Lebih dari 300.000 Anak Migran Dilaporkan Hilang, Pemerintah AS Selidiki Celah dalam Sistem Penjamin Anak

EtIndonesia.com Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Kamis (11 Juni) menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump telah mengidentifikasi lebih dari 15.500 kasus yang melibatkan orang dewasa yang memperoleh hak asuh atas banyak anak migran yang memasuki Amerika Serikat tanpa didampingi orang tua.

Para pejabat mengatakan bahwa pemerintah sedang menyelidiki apa yang disebut sebagai “penjamin super” (super sponsors), yaitu individu yang menerima tanggung jawab atas sejumlah besar anak-anak tersebut, untuk memastikan apakah terdapat unsur penipuan atau eksploitasi.

Lebih dari 15.500 Kasus “Penjamin Super”

“Kami telah bekerja sama dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk mengidentifikasi lebih dari 15.500 kasus ‘penjamin super’. Yang dimaksud dengan kasus ini adalah seseorang yang menjadi penjamin bagi tiga atau lebih anak di bawah umur yang masuk ke Amerika Serikat tanpa pendamping dan tidak memiliki hubungan keluarga dengan penjamin tersebut,” kata plt Jaksa Agung Amerika Serikat, Todd Blanche.   

Kekhawatiran atas Eksploitasi Anak Migran

Blanche menyatakan bahwa selama pemerintahan Presiden Joe Biden, masalah eksploitasi terhadap anak-anak tanpa pendamping menjadi sangat serius.

Menurutnya, lebih dari 475.000 anak migran tanpa pendamping memasuki Amerika Serikat pada periode tersebut. Hingga akhir tahun 2024, sekitar 300.000 anak di antaranya tidak diketahui keberadaannya.

“Situasi ini sering kali terjadi karena pelaku kriminal yang mengaku sebagai ‘penjamin’ memperdagangkan anak-anak tersebut melintasi perbatasan, biasanya melalui berbagai bentuk penipuan. Dalam banyak kasus, anak-anak itu mengalami kekerasan, pelecehan, dan tentu saja eksploitasi,” tambahnya. 

Pemerintah Telah Menemukan 146.000 Anak

Menteri Keamanan Dalam Negeri, Markwayne Mullin mengatakan bahwa pemerintah sejauh ini telah berhasil menemukan sekitar 146.000 anak, namun masih ada sekitar 300.000 anak lainnya yang belum diketahui keberadaannya.

“Kami sedang menyelidiki sejumlah laporan, termasuk laporan dari beberapa anak yang mengaku mengalami kekerasan seksual hingga ratusan kali. Saya tidak peduli siapa Anda, apakah Anda memiliki anak atau tidak, apakah Anda seorang liberal, independen, Demokrat, atau Republik. Jika Anda tidak mendukung aparat penegak hukum untuk menemukan anak-anak ini, maka apa yang bisa dikatakan tentang Anda?” katanya. 

Dugaan Penipuan dalam Proses Penjaminan

Dalam beberapa kasus, pelaku diduga menggunakan identitas palsu atau identitas yang dicuri untuk memperoleh hak asuh atas banyak anak. Mereka juga diduga memberikan keterangan yang tidak benar dalam dokumen permohonan penjaminan.

Departemen Kehakiman secara khusus menyinggung kasus yang melibatkan tiga warga negara Guatemala, dan memperingatkan bahwa kasus-kasus tersebut menunjukkan risiko serius apabila proses pemeriksaan terhadap calon penjamin tidak dilakukan secara memadai.

Selain itu, Departemen Kehakiman AS menegaskan akan bekerja sama dengan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS serta Departemen Keamanan Dalam Negeri AS untuk memberantas perdagangan manusia, eksploitasi anak, dan berbagai bentuk penipuan yang berkaitan dengan kasus-kasus itu.

Laporan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Liu Jiajia, dari Amerika Serikat.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik.Oleh Fjolla ArifiPesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyataArsh SaraoKetika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine