Rusia Luncurkan 570 Senjata Udara, Kyiv Alami “Serangan Udara Terbesar” Sejak Perang Dimulai

Perang Rusia–Ukraina kembali meningkat tajam. Pada Kamis (2 Juli), militer Rusia melancarkan serangan udara terbesar terhadap Kyiv sejak invasi dimulai pada tahun 2022. Serangan itu mengakibatkan lebih dari 100 korban jiwa dan luka-luka. 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengunjungi lokasi serangan dan menegaskan bahwa Ukraina sangat membutuhkan sistem rudal Patriot untuk memperkuat pertahanan udaranya. Sementara itu, Rusia menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan aksi balasan atas serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia beberapa waktu lalu.

EtIndonesia.com Ledakan dahsyat mengguncang langit kota kyiev sejak Kamis dini hari. Rusia mengerahkan 74 rudal berbagai jenis dan 496 pesawat nirawak (drone) dalam serangan besar-besaran yang menargetkan Kyiv dan sejumlah wilayah lainnya.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan bahwa ini merupakan serangan terbesar yang pernah dialami Kyiv sejak perang dimulai. Serangan udara berlangsung selama 11 jam dan melanda wilayah yang sangat luas. Lebih dari 50.000 warga sipil terpaksa berlindung semalaman di stasiun-stasiun kereta bawah tanah.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 25 orang dan melukai lebih dari 100 orang, sementara jumlah korban masih terus bertambah. Klitschko menetapkan hari Jumat sebagai hari berkabung.

“Sebuah rudal menghantam langsung lokasi ini dan mengenai sebuah gedung apartemen sembilan lantai,” kata Menteri Dalam Negeri Ukraina, Ihor Klymenko. 

Di Distrik Darnytskyi, yang terletak di bagian tenggara Kyiv, sebuah rudal menghancurkan sebagian besar bangunan apartemen. Tim penyelamat berhasil mengevakuasi tujuh orang yang terjebak di bawah reruntuhan.

Seorang warga Kyiv bernama Boiko mengatakan: “Saat itu saya benar-benar ketakutan, tetapi syukur kepada Tuhan kami masih hidup.”

Rudal lain yang jatuh di dekat lokasi tersebut meninggalkan kawah besar di tanah. Banyak warga tampak menangis dan menutupi wajah mereka karena putus asa melihat kehancuran di sekitar mereka.

Pada hari yang sama, Presiden Volodymyr Zelenskyy mengunjungi lokasi serangan untuk meninjau kerusakan. Ia kembali menegaskan bahwa Ukraina sangat membutuhkan tambahan sistem pertahanan udara Patriot.

“Kami berterima kasih kepada tim Amerika Serikat atas pengiriman rudal-rudal pertahanan udara tersebut. Namun sejujurnya, kecepatannya saat ini terlalu lambat, benar-benar terlalu lambat,” ujarnya. 

Zelenskyy juga mengatakan bahwa ia berharap utusan khusus Amerika Serikat dapat mengunjungi Ukraina guna melanjutkan upaya perundingan damai antara Rusia dan Ukraina. Selain itu, ia berharap dapat bertemu Presiden Donald Trump pada KTT NATO yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.

Pada hari yang sama, para diplomat dari Inggris, Swedia, dan sejumlah negara lainnya yang bertugas di Ukraina turut mengunjungi lokasi serangan untuk menyatakan dukungan kepada Ukraina.

Sementara itu, Kremlin menyatakan bahwa serangan tersebut ditujukan terhadap sasaran-sasaran militer Ukraina dan merupakan serangan balasan atas serangan udara Ukraina baru-baru ini terhadap infrastruktur energi di wilayah Rusia.

Pihak Rusia juga menegaskan akan terus meningkatkan tekanan militer terhadap Kyiv hingga tujuan operasi militernya tercapai.

Selain itu, lembaga pemikir yang berbasis di Washington, Center for Strategic and International Studies (CSIS), merilis data terbaru yang menunjukkan bahwa sejak perang skala penuh pecah pada Februari 2022, jumlah korban tewas, terluka, dan hilang dari kedua belah pihak telah melampaui 2 juta orang.

Menurut data tersebut, korban tewas, terluka, dan hilang di pihak Rusia diperkirakan mencapai sekitar 1,4 juta orang, jauh lebih tinggi dibandingkan Ukraina yang diperkirakan berkisar antara 525.000 hingga 625.000 orang.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Ketahui Jalan Kehidupan yang Dapat Menyelamatkan Anda dari Kesalahan yang Memakan Waktu Puluhan Tahun

Sebagian besar jalan memutar dalam hidup bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan, melainkan oleh kesalahan penilaian kecil yang dilakukan berulang kali.  Apa yang akan dibahas berikut...

Rahasia Membangun Kekayaan: Pelajaran dari Tiga Tokoh Besar dalam Sejarah Tiongkok

Kerja keras dapat menopang kehidupan. Namun, kerja keras jarang menghasilkan kekayaan atau harta besar dengan sendirinya. Perbedaan antara sekadar mencari nafkah dan membangun kekayaan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine