Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.
Psikologi mode (fashion psychology), bidang yang berkembang di persimpangan psikologi dan perilaku konsumen, berpendapat bahwa pakaian memegang peranan utama dalam penilaian cepat tersebut. Apa yang kita kenakan jarang terjadi secara kebetulan, dan memahami sinyal yang dikirimkan oleh pakaian dapat membantu kita menampilkan diri dengan lebih baik sekaligus memahami orang lain dengan lebih akurat.
Dalam lingkungan sosial, orang saling menilai bahkan sebelum sepatah kata pun diucapkan. Kesan pertama yang sudah terbentuk sangat sulit diubah.
Pakaian merupakan salah satu sinyal yang paling kaya informasi yang kita tampilkan kepada dunia. Cara seseorang berpakaian dapat mengungkapkan selera estetika, profesi, temperamen, kondisi emosional, dan terkadang bahkan rasa tidak aman yang tersembunyi.
Mempelajari cara membaca sinyal-sinyal tersebut—dan mengirimkan sinyal yang tepat—dapat memberikan keuntungan nyata dalam kehidupan profesional maupun sosial.
Delapan Gaya Berpakaian dan Makna yang Disampaikannya
Penggemar Gaya Dasar
Orang yang hampir selalu mengenakan pakaian dasar seperti kaus polos, celana potongan lurus, model sederhana, dan warna-warna netral cenderung memiliki sifat stabil, konservatif, dan tidak menyukai kerumitan. Mereka tidak berusaha menjadi pusat perhatian dan menganggap hal-hal baru yang hanya mengejar keunikan sebagai sesuatu yang melelahkan.
Mengutamakan Kenyamanan
Mereka yang lebih memilih pakaian santai, longgar, dan nyaman tanpa memedulikan acara yang dihadiri biasanya memiliki temperamen yang santai dan pandangan hidup yang praktis. Mereka cenderung optimis dan lebih memperhatikan hal-hal yang benar-benar penting daripada penampilan luar. Namun, kelemahannya adalah mereka mungkin kesulitan memancarkan ambisi atau kewibawaan ketika situasi menuntutnya.
Pecinta Warna-Warna Mencolok
Seseorang yang mengenakan warna-warna cerah dan kontras tinggi yang berbeda setiap hari menunjukkan kepribadian yang terbuka, ekspresif, dan mencintai kebebasan. Orang-orang seperti ini lebih mengutamakan pengalaman emosional mereka sendiri daripada mengikuti norma lingkungan sekitar.
Gaya Androgini
Perempuan yang menyukai pakaian netral gender atau androgini sering kali ingin menjalani hidup sesuai caranya sendiri tanpa menarik perhatian berlebihan atau dibentuk oleh harapan orang lain. Pilihan tersebut mencerminkan keteguhan hati yang tenang namun kuat.
Berpakaian Tidak Sesuai Usia
Seseorang yang secara konsisten berpakaian jauh lebih tua atau jauh lebih muda dari usianya sering kali tidak selaras dengan tahap kehidupannya saat ini. Mereka mungkin masih berpegang pada masa muda yang telah berlalu atau justru menghindari kedewasaan yang membuatnya tidak nyaman.
Tidak Pernah Melepaskan Identitas Profesional
Mengenakan pakaian kerja profesional bahkan di luar jam kerja, sebagai kebiasaan dan bukan pengecualian, sering kali menunjukkan bahwa seseorang memperoleh rasa harga dirinya hampir sepenuhnya dari pencapaian profesional. Jabatan pekerjaan menjadi semacam pelindung emosional bagi dirinya.
Formal di Waktu Santai
Orang yang tetap mengenakan blazer dan pakaian berstruktur formal dalam suasana santai biasanya ingin memproyeksikan citra kompeten dan terkendali. Mereka memiliki gambaran diri yang jelas dan bertekad mempertahankannya, serta cenderung tidak suka berada dalam situasi yang membuat mereka kehilangan kendali.
Berpakaian Mencolok dan Berani
Perempuan yang mengenakan pakaian provokatif atau sangat menarik perhatian umumnya memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dan keinginan yang disengaja untuk diperhatikan.
Ketika Pakaian Sengaja Bertentangan dengan Kepribadian
Pakaian juga dapat berfungsi sebagai penyamaran yang disengaja.
Aktris Tiongkok, Ning Jing, memberikan contoh yang menarik. Menurut pengakuannya sendiri, kepribadian alaminya sebenarnya tradisional, berorientasi keluarga, hangat, dan lembut dalam berbicara. Namun sejak muda ia memutuskan bahwa menampilkan diri seperti itu akan menjadi kelemahan. Karena itu, ia membangun citra publik yang berlawanan: tegas, berani, androgini, dan tidak takut mengenakan warna maupun model pakaian yang bagi kebanyakan orang terlihat tidak biasa.
Penampilannya yang percaya diri dan tidak konvensional segera menciptakan kesan berwibawa. Orang-orang berasumsi—dan sering kali benar—bahwa seseorang yang berpakaian dengan niat dan ketelitian seperti itu akan bekerja dengan tingkat ketelitian yang sama. Citra luar tersebut akhirnya menjadi sinyal yang memperkuat dirinya sendiri.
Berpakaian Bertentangan dengan Diri Sendiri Memiliki Harga yang Harus Dibayar
Ketidaksesuaian antara jati diri seseorang dan pakaian yang dikenakannya bukanlah hal sepele.
Psikolog klinis Jennifer Baumgartner, penulis buku You Are What You Wear, berpendapat bahwa pakaian terburuk adalah pakaian yang menyembunyikan atau bertentangan dengan diri Anda yang sebenarnya, atau yang menunjukkan ketidakpedulian terhadap tubuh, usia, dan konteks sosial Anda. Menurutnya, pakaian apa pun yang menghambat Anda melakukan pekerjaan dengan baik akan mengirimkan pesan yang salah.
Sebaliknya, ketika pakaian sesuai dengan kepribadian asli seseorang, keselarasan itu akan terlihat jelas. Bagi mereka yang berkepribadian lembut dan tidak suka konfrontasi, pakaian sederhana dengan warna-warna lembut akan menciptakan harmoni, bukan ketidaksesuaian psikologis. Pakaian dan kepribadian saling memperkuat satu sama lain.
Berpakaian dengan Tepat Adalah Keterampilan Sosial, Bukan Kesia-siaan
Sebagian orang menganggap perhatian terhadap penampilan sebagai sesuatu yang dangkal. Namun pandangan tersebut mengabaikan fungsi sosial dari pakaian.
Berpakaian sesuai dengan situasi menunjukkan bahwa Anda telah mempertimbangkan orang-orang yang akan Anda temui dan menghargai konteks yang ada. Itu merupakan bentuk kecakapan sosial.
Sepotong pakaian yang baik melakukan dua hal sekaligus: menyampaikan pesan kepada orang lain dan mengubah perasaan Anda terhadap diri sendiri. Kepercayaan diri bukanlah sesuatu yang sepenuhnya berasal dari dalam. Pakaian yang tepat dapat membantu membangunnya.
Kita tidak dapat memilih keadaan tempat kita dilahirkan, tetapi kita dapat memilih apa yang kita kenakan setiap pagi. Dalam konteks yang tepat, pilihan tersebut memiliki dampak yang dapat diukur terhadap cara orang lain memandang kita dan terhadap bagaimana kita tampil dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh Zi Meng, Vision Times


