Guangxi dan Guizhou, Tiongkok Dilanda Hujan Lebat, Pelepasan Air Bendungan Selama Berhari-hari Memperparah Bencana

EtIndonesia.com Dalam beberapa hari terakhir, wilayah Tiongkok Selatan terus diguyur hujan deras. Pada 8 Juni, hujan lebat di Provinsi Guangxi ditambah pelepasan air dari sejumlah waduk tanpa peringatan sebelumnya menyebabkan banjir besar di berbagai daerah seperti Qinzhou, Hezhou, dan Guilin.

Sementara itu, di Provinsi Guizhou, khususnya di Zunyi dan Tongren yang sehari sebelumnya mengalami banjir besar, warga mengeluhkan bahwa sejumlah waduk terus melakukan pelepasan air tanpa pemberitahuan selama beberapa hari berturut-turut. Mereka menilai hal tersebut memperparah bencana dan menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat.

Menurut laporan media pemerintah Tiongkok pada 9 Juni, akibat hujan deras dan aliran air dari hulu, sebanyak 12 sungai dan 14 stasiun pemantauan di Guangxi mencatat ketinggian air yang melampaui batas peringatan banjir.

Tanggal 8 Juni merupakan hari kedua ujian masuk perguruan tinggi nasional (Gaokao) di Tiongkok. Di berbagai daerah seperti Pubei (Qinzhou), Fuchuan (Hezhou), dan Guilin, banjir menyebabkan sejumlah ruas jalan terendam sehingga lalu lintas terputus atau sulit dilalui. Beberapa peserta ujian bahkan harus menggunakan perahu untuk mencapai lokasi ujian.

Warga Guilin: Air Menggenangi Seluruh Desa

Seorang warga terdampak di Guilin, bermarga Zhou, mengatakan hujan turun terus-menerus selama lebih dari sepuluh jam. Sistem drainase yang buruk menyebabkan air tidak memiliki saluran pembuangan yang memadai.

Zhou, warga Guilin, Guangxi:

“Hujan deras. Saluran pengendali banjir di Yaoshan jebol, menyebabkan banjir perkotaan. Jalan utama Jiangan North Road di Guilin juga terendam hingga di atas lutut. Desa tempat saya tinggal adalah desa besar, seluruh desa dipenuhi air. Rumah-rumah kemasukan air. Kami menggunakan pompa untuk mengurasnya, tetapi sama sekali tidak sanggup mengimbangi volume air. Banyak barang hanyut, seperti meja, bangku, paket kiriman, dan berbagai barang lainnya yang mengapung di luar.”

Warga Fuchuan: Diduga Waduk Lepaskan Air Tanpa Peringatan

Seorang warga Kabupaten Fuchuan, Kota Hezhou, mengungkapkan bahwa waduk di wilayah hulu diduga melepaskan air tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Pada 8 Juni pagi, saat bangun tidur, air sungai sudah meluap dan menggenangi seluruh desa sehingga warga tidak dapat keluar rumah.

Chen, warga Kabupaten Fuchuan, Hezhou: “Setiap kali turun hujan deras pasti terjadi banjir. Kemungkinan karena pelepasan air dari Waduk Hengtang atau Waduk Guishi. Air mencapai sekitar satu meter. Sawah dan kendaraan terendam. Aktivitas pekerjaan terganggu dan anak-anak tidak bisa pergi ke sekolah.”

Tongren, Guizhou: Ratusan Waduk dan Banjir Meluas ke Hunan

Data publik menunjukkan bahwa Kota Tongren di Provinsi Guizhou memiliki sekitar 454 waduk berbagai ukuran.

Video yang beredar di internet memperlihatkan sejumlah waduk terus melakukan pelepasan air. Pada 8 Juni, beberapa kabupaten seperti Jiangkou dan Songtao mengalami banjir.

Banjir juga berdampak ke Kabupaten Mayang di Kota Huaihua, Provinsi Hunan, yang berada di hilir. Kondisi sempat kritis, dengan rumah-rumah di tepi sungai terendam dan beberapa lokasi mengalami longsor.

Yang, warga Tongren, Guizhou: “Kemarin pelepasan air dilakukan melalui enam pintu air, hari ini tiga pintu air. Banyak rumah kemasukan air. Air ini mengalir turun dari kawasan perkotaan, dari Niulang, Xiaojiangkou, Heping, hingga wilayah Dahuang. Arusnya sangat deras. Beberapa vila dan penginapan di Tongren tersapu banjir, lahan pertanian rusak, jagung dan padi hanyut. Airnya bahkan mengalir sampai ke Huaihua.”

Warga Zunyi: Banjir Besar Menyapu Kendaraan dan Penduduk

Pada 8 Juni, Kota Zunyi di Guizhou dilanda banjir besar yang menyebabkan kerugian serius.

Warga desa yang tinggal dekat waduk mengatakan bahwa pelepasan air dilakukan tanpa peringatan sebelumnya, sementara berbagai benda dari hulu ikut terbawa arus banjir.

Wang, warga Desa Majiawan, Zunyi: “Pelepasan air terus berlangsung. Banyak ikan terbawa arus dari atas. Banjir besar mulai naik pada malam sebelumnya. Mobil-mobil hanyut terbawa air. Lima atau enam orang terseret arus, termasuk orang lanjut usia. Sekarang air masih sangat besar. Saya bahkan menemukan televisi, kulkas, dan banyak botol minuman keras yang hanyut.”

Laporan oleh reporter NTDTV, Xiong Bin dan Gao Yu.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine