggu (7 Juni) di area latihan dekat Gunung Fuji. Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, hadir langsung untuk meninjau jalannya latihan.
Sorotan utama latihan tahun ini adalah penampilan perdana peluncur rudal jarak jauh terbaru Jepang, Rudal Luncur Kecepatan Tinggi Tipe 25 (Type 25 High-Speed Glide Projectile).
Berbagai Satuan Tempur Dikerahkan
Latihan diawali dengan operasi serangan udara oleh helikopter Japan Ground Self-Defense Force. Personel militer melakukan pendaratan cepat menggunakan tali dari helikopter.
Selanjutnya, berbagai kendaraan dan sistem persenjataan turut ambil bagian, antara lain:
- Kendaraan serbu amfibi
- Mortir
- Kendaraan tempur bergerak Tipe 16
Tembakan artileri dan ledakan terdengar silih berganti selama latihan berlangsung.
Tahun ini, latihan tersebut melibatkan sekitar:
- 3.000 personel militer
- 50 kendaraan tempur
- 50 unit artileri
Dengan total penggunaan amunisi hampir 70 ton sepanjang hari.
Tambahan Skenario Anti-Drone
Menyusul berbagai konflik bersenjata yang terjadi di dunia dalam beberapa tahun terakhir, Pasukan Bela Diri Jepang juga menambahkan skenario penanggulangan drone ke dalam latihan.
Dalam simulasi tersebut:
- Senapan dengan sistem bidik otomatis digunakan untuk menembak jatuh target yang mensimulasikan drone musuh.
- Kendaraan penjinak ranjau menembakkan amunisi peledak khusus.
- Kendaraan robot berkaki empat yang dikendalikan dari jarak jauh memperagakan kemampuan melintasi rintangan medan.
Rudal Hipersonik Tipe 25 Menjadi Pusat Perhatian
Bagian yang paling menarik perhatian publik adalah kemunculan pertama kendaraan peluncur Rudal Hipersonik Tipe 25.
Sistem rudal ini mulai ditempatkan pada Maret tahun ini dan memiliki:
- Jangkauan hingga ratusan kilometer.
- Kemampuan terbang dengan lintasan yang tidak beraturan, sehingga lebih sulit diprediksi dan dicegat.
Kementerian Pertahanan Jepang menempatkan sistem ini sebagai perlengkapan utama dalam strategi pertahanan pulau-pulau terpencil Jepang.
Meski demikian, dalam latihan kali ini tidak dilakukan peluncuran rudal menggunakan amunisi sungguhan.
Isyarat Perubahan Kebijakan Pertahanan Jepang
Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, hadir langsung di lokasi latihan untuk melakukan inspeksi.
Pada April lalu, Jepang juga merevisi aturan ekspor persenjataannya. Sejumlah pengamat menilai bahwa pameran kemampuan militer dalam latihan kali ini mencerminkan penyesuaian dan perkembangan berkelanjutan dalam kebijakan pertahanan Jepang di tengah perubahan situasi keamanan regional dan global.
Laporan gabungan oleh Xu Zhe dan Shu Can, NTDTV.


