Gedung Putih Jadi Arena Tarung UFC Freedom 250! Saksikan Duel Panas di Sini 

Mixed martial arts  menjadi pusat perhatian di ibu kota negara AS, dengan tujuh pertarungan dijadwalkan berlangsung di arena oktagon khusus yang dibangun di South Lawn Gedung Putih.

EtIndonesia.com—Perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat resmi dimulai pada 14 Juni dengan ajang UFC Freedom 250 Fight, yang menampilkan tujuh pertarungan di South Lawn Gedung Putih.

Untuk membuka acara, Presiden AS Donald Trump dan Presiden sekaligus CEO UFC Dana White berjalan melintasi kompleks Gedung Putih melewati Presidential Walk of Fame yang baru sebelum menyapa penonton dari Truman Balcony.

Grup musik pemenang tiga Grammy, Zac Brown Band, menyanyikan lagu kebangsaan Amerika Serikat bersama U.S. Marine Band, sementara formasi 12 pesawat yang terdiri dari Navy Blue Angels dan Air Force Thunderbirds terbang di atas lokasi acara.

“Ini akan menjadi pertunjukan terbesar di dunia,” kata Trump saat meninjau panggung pada  Mei.

“Saya pikir ini akan menjadi acara terbesar yang pernah kami adakan di Gedung Putih.”

Pertunjukan spektakuler tersebut berlangsung bertepatan dengan Hari Bendera Amerika Serikat sekaligus ulang tahun ke-80 Trump.

Panitia membangun struktur setinggi 60 kaki yang dikenal sebagai “claw” (cakar), dengan pertandingan berlangsung di arena oktagon khas UFC yang didirikan di halaman depan Gedung Eksekutif Presiden.

Para petarung berjalan dari Gedung Putih menuju arena dengan dikawal anggota militer berseragam dan para penerima Medali Kehormatan (Medal of Honor).

Partai utama malam itu adalah pertarungan penyatuan gelar kelas ringan antara juara dunia kelas ringan UFC yang belum terkalahkan, Ilia “El Matador” Topuria, 29 tahun, melawan juara interim kelas ringan Justin “The Highlight” Gaethje, 37 tahun. Keduanya memiliki berat badan 155 pon. Topuria, yang dikenal karena teknik elit dan kekuatan knockout-nya, lebih diunggulkan, meskipun Gaethje tetap menjadi salah satu petarung papan atas yang terkenal karena kecerdasan bertarung dan daya tahannya.

Sebuah pesawat pengebom B-1 melintas di atas arena sebelum pertarungan keenam malam itu dimulai. Kekuatan pesawat tersebut sudah dapat dirasakan penonton sebelum suara gemuruhnya menggema di seluruh kota.

Petarung favorit penggemar, “Suga” Sean O’Malley, diharapkan membawa kepribadian khasnya ke arena saat menghadapi Aiemann Zahabi dalam pertarungan kelas bantam. Saat penimbangan, berat badan keduanya hanya berbeda setengah pon. Kecepatan pukulan O’Malley memberinya keunggulan, sementara Zahabi memasuki pertandingan dengan rekor tujuh kemenangan beruntun.

Kedua petarung saling bertukar pukulan pada ronde pertama sebelum O’Malley mendaratkan beberapa serangan tanpa balasan. Zahabi lebih sering melancarkan tendangan rendah pada ronde kedua, tetapi akhirnya terjatuh setelah O’Malley menjatuhkannya dengan jab kiri cepat yang diikuti pukulan kanan keras.

“Sulit mengungkapkannya dengan kata-kata. Manifestasi itu nyata,” kata O’Malley. “Saya sudah melihat ini sebelumnya. Luar biasa apa yang bisa dilakukan pikiran Anda jika digunakan dengan benar.”

Prospek baru yang belum terkalahkan, Josh Hokit, dengan berat 231 pon dan sembilan kemenangan beruntun, menantang Derrick “The Black Beast” Lewis yang berbobot 265 pon dalam pertarungan kelas berat malam itu. Hokit membawa energi muda ke arena, sementara Lewis dikenal sebagai pemukul elite dengan kemampuan knockout yang mematikan.

Lewis yang berasal dari Houston memasuki arena dengan iringan lagu “Tops Drop” karya mendiang artis hip-hop Fat Pat, yang dimainkan secara langsung oleh Marine Corps Band.

Pratinjau media mengenai persiapan arena UFC untuk ajang UFC Freedom Fight yang akan digelar pada 14 Juni, di South Lawn (Halaman Selatan) Gedung Putih, pada 11 Juni 2026. Madalina Kilroy/The Epoch Times

Hokit mendaratkan pukulan tangan kanan dan menjatuhkan Lewis ke kanvas pada ronde pertama. Ia kemudian melancarkan serangan yang merusak wajah lawannya sebelum menguncinya di lantai arena. Lewis membalas pada ronde kedua dengan dukungan penonton yang meneriakkan namanya, tetapi ia mulai kelelahan seiring berjalannya pertandingan. Hokit akhirnya mengakhiri pertarungan melalui rangkaian kombinasi pukulan.

“Saya adalah pria dengan rencana, sang monster yang siap berpesta,” kata Hokit setelah meraih kemenangan ke-10 berturut-turut dan tetap tidak terkalahkan.

Petarung kelas ringan asal Brasil, Mauricio Ruffy, menghadapi veteran Michael Chandler dalam pertandingan yang lebih mengunggulkan Ruffy.

Kemampuan gulat Chandler dan ledakan energinya sempat terlihat, tetapi Ruffy menghajarnya dengan tendangan tumit berputar, pukulan ke tubuh, dan uppercut beruntun hingga memenangkan pertarungan melalui knockout pada ronde pertama.

Ruffy mengucapkan terima kasih kepada Tuhan dan keluarganya setelah memenangkan pertandingan.

“Saya sangat senang dengan penampilan ini, sangat senang dengan kemenangan ini,” katanya, sebelum melamar kekasihnya langsung dari dalam oktagon.

Bo Nickal diperkirakan akan mengalahkan Kyle Daukaus dalam duel kelas menengah antara dua petarung berbobot 186 pon, sementara pertarungan kelas bulu antara Diego Lopes dan Steve Garcia membuka acara malam itu.

Lopes meraih kemenangan melalui knockout pada laga pembuka. Garcia mendaratkan lebih banyak pukulan pada ronde pertama dan membuat Lopes terus mundur setelah beberapa serangan awalnya berhasil mengenai sasaran. Keduanya saling bertukar jab pada ronde kedua sebelum Lopes mendominasi dengan rentetan pukulan yang menjatuhkan Garcia dan mengakhiri pertandingan.

“Ini luar biasa,” kata Lopes setelah menang.

“Tidak ada yang bisa mengalahkan saya dalam pertarungan kelas bantam.”

Nickal menjatuhkan Daukaus ke kanvas pada awal ronde pertama pertarungan kedua. Ia melancarkan serangan siku jarak dekat yang membuat wajah lawannya terluka. Wasit kemudian memisahkan keduanya dan memerintahkan mereka kembali berdiri, tetapi Nickal akhirnya memenangkan pertandingan melalui knockout pada detik-detik terakhir ronde tersebut.

“Ini tidak akan mungkin terjadi tanpa Anda,” katanya kepada Trump, yang telah lama mendukung Nickal, saat menyapa presiden setelah meraih kemenangan.

Pembawa acara sekaligus komentator Joe Rogan kemudian mewawancarai Nickal setelah pertandingan.

“Saya sangat menghormatinya [Trump], bersyukur bisa berada di sini, dan bersyukur menjadi bagian dari acara ini,” kata Nickal.

Ribuan anggota militer dan tamu undangan khusus duduk di sekitar arena, sementara area Ellipse dekat Gedung Putih disiapkan untuk menampung sekitar 100.000 penonton tambahan. Gerbang dibuka pukul 15.30 waktu setempat pada hari Minggu untuk partai utama dan pesta nonton Fan Fest, yang menampilkan replika oktagon, hiburan interaktif, musik langsung, stan merchandise, pertunjukan langsung, sesi temu penggemar dengan atlet UFC, kembang api, dan berbagai kegiatan lainnya.

Zac Brown Band menjadi penampil utama pada Sabtu malam, sementara sejumlah artis musik lainnya turut tampil bersama atraksi motocross dari Travis Pastrana.

Pejabat UFC mempromosikan ajang tersebut sebagai “acara olahraga paling bersejarah sepanjang masa,” dengan rangkaian perayaan yang bertepatan dengan momentum para pendiri Amerika Serikat menandatangani Deklarasi Kemerdekaan.

“UFC Freedom 250 memperingati ulang tahun ke-250 Amerika Serikat dengan perayaan semangat juang Amerika yang hanya terjadi sekali dalam satu generasi,” kata organisasi tersebut dalam sebuah pernyataan.

“Dari revolusi hingga oktagon, acara bersejarah ini akan menghubungkan para penggemar melalui kisah sinematik dan persaingan tanpa tandingan di panggung pembuktian terbesar di dunia.”

Pendiri Meta, Mark Zuckerberg, turut hadir dalam acara tersebut. Panitia juga mengumumkan upaya amal untuk menyediakan kacamata pintar Meta bagi para veteran tunanetra.

Masyarakat di seluruh dunia dapat menyaksikan pertarungan ini secara langsung melalui Paramount+ mulai pukul 20.00 waktu Timur Amerika Serikat.

Artikel ini sebelumnya terbit di The Epoch Times edisi Bahasa Inggris

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine