18 Bank Investasi Bersatu! IPO SpaceX Kelebihan Permintaan Hingga US$ 250 Miliar

EtIndonesia.com  Baru-baru ini, kabar paling panas di pasar modal adalah rencana penawaran umum perdana saham (IPO) SpaceX yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (12 Juni). Saat ini respons pasar sangat antusias. Pada Rabu (10 Juni), beredar informasi bahwa permintaan investor telah melampaui US$250 miliar, jauh di atas target penggalangan dana sebelumnya sebesar US$75 miliar. Antusiasme yang luar biasa ini berpotensi menjadikannya IPO terbesar dalam sejarah. Nilai perusahaan SpaceX kini juga telah terdongkrak hingga US$1,8 triliun. IPO ini ditangani bersama oleh 18 bank investasi Wall Street, sementara harga final saham baru akan ditetapkan pada malam berikutnya.

IPO ini diperkirakan akan menjadi pencatatan saham terbesar dalam sejarah dunia.

SpaceX berencana menawarkan sekitar 555,6 juta saham dengan harga US$135 per saham, dengan target penggalangan dana sebesar US$75 miliar, yang akan melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Saudi Aramco pada tahun 2019.

Valuasi SpaceX saat ini diperkirakan telah mencapai US$1,8 triliun.

Penawaran saham ini ditangani oleh 18 lembaga penjamin emisi, termasuk Goldman Sachs, Morgan Stanley, Bank of America, Citigroup, dan JPMorgan Chase. Harga final diperkirakan baru akan ditetapkan pada Kamis (11 Juni), meskipun permintaan akhir dan hasil alokasi saham masih dapat berubah.

Perbedaan terbesar IPO SpaceX kali ini dibandingkan IPO besar sebelumnya adalah permintaan dari Elon Musk agar 30% saham dapat dibeli oleh investor ritel (investor individu). Pada IPO umumnya, seluruh saham biasanya dialokasikan kepada institusi besar, bank investasi, dan distributor Wall Street. Kebijakan ini memicu gelombang besar minat pembelian dari investor individu.

Menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut, SpaceX telah menarik minat investasi lebih dari US$250 miliar, jauh melampaui target penggalangan dana sebesar US$75 miliar, yang diperkirakan dapat mendorong valuasi perusahaan semakin tinggi.

Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa tingkat kelebihan permintaan (oversubscription) saat ini telah mencapai 3,5 hingga 4 kali jumlah saham yang ditawarkan, menunjukkan kuatnya permintaan pasar.

Selain itu, pasar keuangan belakangan mengalami gejolak. Indeks Nasdaq Composite dan harga Bitcoin sama-sama mengalami penurunan. Sejumlah analis menilai kondisi ini mungkin berkaitan dengan upaya investor mengumpulkan dana untuk berpartisipasi dalam IPO tersebut.

SpaceX menegaskan bahwa bisnis peluncuran roketnya telah mendominasi sebagian besar layanan transportasi antariksa global selama tiga tahun terakhir. Perusahaan juga optimistis terhadap prospek jaringan satelit internet Starlink serta perkembangan komputasi kecerdasan buatan (AI) berbasis ruang angkasa di masa depan.

Perusahaan memperkirakan bahwa pasar komputasi AI berbasis ruang angkasa dapat mencapai US$23 triliun, dan berencana menyewakan kapasitas komputasi yang berlebih kepada perusahaan lain.

SpaceX juga menyatakan ambisi untuk membangun pusat data AI dan infrastruktur komputasi di luar angkasa, sehingga dapat melampaui keterbatasan energi dan daya komputasi yang ada di Bumi.

Seiring terus menurunnya biaya peluncuran ke luar angkasa, teknologi ini diharapkan dapat membantu hampir 3 miliar orang yang belum memiliki akses internet untuk terhubung ke jaringan global.

Laporan jurnalis Zheng Shengxun dari New Tang Dynasty Television, Amerika Serikat.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik.Oleh Fjolla ArifiPesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyataArsh SaraoKetika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine