Baru-baru ini, banyak daerah di Provinsi Guizhou mengalami hujan deras dan banjir parah. Di antaranya, Kabupaten Luodian menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Air bah bercampur lumpur menerjang kawasan perkotaan, mengubah jalan-jalan menjadi aliran deras dalam waktu singkat. Sejumlah besar kendaraan terseret banjir, sementara banyak rumah terjebak dan dikelilingi genangan air.
EtIndonesia.com Pusat Meteorologi Tiongkok pada 20 Juni pagi,kembali mengeluarkan peringatan hujan lebat tingkat kuning. Diperkirakan dar 20 Juni pukul 08.00 hingga 21 Juni pukul 08.00, beberapa wilayah di Guangxi bagian utara, Guizhou bagian tenggara, dan Hunan bagian barat daya akan mengalami hujan sangat lebat, dengan beberapa lokasi diperkirakan menerima curah hujan ekstrem antara 250 hingga 300 milimeter.
Menurut informasi dari Biro Meteorologi Provinsi Guizhou, curah hujan di Kota Longping, Kabupaten Luodian, mencapai 220,3 milimeter dalam periode 18 Juni pukul 06.00 hingga 19 Juni pukul 06.00.
Video yang direkam warga setempat menunjukkan hujan deras mengguyur Luodian pada malam hari. Air banjir dengan cepat mengalir di jalan-jalan hingga membentuk arus deras yang menenggelamkan kawasan rendah. Sejumlah sepeda motor listrik dan mobil yang sedang diparkir maupun melintas terseret arus. Bahkan ada mobil yang hanyut masuk ke saluran air atau sungai, lalu menumpuk dan mengapung dalam kondisi rusak.
Di beberapa trotoar di pusat kota, pohon-pohon tumbang dan air masuk ke dalam toko-toko. Banyak rumah terjebak banjir sehingga lalu lintas kota sempat lumpuh.
6月19日,一场大暴雨,贵州罗旬街道立马成河… pic.twitter.com/JI8d4FZddS
— 希望之聲 – 中國時局 (@SoundOfHope_SOH) June 19, 2026
Video lain memperlihatkan sebuah mobil sedan putih di Kota Longping terbalik dengan posisi bagian depan mengarah ke bawah di tepi saluran air. Bodi kendaraan dipenuhi ranting dan lumpur. Di sekitarnya terdapat banyak mobil yang terendam dan mengalami benturan hingga rusak parah, nyaris menjadi rongsokan, sementara banyak sepeda motor listrik hanyut dan tidak diketahui keberadaannya.
Di kawasan pedesaan setempat, banyak ruas jalan rusak diterjang banjir dan beberapa lereng mengalami longsor sehingga akses transportasi di sejumlah lokasi terputus sementara.
Hingga 19 Juni malam, sebagian genangan air di kawasan perkotaan telah surut.

Seorang petugas Pemerintah Kota Longping mengatakan bahwa mobil yang terseret ke dalam saluran air telah diangkat dan dipindahkan, sementara petugas masih terus membersihkan lumpur. Ia juga menyebutkan bahwa beberapa jalan di wilayah tersebut rusak akibat banjir dan terjadi longsor, sehingga pekerjaan perbaikan darurat masih berlangsung.
Laporan menyebutkan bahwa pada pertengahan Mei dan awal Juni lalu, Luodian juga sempat dilanda hujan lebat yang menyebabkan pohon-pohon di tepi jalan tumbang, sepeda listrik hanyut, serta beberapa toko kemasukan air. Namun, curah hujan yang terjadi kali ini di pusat Kabupaten Luodian melampaui dua kejadian sebelumnya, sehingga dampak banjir menjadi lebih serius. (***)


