Teknologi Bola dan VAR di Piala Dunia FIFA 2026: Solusi Modern atau Sumber Malapetaka Baru?

Teknologi Video Assistant Referee  (VAR) membuat keputusan  dengan memanfaatkan teknologi pendeteksi sentuhan terbaru yang ditanamkan di dalam bola pertandingan Adidas.

EtIndonesia.com Teknologi VAR yang mulai digunakan sejak Piala Dunia 2018 kembali memicu perdebatan. Setelah menjadi kontroversial di beberapa liga dan kompetensi di berbagai belahan dunia, kini di Piala Dunia FIFA 2026 juga menjadi dosa teknologi yang merampok gol hingga mengubah nasib pertandingan.   

Ketika Cristiano Ronaldo dan timnas Portugal akan menghadapi Spanyol pada 7 Juli di babak 16 besar Piala Dunia. Banyak penggemar Kroasia menyoroti teknologi baru FIFA yang dianggap menjadi penyebab utama terciptanya laga semenanjung Iberia itu.

Portugal menghadapi Kroasia di babak 32 besar dan keluar sebagai pemenang dengan skor 2–1 setelah 90 menit pertandingan. Namun kemenangan terjadi berkat teknologi baru yang ditanamkan di dalam bola pertandingan, yang menyediakan data untuk membatalkan gol penyeimbang Kroasia pada detik-detik terakhir. Keputusan itu memicu kemarahan dan perdebatan luas di internet.

FIFA tetap bersikukuh atas keputusannya, dan bahkan membuat halaman khusus untuk menjelaskan teknologi baru tersebut serta tujuan penggunaannya.

Berikut beberapa hal yang perlu diketahui mengenai kontroversi  VAR :

Teknologi Bola Terhubung FIFA

Bola resmi FIFA, Adidas Trionda, dilengkapi sensor unit pengukuran internal (IMU) berfrekuensi 500 Hz untuk meningkatkan keadilan, transparansi, dan kecepatan dalam menentukan apakah seorang pemain berada dalam posisi offside atau melakukan handball yang berujung pada hukuman.

“Sensor ini menangkap data 500 kali per detik, melacak percepatan bola dan pergerakan rinci dalam tiga dimensi,” kata FIFA.

“Data  digunakan untuk menentukan kapan terjadi sentuhan pada bola, lalu informasi itu dikirim secara real-time ke ruang operasi video, tempat data tersebut digabungkan dengan data pelacakan pemain dari kamera stadion untuk membantu VAR (Video Assistant Referees).”

FIFA menambahkan bahwa teknologi itu mendukung sistem offside semi-otomatis dengan mengidentifikasi secara tepat titik tendangan—momen ketika pemain melakukan kontak dengan bola—sehingga keputusan offside dapat dibuat lebih cepat dan lebih akurat.

Teknologi ini telah melalui berbagai uji coba stadion pada 2020 dan 2022, serta serangkaian pengujian ketat menjelang Piala Dunia tahun ini.

Apa yang Terjadi pada Kroasia?

Insiden itu terjadi pada detik-detik terakhir masa tambahan waktu.

Kroasia melancarkan serangan terakhir untuk menyamakan kedudukan dan memaksa pertandingan melawan Portugal berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Bola dikirim ke depan oleh Ivan Perisic, melewati Igor Matanovic yang sedang berduel dengan bek Portugal, lalu memantul dari Mario Pasalic menuju Josko Gvardiol yang berhasil memasukkannya ke gawang.

Stadion Toronto langsung meledak dalam perayaan. Namun tak lama kemudian, bendera hakim garis terangkat. Offside. Gol dianulir.

Wasit di lapangan terlebih dahulu berkonsultasi dengan tim VAR. Ketika tayangan ulang video tidak memberikan kesimpulan yang pasti, mereka beralih ke bola pertandingan itu sendiri. Di dalam bola terdapat sensor yang mengirimkan sinyal setiap kali terjadi sentuhan.

Jika bola menyentuh Matanovic, maka Pasalic dianggap berada dalam posisi offside. Seorang pemain hanya dianggap offside jika tidak ada pemain lawan yang berada di depannya pada saat terakhir rekan setimnya menyentuh bola.

Pasalic masih berada dalam posisi onside ketika bola meninggalkan kaki Perisic. Namun saat bola mencapai Matanovic, posisi Pasalic sudah jauh melewati garis pertahanan Portugal. Jika terjadi sentuhan oleh Matanovic, maka Pasalic dianggap menerima umpan dari Matanovic, bukan dari Perisic.

Tayangan ulang video memperlihatkan bola tampak menyentuh rambut Matanovic sebelum memantul mengenai seorang pemain bertahan dan kemudian mencapai Pasalic.

Teknologi dalam bola pertandingan mencatat adanya sentuhan dari Matanovic, sehingga gol tersebut dianulir karena offside.

“Berdasarkan data yang diberikan oleh Connected Ball Technology yang terdapat di dalam Trionda produksi Adidas, bola resmi Piala Dunia FIFA, terbukti bahwa terjadi kontak dengan pemain Kroasia nomor 20, Igor Matanovic, dalam proses terciptanya gol melawan Portugal. Hal ini memungkinkan wasit untuk secara tepat menentukan adanya offside dan menganulir gol tersebut,” tegas FIFA dalam unggahan di platform X.

“Sensor IMU yang terdapat di dalam bola Trionda mampu mendeteksi kontak sekecil apa pun. Data tersebut ditampilkan kepada penonton dalam siaran melalui grafik ‘detak jantung’, sekaligus memberikan tingkat data yang belum pernah ada sebelumnya kepada para ofisial untuk membuat keputusan yang cepat dan akurat.”

Namun tayangan video juga menunjukkan bahwa bola tampak jauh lebih jelas memantul mengenai seorang pemain bertahan sebelum mencapai Pasalic. Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, dalam wawancara setelah pertandingan menegaskan bahwa sentuhan tersebut seharusnya membatalkan keputusan offside.

“Saya tidak percaya dengan apa yang baru saja saya lihat. Bola jelas mengenai kepala dia [Veiga]. Ini memalukan,” ujarnya.

Keputusan offside tersebut pada akhirnya dibuat oleh VAR yang bertugas mencocokkan waktu sentuhan dari data bola dengan tayangan video. Karena itu, VAR menjadi sasaran kritik dari para penggemar maupun legenda sepak bola.

“Saya benar-benar kesulitan memahami apa yang baru saja kami saksikan,” kata Jurgen Klopp, mantan bintang Piala Dunia Jerman.

“Kroasia mencetak gol pada menit-menit terakhir—sebuah momen penuh emosi—dan gol itu diambil begitu saja.”

“Saya sungguh tidak mengerti mengapa gol itu tidak disahkan,” tambahnya.

“Ketika keputusan sebesar ini diambil, semuanya harus benar-benar jelas. Yang ini terasa tidak tepat. Rasanya ada sesuatu yang dirampas dari para pemain, para penggemar, dan sepak bola itu sendiri. FIFA dan para wasit harus berbuat lebih baik. Saya benar-benar bersimpati kepada Kroasia—mereka pantas mendapatkan momen itu.”

Artikel ini terbit di The Epoch Times edisi bahasa Inggris

INSPIRASI ERABARU

Cara Memaksimalkan Liburan Anda

Liburan terbaik adalah liburan yang memberi Anda kenangan bahagia yang bertahan lama, meskipun diwarnai berbagai tantangan. Oleh Mike Donghia Liburan biasanya tidak datang sesering yang kita...

Ketahui Jalan Kehidupan yang Dapat Menyelamatkan Anda dari Kesalahan yang Memakan Waktu Puluhan Tahun

Sebagian besar jalan memutar dalam hidup bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan, melainkan oleh kesalahan penilaian kecil yang dilakukan berulang kali.  Apa yang akan dibahas berikut...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine