Gempa Kembar di Venezuela: 774 Bangunan Runtuh, Ayah dan Anak Berhasil Diselamatkan Setelah Terjebak Lebih dari Tiga Hari

Lebih dari 72 jam setelah gempa bumi kembar dahsyat mengguncang Venezuela, kabar menggembirakan datang dari Caraballeda, sebuah kota pesisir yang mengalami kerusakan parah. Pada 28 Juni, seorang pria bersama putranya yang masih berusia belasan tahun berhasil diselamatkan hidup-hidup dari bawah reruntuhan bangunan.

EtIndonesia.com Laporan Agence France-Presse (AFP) menyebutkan para  tim penyelamat dari Amerika Serikat dan Prancis mengevakuasi ayah dan anak tersebut dari tumpukan puing. Keduanya tampak dibaringkan di atas tandu tanpa mengenakan pakaian sebelum segera dibawa menuju ambulans untuk mendapatkan perawatan.

Caraballeda, yang berada di Negara Bagian La Guaira, merupakan salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat gempa. Tim penyelamat terus berpacu dengan waktu untuk mencari korban yang kemungkinan masih terjebak di bawah bangunan yang runtuh.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada malam 24 Juni, menyebabkan kerusakan besar di ibu kota Caracas dan wilayah sekitarnya.

Tim penyelamat internasional beserta bantuan kemanusiaan dari berbagai negara mulai berdatangan ke daerah bencana sekitar dua hari setelah gempa terjadi.

Pada 28 Juni sore, Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal akibat dua gempa tersebut telah meningkat menjadi 1.450 orang, bertambah 20 korban dibandingkan laporan pada 27 Juni.

Ia juga mengungkapkan bahwa kedua gempa tersebut menyebabkan 774 bangunan runtuh, dengan 189 bangunan mengalami keruntuhan total.

Sementara itu, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung. Tim penyelamat dari berbagai negara, termasuk personel pertahanan sipil Prancis, tim penyelamat Amerika Serikat, serta regu pencarian dan penyelamatan dari Argentina yang dibantu anjing pelacak, terus menyisir reruntuhan untuk mencari korban yang masih hidup maupun mengevakuasi jenazah.

Di lokasi bencana, para relawan, petugas penyelamat, dan warga setempat juga terus bekerja sama mencari korban di tengah puing-puing bangunan yang hancur.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Membangun Kekayaan: Pelajaran dari Tiga Tokoh Besar dalam Sejarah Tiongkok

Kerja keras dapat menopang kehidupan. Namun, kerja keras jarang menghasilkan kekayaan atau harta besar dengan sendirinya. Perbedaan antara sekadar mencari nafkah dan membangun kekayaan...

Mengapa Biksu Menyapu Halaman yang Sama Setiap Hari

Menyapu halaman, mengepel lantai: bagaimana pekerjaan sehari-hari di biara menjadi salah satu praktik meditasi tertua di dunia. Masuklah ke hampir setiap biara Buddha, dan Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine