Seekor Sapi Mengamuk di Jalanan Changsha, Hunan, Tiongkok, Menabrak Tiga Orang

EtIndonesia.com Pada  21 Juni 2026 dini hari, terjadi insiden seekor sapi yang mengamuk di jalanan Changsha, Provinsi Hunan, Tiongkok. Sapi berwarna kuning yang diduga hendak disembelih itu melarikan diri dari pasar daging sapi dan menabrak sejumlah pejalan kaki. Sedikitnya tiga orang dilaporkan menjadi korban.

Menurut video yang beredar di media sosial, sekitar pukul 01.00 dini hari, sapi tersebut tiba-tiba berlari keluar dari pasar grosir daging sapi di dekat pintu keluar Stasiun MRT Wanjiali. Hewan itu menyeruduk siapa saja yang berada di dekatnya, pertama-tama menabrak dua pria muda di dekat pintu stasiun, kemudian berlari ke jalan raya dan kembali menabrak seorang pejalan kaki lainnya.

Akibat kejadian tersebut, suasana di lokasi menjadi kacau. Banyak orang berlarian untuk menghindari amukan sapi tersebut.

Seorang saksi mata yang merekam video mengatakan bahwa sapi itu berasal dari Pasar Grosir Daging Sapi Mawangdui. Dalam rekamannya ia terdengar berkata:

“Cepat lihat, sapi ini sepertinya mengamuk. Ada di dalam aula pusat perbelanjaan itu. Lihat, air liurnya keluar begitu banyak. Sangat ganas, benar-benar membuat saya terkejut.”

Video lain memperlihatkan bahwa pihak berwenang mengerahkan sejumlah besar polisi khusus untuk menangani situasi tersebut. Sapi akhirnya ditembak mati di lokasi. Setelah diperiksa, diketahui bahwa hewan itu merupakan sapi yang akan disembelih di pasar daging setempat dan melarikan diri setelah terkejut. Pedagang yang memiliki sapi tersebut kemudian melaporkan kejadian itu kepada polisi.

Dalam video yang beredar, terlihat cairan terus keluar dari hidung sapi tersebut. Beberapa warganet berspekulasi bahwa sapi itu mungkin melarikan diri karena mengalami perlakuan yang menyakitkan, seperti praktik pemaksaan pemberian air dalam jumlah besar sebelum penyembelihan. Namun, dugaan tersebut belum dikonfirmasi dan hanya berupa spekulasi yang beredar di media sosial.

Banyak komentar warganet mengungkapkan rasa iba terhadap hewan tersebut, di antaranya:

  • “Sungguh menyedihkan.”
  • “Sapi itu hanya ingin hidup. Apa salahnya?”
  • “Demi bertahan hidup, makhluk hidup mana pun akan berjuang sekuat tenaga.”

Sebelumnya ada laporan mengenai praktik tidak etis oleh sebagian pedagang yang memaksa sapi meminum air dalam jumlah besar. Hal demikian dilakukan sebelum sapi itu disembelih. Caranya, dengan memasukkan selang ke mulut hewan dan mengalirkan air secara paksa. Disebutkan bahwa tindakan ini dapat menyebabkan penderitaan pada sapi, bahkan dalam beberapa kasus membuatnya mengeluarkan busa dari mulut. Namun, tidak ada bukti yang mengaitkan secara langsung praktik tersebut dengan insiden sapi yang mengamuk di Changsha ini.

Dilaporkan oleh Luo Tingting/Disunting oleh Wen Hui – NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Kebahagiaan Menurut Aristoteles : 7 Cara Praktis yang Masih Relevan Hingga Sekarang

Nicole James Masalah dengan kebahagiaan adalah bahwa semua orang tampaknya berusaha menjualnya kepada Anda. Kebahagiaan hadir dalam begitu banyak kemasan: botol, retret, jurnal, aplikasi, celana...

5 Kebiasaan Orang yang Jarang Stres Meski Menghadapi Urusan Keuangan

Hidup di bawah kemampuan finansial dan mengetahui ke mana uang dibelanjakan merupakan bagian dari rencana sederhana untuk mengurangi stres keuangan. Oleh Mike Donghia Pada awal pernikahan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine