Pentagon Perluas Daftar Hitam Perusahaan Militer PKT, BYD dan Unitree Masuk Daftar

Kementerian Perang Amerika Serikat (Pentagon) telah memperbarui daftar perusahaan yang dianggap memiliki hubungan dengan militer Partai Komunis Tiongkok (daftar 1260H). Sejumlah perusahaan besar Tiongkok, termasuk Alibaba, Baidu, dan BYD, kini masuk dalam daftar tersebut.

Pengamat menilai langkah ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat terus memperluas pengawasan terhadap hubungan antara perusahaan-perusahaan Tiongkok dan militer PKT, sekaligus menegaskan meningkatnya persaingan teknologi antara kedua negara.

EtIndonesia.com Pada 8 Juni, Pentagon mengumumkan melalui Federal Register versi terbaru dari “Daftar Perusahaan Industri Militer PKT”. Daftar tersebut mencakup berbagai raksasa teknologi dan manufaktur Tiongkok, termasuk:

  • Alibaba Group
  • Baidu
  • BYD

Versi terbaru daftar ini mencakup industri-industri strategis seperti:

  • Kecerdasan buatan (AI)
  • Kendaraan listrik
  • Baterai
  • Bioteknologi
  • Robotika
  • Semikonduktor
  • Energi terbarukan

Meskipun daftar tersebut tidak secara langsung menjatuhkan sanksi kepada perusahaan-perusahaan yang tercantum, aturan baru melarang Pentagon menandatangani kontrak atau melakukan pengadaan dari perusahaan-perusahaan tersebut dalam beberapa tahun mendatang.

AS Dinilai Memperluas Pengawasan terhadap Hubungan Sipil-Militer Tiongkok

Pengamat berpendapat bahwa Amerika Serikat terus memperluas pemeriksaan terhadap keterkaitan perusahaan-perusahaan Tiongkok dengan militer dan memperkuat pembatasan ekonomi serta teknologi di tengah persaingan strategis AS–Tiongkok.

“Bukan sekadar perluasan definisi. Amerika Serikat semakin banyak memperoleh bukti mengenai interaksi perusahaan-perusahaan ini dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), atau bagaimana mereka membantu PLA. Banyak perusahaan sipil digunakan sebagai perantara untuk berbagai aktivitas, termasuk infiltrasi, pengumpulan teknologi, pencurian teknologi dan intelijen,” kata peneliti dari Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Shen Mingshi. 

“Setelah memperoleh bukti, Amerika Serikat tentu akan mengambil tindakan. Tujuan utamanya adalah memutus berbagai saluran yang dapat meningkatkan kemampuan teknologi militer Tiongkok,” lanjutnya. 

Menurut pihak Amerika, sebagian perusahaan memang beroperasi secara komersial, tetapi teknologi, modal, dan peran industri mereka dapat mendukung perkembangan kemampuan militer PKT.

Kekhawatiran terhadap AI dan Integrasi Sipil-Militer

“Dalam sistem nasional Tiongkok saat ini, hampir tidak ada perusahaan swasta murni sebagaimana didefinisikan negara-negara Barat. Ketika negara membutuhkannya, perusahaan harus bekerja sama,” ujar Asisten peneliti Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Wang Xiuwen. 

“Selain itu, di era AI, strategi integrasi sipil-militer memungkinkan militer memperoleh data dalam jumlah besar dari perusahaan teknologi AI swasta, serta memanfaatkan layanan komputasi awan mereka untuk melatih model AI militer. Karena itu pemerintah AS perlu melarang hubungan kontrak maupun pengadaan dengan perusahaan-perusahaan tersebut,” tambahnya. 

BYD dan NIO Jadi Sorotan

Menurut laporan tersebut, BYD dan produsen kendaraan listrik lainnya, NIO, dianggap memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan lembaga pemerintah Tiongkok dan dinilai berperan dalam kebijakan integrasi sipil-militer.

“Persoalannya bukan hanya soal mobil atau kendaraan energi baru. Setelah kendaraan dalam jumlah besar beredar, muncul kekhawatiran mengenai pengumpulan data perilaku pengguna, pemantauan lokasi tempat tinggal, serta akses terhadap informasi pribadi,” ujar Shen Mingshi. 

“Dari sudut pandang keamanan nasional, inilah yang menjadi perhatian Amerika Serikat. Selain itu, hubungan BYD dengan PLA atau kemungkinan perannya dalam perolehan teknologi chip juga menjadi isu yang diperhatikan,” jelasnya. 

Wang Xiuwen menambahkan: “Mobil otonom pada dasarnya adalah robot AI yang dapat bergerak secara mandiri. Setiap kendaraan juga mampu mengumpulkan sejumlah besar data dari lingkungan yang dilaluinya. Daftar ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat kini mulai menargetkan perusahaan AI besar Tiongkok. Dengan demikian, perang teknologi antara kedua negara telah secara resmi memasuki ranah kecerdasan buatan.”

Unitree dan Perusahaan Teknologi Lainnya Juga Masuk Daftar

Perusahaan lain yang baru ditambahkan ke daftar antara lain:

  • WuXi AppTec
  • RoboSense
  • Unitree Robotics

Mengenai Unitree, Wang Xiuwen mengatakan: “Masuknya Unitree ke dalam daftar ini sama sekali tidak mengejutkan. Saat ini Unitree memiliki keunggulan global dalam manufaktur perangkat keras robot humanoid. Namun ‘otak’ robot mereka masih sangat bergantung pada arsitektur chip AI perusahaan Amerika, seperti Nvidia. Ke depan, industri robot Tiongkok mungkin akan dibatasi pada aspek manufaktur perangkat keras saja oleh Amerika Serikat.”

Daftar Diperkirakan Akan Terus Bertambah

Menurut hukum Amerika Serikat, daftar semacam ini harus diperbarui setidaknya sekali setiap tahun. Pentagon juga menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan yang masuk daftar dapat mengajukan permohonan untuk dikeluarkan dari daftar.

Para akademisi menilai bahwa seiring meningkatnya pemahaman Amerika Serikat terhadap kemampuan dan ekosistem AI Tiongkok, daftar perusahaan yang menjadi sasaran pengawasan kemungkinan akan terus bertambah di masa depan.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine