Lebih dari Sepekan Setelah Gempa Dahsyat di Venezuela: Ayah Selamatkan Putrinya, Cucu Selamatkan Neneknya

EtIndonesia.com Pada Kamis (2 Juli), lebih dari satu pekan telah berlalu sejak gempa bumi dahsyat mengguncang Venezuela. Hingga kini, hampir 50.000 orang masih dinyatakan hilang, sementara jumlah korban tewas meningkat menjadi 2.295 orang dan 11.267 orang lainnya mengalami luka-luka.

Sejumlah warga di daerah terdampak mempertanyakan lambatnya upaya penyelamatan pemerintah. Mereka mengatakan alat berat tidak tiba tepat waktu sehingga banyak warga terpaksa menggali reruntuhan dengan tangan kosong untuk mencari korban. Di saat yang sama, tim penyelamat masih terus melakukan pencarian di lokasi bencana.

Petugas penyelamat di lapangan mengakui bahwa setelah lebih dari satu minggu berlalu, peluang menemukan korban yang masih hidup semakin kecil.

Meski demikian, tim penyelamat dari negara bagian Florida, Amerika Serikat, dengan bantuan anjing pelacak dan peralatan khusus, masih terus menyisir bangunan-bangunan yang runtuh untuk mencari korban selamat.

Pada Rabu (1 Juli), ibu kota Venezuela, Caracas, menggelar upacara mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang para korban yang meninggal akibat gempa.

Gempa tersebut menyebabkan banyak bangunan di Caracas runtuh, meninggalkan trauma mendalam bagi para penyintas.

“Yang paling sulit saya lupakan adalah ketika saya pulang ke rumah untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Rumah saya dipenuhi bau yang menyengat, bau yang berasal dari tragedi di El Petunia. Sejak saat itu saya merasa rumah saya bukan lagi tempat yang aman. Saya takut untuk kembali,” ujar seorang mahasiswi Venezuela, Angelica Ramirez. 

Di wilayah La Guaira, salah satu daerah yang paling parah terdampak, sebuah pusat olahraga kini difungsikan sebagai tempat penampungan bagi para penyintas. Di sana beredar banyak kisah mengharukan tentang anggota keluarga yang saling menyelamatkan saat gempa terjadi.

Seorang penyintas bernama Quintana menceritakan bagaimana ia berusaha mati-matian 

“Saya mendorong tembok hingga roboh. Setelah tembok itu runtuh, saya menarik putri saya keluar. Awalnya saya tidak melihat luka-lukanya, tetapi kemudian saya menyadari bahwa salah satu sisi tubuhnya, mulai dari kaki hingga punggung, penuh luka. Itu benar-benar mengerikan,” katanya. 

Quintana mengatakan bahwa putrinya harus menjalani hampir 400 jahitan di rumah sakit. Beruntung, kini sang putri telah pulih dan berada di sisinya. Ia bahkan tampak ceria bermain petak umpet dengan kamerawan, seolah telah melupakan pengalaman mengerikan yang dialaminya.

Penyintas lainnya, Salazar, menceritakan bagaimana cucunya berhasil menyelamatkan dirinya saat gempa terjadi.

Ia mengatakan bahwa tanpa keberanian keluarganya yang mempertaruhkan nyawa untuk menolongnya, ia tidak akan bisa bertahan hidup hingga hari ini. Namun, ia juga mengkhawatirkan cucunya yang menyandang autisme dan kini kehilangan tempat tinggal, serta berharap sang cucu dapat melewati masa-masa sulit ini dengan selamat.

Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebanyak 6,8 juta orang kemungkinan terdampak oleh bencana gempa bumi tersebut.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Ketahui Jalan Kehidupan yang Dapat Menyelamatkan Anda dari Kesalahan yang Memakan Waktu Puluhan Tahun

Sebagian besar jalan memutar dalam hidup bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan, melainkan oleh kesalahan penilaian kecil yang dilakukan berulang kali.  Apa yang akan dibahas berikut...

Rahasia Membangun Kekayaan: Pelajaran dari Tiga Tokoh Besar dalam Sejarah Tiongkok

Kerja keras dapat menopang kehidupan. Namun, kerja keras jarang menghasilkan kekayaan atau harta besar dengan sendirinya. Perbedaan antara sekadar mencari nafkah dan membangun kekayaan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine