EtIndonesia.com Gelombang panas ekstrem telah memicu kebakaran hutan di sejumlah negara Eropa. Menurut Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa (European Forest Fire Information System/EFFIS), hingga tahun ini sekitar 57.000 hektare (sekitar 140.000 acre) lahan telah terbakar akibat kebakaran hutan.
Di wilayah timur laut, timur, dan selatan Spanyol, serangkaian kebakaran hutan telah menewaskan sedikitnya 12 orang, menyebabkan puluhan orang lainnya dilaporkan hilang, serta menghanguskan kawasan yang sangat luas.
Mobil-mobil hangus menjadi rangka
Di sebuah jalan pegunungan yang sunyi, tampak beberapa mobil yang telah meleleh akibat panas dan hanya menyisakan rangkanya. Bukit-bukit di sekitarnya juga tampak hangus terbakar.
Pada Sabtu (11 Juli), Garda Sipil Spanyol (Guardia Civil) mengonfirmasi bahwa kendaraan-kendaraan yang terbakar di lokasi kebakaran di Bédar merupakan mobil yang digunakan para korban ketika berusaha melarikan diri dari kebakaran hutan di wilayah Almería.
Salah satu kebakaran hutan paling mematikan dalam sejarah Spanyol
Pihak berwenang menyatakan bahwa kebakaran yang mulai terjadi pada Kamis (9 Juli) di daerah pegunungan Provinsi Almería, Spanyol selatan, merupakan salah satu kebakaran hutan paling mematikan dalam sejarah negara tersebut.
Hingga saat ini, kebakaran telah menyebabkan:
- 12 orang meninggal dunia;
- sedikitnya 23 orang masih dinyatakan hilang.
Di antara para korban:
- 4 orang ditemukan meninggal di dalam sebuah mobil;
- 8 korban lainnya ditemukan di sepanjang jalan yang hangus terbakar.
Ratusan petugas dikerahkan
Pemerintah Spanyol telah mengerahkan:
- lebih dari 500 petugas pemadam kebakaran dan personel tanggap darurat;
- 19 ahli dari tim pemadam kebakaran nasional untuk memadamkan api.
Namun, kobaran api menyebar dengan sangat cepat.
Pada Jumat (10 Juli), api dilaporkan menjalar hingga 15 kilometer hanya dalam waktu dua jam.
Akibatnya, sedikitnya 1.400 orang harus dievakuasi.
Upaya pemadaman masih berlangsung
Hingga Sabtu, para petugas pemadam kebakaran masih terus menyemprotkan air untuk mencegah api meluas.
Salah seorang warga terdampak, Jose Antonio Flores, mengatakan:
“Ini benar-benar menghancurkan hati. Hanya ini yang tersisa dari milik saya. Ya, benar. Saya pernah bekerja di sana. Anak saya dibesarkan di tempat yang kini dilalap api. Dulu saya memiliki 600 pohon jeruk.”
Lebih dari 6.600 hektare lahan terbakar
Pemerintah Spanyol menyatakan bahwa hingga saat ini sedikitnya 6.600 hektare (sekitar 16.300 acre) lahan telah hangus terbakar.
Sebelumnya, setelah gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa pada bulan Juni, sejumlah negara seperti: Portugal, Yunani, dan Prancis, juga mengalami kebakaran hutan pada awal Juli ini.
Laporan disusun oleh Tang Li, NTD Television.


