EtIndonesia.com Sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya untuk memperoleh kendali atas Greenland, pemerintah Denmark dan sebagian masyarakat Greenland menunjukkan penolakan terhadap gagasan itu.
Meskipun dalam beberapa waktu terakhir Trump tidak lagi secara terbuka membahas Greenland, masyarakat Denmark dinilai menyadari bahwa isu ini tidak dapat dihindari dan pada akhirnya harus dihadapi.
Pada 1 Agustus, media Denmark melaporkan bahwa sebuah lembaga pemikir terkemuka di Amerika Serikat menyarankan agar Denmark mengesampingkan rasa tidak suka terhadap Trump dan mempertimbangkan masa depan Greenland secara lebih pragmatis.
Peneliti Heritage Foundation: Denmark Perlu Berunding
Jurnalis senior Stéphanie Surrugue dari Danish Broadcasting Corporation (DR) melaporkan bahwa ia baru-baru ini mewawancarai Paul McCarthy, Peneliti Senior Bidang Eropa dan Kebijakan Luar Negeri di Heritage Foundation, salah satu lembaga pemikir konservatif terbesar di Amerika Serikat.
McCarthy berpendapat bahwa Denmark perlu mengesampingkan sikap emosional terhadap Trump dan memandang serius perundingan mengenai masa depan Greenland, karena menurutnya kepentingan Amerika Serikat terhadap wilayah tersebut tidak akan berubah.
Laporan tersebut menjelaskan bahwa Heritage Foundation telah memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap pemerintahan Trump, baik pada masa jabatan pertama maupun kedua, melalui analisis kebijakan, rekomendasi reformasi, serta masukan mengenai penunjukan pejabat pemerintah.
McCarthy mengatakan bahwa Denmark terlihat kurang menunjukkan kemauan untuk bernegosiasi dalam kelompok kerja tingkat tinggi yang melibatkan Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland.
Ia menyarankan:”Nasihat saya kepada para pemimpin dan rekan-rekan di Eropa adalah: kesampingkan reaksi emosional terhadap Trump, duduklah untuk berunding, dan lihatlah apa yang dapat dicapai melalui kerja sama.”
“Ancaman Sebenarnya adalah Pengaruh PKT dan Rusia”
McCarthy juga mengemukakan pandangannya mengenai tantangan yang dihadapi Greenland.
“Saat ini Greenland sebenarnya sedang menghadapi pengaruh dari sejumlah rezim yang menurut saya sangat bermasalah, seperti Partai Komunis Tiongkok dan Rusia di bawah kepemimpinan Vladimir Putin. Kita perlu mengubah keadaan ini dalam jangka panjang. Ini bukan hanya soal pangkalan militer, tetapi juga membangun ekonomi Greenland agar lebih kuat dan menarik lebih banyak investasi,” ujarnya.
Mengusulkan Investasi Jangka Panjang
Menurut McCarthy, Greenland membutuhkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
“Yang kita perlukan adalah pembangunan. Ada berbagai model yang dapat membantu mewujudkannya. Misalnya membentuk struktur perusahaan atau, dalam jangka panjang, dana investasi nasional yang mempertemukan pemerintah dan sektor swasta untuk melakukan investasi jangka panjang di Greenland,” ujarnya.
“Jangan Terlalu Lama Menunggu”
McCarthy memperingatkan bahwa Barat tidak boleh menunda investasi di Greenland.
Ia mengatakan: “Jika kita terus menunggu, PKT akan menjadi investor yang dominan, suka ataupun tidak.”
Ia menambahkan: “Karena itu, saya menyerukan kepada Kopenhagen: mari mulai bertindak dan mulai bekerja. Tujuan kita harus menjadikan Greenland sebagai bagian dari proyek trans-Atlantik Barat, bukan proyek yang didominasi PKT.”
Ia juga menyatakan: “PKT tidak akan melewatkan Eropa, dan juga tidak akan melewatkan Greenland. Saya berharap kenyataannya tidak demikian, tetapi mereka terus bergerak maju.”
Kekayaan Mineral Menjadi Perhatian
Menurut McCarthy, salah satu alasan utama ketertarikan PKT terhadap Greenland adalah potensi sumber daya mineral yang berada di bawah lapisan es.
Ia mengatakan:”PKT sangat ingin memperoleh akses terhadap sumber daya logam tanah jarang yang berada di bawah lapisan es. Mungkin mereka belum dapat menambangnya sekarang, tetapi mereka sangat ingin terlibat. Hal itu sangat jelas.”
Ia menambahkan bahwa ancaman tersebut merupakan tantangan jangka panjang, sehingga negara-negara Barat tidak boleh menunggu hingga situasinya menjadi lebih buruk.
Soal Kedaulatan Greenland
Salah satu isu yang paling menjadi perhatian masyarakat Denmark dan Greenland adalah masalah kedaulatan wilayah.
McCarthy berpendapat:”Apapun yang terjadi, masa depan Greenland akan dibangun melalui kerja sama. Siapa pun yang memiliki kedaulatan atau kendali resmi nantinya, jika Denmark tetap mempertahankan kendali atas Greenland, menurut saya itu juga tidak menjadi masalah.”
Ia juga mengatakan bahwa dirinya tidak mendukung gagasan menjadikan Greenland sebagai salah satu negara bagian Amerika Serikat.
Menurutnya:”Menurut saya gagasan itu tidak masuk akal. Amerika Serikat tidak membutuhkan negara bagian tambahan, dan Kongres kemungkinan besar juga tidak akan menyetujuinya.”
Kedaulatan dan Keamanan Nasional
McCarthy menegaskan bahwa persoalan Greenland berkaitan erat dengan keamanan nasional.
“Kedaulatan negara dan keamanan nasional saling berkaitan. Greenland berada di Belahan Barat dan kawasan Arktik. Ini bukan pertama kalinya Amerika Serikat berusaha memperoleh Greenland. Bahkan, ini merupakan upaya keempat sejak masa Perang Saudara Amerika. Isu ini selalu ada karena Greenland letaknya sangat dekat dengan Amerika Serikat,” katanya.
Laporan disusun oleh Jin Hong / Editor: Lin Qing – NTDTV.com


