EtIndonesia.com Pada 26 Agustus 2026, banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah perbatasan Nepal–Tibet. Video yang beredar di internet memperlihatkan derasnya banjir yang menghancurkan desa, jembatan, jalan, serta berbagai infrastruktur.
Menurut laporan terbaru, jumlah korban tewas di Nepal terus bertambah. Polisi Nepal menyebut 177 orang telah ditemukan tewas, sementara 826 orang masih hilang. Selain itu, 644 wisatawan juga masih belum diketahui keberadaannya. Di sisi lain, media Tiongkok melaporkan bahwa di wilayah Tibet terdapat 3 orang tewas dan 558 orang hilang.
Polisi Nepal: Korban tewas meningkat menjadi 177 orang
Menurut keterangan terbaru Kepolisian Nepal, sebanyak 177 jenazah telah ditemukan dari wilayah yang dilanda banjir dan tanah longsor. Sebanyak 33 orang sedang menjalani perawatan, sementara 3.318 personel kepolisian telah dikerahkan untuk operasi penyelamatan.
Dewan Pariwisata Nepal mengatakan 644 wisatawan masih hilang. Di antaranya sekitar:
- 178 warga India
- 127 warga Nepal
- 53 warga Ukraina
- 51 warga Malaysia
- 65 warga Amerika Serikat
- 35 warga Australia
- 33 warga Inggris
Gajah Membantu Menyelamatkan Manusia dari Banjir
Sebuah video yang dibagikan pengguna di platform X memperlihatkan seekor gajah membantu menyelamatkan seseorang di tengah banjir di Nepal.
Badan Manajemen Risiko Bencana Nepal: 165 jenazah ditemukan


Pada 27 Agustus 2026, banjir bandang melanda kawasan Devighat di Kotamadya Bidur, Distrik Nuwakot, Nepal, dan menenggelamkan rumah-rumah dalam endapan lumpur. (Prabin RANABHAT / AFP via Getty Images/NTDTV.com


Menurut BBC, Badan Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nepal (NDRRMA) mengatakan telah menemukan 165 jenazah dari wilayah yang terdampak banjir. Proses identifikasi korban masih berlangsung.
Beberapa jam sebelumnya, polisi Nepal menyebut jumlah korban tewas mencapai 162 orang.
USGS: Tidak terjadi gempa bumi
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan bahwa bencana tersebut bukan disebabkan oleh gempa bumi.
Setelah menganalisis lebih lanjut data dari stasiun pemantauan gempa, gelombang seismik berperiode panjang, serta citra satelit, USGS menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut sebenarnya berkaitan dengan runtuhan gletser dan tanah longsor, bukan gempa.
Para ilmuwan masih menyelidiki secara tepat urutan kejadian yang menyebabkan bencana tersebut.
Amerika Serikat memberikan bantuan US$500 ribu
Amerika Serikat berkomitmen memberikan US$ 500.000 (Rp8,86 miliar) untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir, termasuk penyediaan tempat penampungan darurat, air minum, fasilitas sanitasi, dan kebutuhan bantuan lainnya.
Departemen Luar Negeri AS menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta masyarakat Nepal yang terdampak.
Dilaporkan, sedikitnya 54 warga Amerika Serikat hilang, sebagian besar merupakan wisatawan.
Korban tewas 165 orang, total orang hilang mencapai 1.384
Media pemerintah Tiongkok pada 27 Agustus melaporkan bahwa tanah longsor di Kabupaten Gyirong, Tibet, telah menyebabkan 3 orang tewas dan 558 orang hilang, termasuk 260 warga negara asing.
Sementara itu, NDRRMA Nepal mengatakan 826 orang masih hilang setelah banjir. Mereka terdiri dari personel keamanan, wisatawan, dan warga biasa.
Jumlah wisatawan yang hilang dilaporkan mencapai lebih dari 529 orang. Sebelumnya Nepal menyebut sekitar 579 wisatawan hilang, termasuk 466 warga negara asing.
Polisi Nepal: Korban tewas mencapai 162 orang
Menurut polisi Nepal, jumlah korban tewas telah mencapai 162 orang. Sebanyak 64 jenazah ditemukan di wilayah hilir Kabupaten Chitwan. Ratusan orang masih belum ditemukan, termasuk 28 polisi.
Chitwan merupakan kawasan wisata terkenal yang populer untuk kegiatan safari dan petualangan di hutan. Seiring naiknya permukaan air, Chitwan dan sejumlah wilayah lainnya dinyatakan berada dalam kondisi siaga tinggi.
Rubio: Kami berdoa bersama rakyat Nepal
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan dukungan kepada masyarakat Nepal yang terdampak banjir besar. Ia mengatakan Departemen Luar Negeri AS siap memberikan bantuan kemanusiaan yang diperlukan kepada pemerintah Nepal.
Menurut data Dewan Pariwisata Nepal yang telah dikonfirmasi polisi, 54 wisatawan Amerika diketahui hilang.
Amerika Serikat juga mengeluarkan peringatan terkait kondisi cuaca di wilayah Nepal yang terdampak.
India mengirim 10 ton bantuan ke Nepal
Seorang pejabat pemerintah India mengatakan bahwa India telah mengirim 10 ton bantuan ke Nepal untuk membantu penanganan keadaan darurat.
Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan masyarakat yang terdampak, serta menyatakan bahwa India berdiri bersama Nepal dalam menghadapi bencana tersebut.
Operasi pencarian dan penyelamatan berlanjut sepanjang malam
Kantor Perdana Menteri Nepal mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan oleh militer akan terus dilakukan sepanjang malam.
Sebanyak 1.697 personel telah dikerahkan, sementara 656 lainnya dalam status siaga. Pada hari itu, enam helikopter militer menyelamatkan 94 orang, lima helikopter sipil menyelamatkan 12 orang, dan tim penyelamat di darat menyelamatkan 27 orang.
Sekitar 800 kilogram tenda dan 200 kilogram perlengkapan medis juga telah dikirim ke daerah terdampak.
Apakah gempa menyebabkan longsor? USGS: Justru longsoran menghasilkan getaran
Menurut BBC, laporan awal dari Nepal menyebut kemungkinan gempa memicu runtuhan es dan longsor yang kemudian menyebabkan banjir besar.
Namun, analisis lebih lanjut USGS menunjukkan bahwa energi seismik tersebut kemungkinan justru dihasilkan oleh longsoran itu sendiri.
Hujan atau pencairan gletser dapat membuat tanah maupun lapisan es menjadi tidak stabil. Namun para ilmuwan mengatakan masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa perubahan iklim secara langsung menyebabkan pencairan gletser di kawasan Hindu Kush–Himalaya yang kemudian memicu bencana ini.
Peneliti hidrologi Imperial College, Martha Day, mengatakan bahwa di wilayah Nepal yang curam, bergunung-gunung, dan banyak tertutup gletser, berbagai jenis bencana dapat terjadi secara berantai. Satu bencana dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya bencana lainnya.
Para ilmuwan kini memeriksa citra satelit untuk mengetahui lokasi pasti longsor, kemungkinan adanya danau gletser yang tiba-tiba mengering, titik-titik sungai yang mungkin tersumbat, serta data curah hujan terbaru.
54 Warga AS Hilang
Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya mengetahui adanya warga Amerika yang terdampak banjir dan terus memantau perkembangan situasi.
Kedutaan Besar AS di Nepal bekerja sama dengan agen perjalanan dan pemerintah daerah untuk membantu warga Amerika yang berada di wilayah terdampak.
Menurut data Dewan Pariwisata Nepal yang telah dikonfirmasi polisi, 54 wisatawan Amerika masih hilang.
Polisi Nepal: 157 orang tewas
Menurut unggahan Kepolisian Nepal di platform X, banjir dan longsor mendadak tersebut telah menyebabkan sedikitnya 157 orang tewas, sementara sedikitnya 41 orang dirawat di rumah sakit. Ratusan orang lainnya masih belum ditemukan.
579 wisatawan hilang, 466 berasal dari 28 negara
Data terbaru polisi Nepal menunjukkan 579 wisatawan hilang.
Dari jumlah tersebut, 466 merupakan warga negara asing dari 28 negara, termasuk:
- 54 warga Amerika Serikat
- 33 warga Inggris
Tiongkok: 3 tewas dan 265 hilang di Tibet
Media pemerintah Tiongkok melaporkan bahwa hingga pukul 20.00 waktu setempat, tanah longsor di Kabupaten Gyirong, Tibet, menyebabkan 3 orang tewas dan 265 orang hilang. Operasi penyelamatan masih berlangsung.
Perdana Menteri Nepal: Terkejut dan berduka
Perdana Menteri Nepal Balendra Shah mengatakan dirinya sangat terpukul oleh banjir bandang yang terjadi secara tiba-tiba.
Ia menyatakan bahwa bencana tersebut datang tanpa diduga dan memiliki skala yang sangat besar. Pemerintah Nepal telah mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk operasi penyelamatan.
Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban dan keluarga mereka.
Jalur banjir dibagikan oleh warganet
Sebuah akun X bernama Weather Monitor membagikan ilustrasi yang menjelaskan jalur banjir di wilayah perbatasan Nepal–Tibet.
Laporan awal menyebut bahwa gempa berkekuatan 4,4 magnitudo di sisi Tibet memicu runtuhan es dalam skala besar, yang kemudian menyebabkan banjir di Sungai Bhote Koshi di Nepal.
Dewan Pariwisata Nepal: 403 orang hilang
Dewan Pariwisata Nepal sebelumnya melaporkan 403 orang masih hilang, terdiri dari:
- 61 warga Nepal
- 341 warga asing dari 26 negara
Di antara warga asing tersebut terdapat 133 warga India, 47 warga Amerika, dan 33 warga Inggris.
Menurut informasi dari perusahaan perjalanan, sebagian besar penumpang sedang menuju Danau Manasarovar, yang berada di dekat perbatasan Nepal–India/Tibet dan merupakan tujuan ziarah penting.
Bencana terjadi saat musim ziarah
Nepal merupakan tujuan populer bagi pendaki, wisatawan trekking, serta umat Hindu dan Buddha yang melakukan ziarah. Setiap tahun ribuan orang datang ke berbagai tempat suci di Nepal.
Di sisi Tibet, Gunung Kailash (Gang Rinpoche) juga merupakan tujuan ziarah yang sangat populer. Saat ini merupakan musim ramai perjalanan ziarah. Dari Kathmandu, perjalanan menuju Gunung Kailash dapat memakan waktu sekitar 10 hari.
Ribuan orang melintasi perbatasan Nepal menuju Tibet untuk melakukan ziarah. Pos perbatasan Gyirong merupakan salah satu jalur yang biasa digunakan para peziarah.
Polisi Nepal awalnya melaporkan 95 orang tewas
Menurut laporan AFP dan Reuters, polisi Nepal sebelumnya menyebut jumlah korban tewas akibat banjir mencapai 95 orang, meningkat tajam dari angka sebelumnya, yaitu 31 orang.
Kedutaan negara-negara Eropa dan Australia keluarkan imbauan
Kedutaan Inggris, Australia, Finlandia, Prancis, Norwegia, Swiss, serta delegasi Uni Eropa di Nepal meminta warga mereka untuk mengikuti arahan pemerintah setempat dan informasi keselamatan resmi di wilayah terdampak.
Mereka menyatakan keprihatinan mendalam atas banjir dahsyat yang melanda wilayah Rasuwa, Nuwakot, dan sekitarnya.




Sebanyak 114 orang telah diselamatkan
Menurut media lokal, polisi Nepal mengatakan 114 orang telah berhasil diselamatkan dari kawasan Sungai Bhote Koshi di Rasuwa.
Militer Nepal menggunakan berbagai penerbangan untuk menyelamatkan lebih dari 80 orang, sementara 29 orang lainnya diselamatkan oleh sejumlah perusahaan helikopter swasta.
Kedutaan AS berupaya mencari warga yang hilang
Kedutaan Besar AS di Nepal mengatakan sedang berusaha menemukan warga AS yang mungkin terdampak bencana.
Pada tahap awal, sedikitnya tiga warga Amerika dilaporkan hilang akibat banjir bandang tersebut.
Kedutaan AS menyebut komunikasi di wilayah Rasuwa yang terdampak masih terputus dan meminta warga Amerika menghindari daerah bencana.
Banjir bandang Nepal: 384 wisatawan hilang
Banjir melanda Rasuwa, wilayah di utara Kathmandu, pada Rabu pagi, 26 Agustus. Pada awalnya dilaporkan bahwa banjir terjadi akibat sejumlah besar salju yang mencair dan mengalir ke Sungai Bhote Koshi.
BBC melaporkan operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan di kedua sisi perbatasan Tibet–Nepal. Sebanyak 12 orang telah berhasil diselamatkan.
Dewan Pariwisata Nepal mengatakan hampir 400 wisatawan hilang, termasuk warga negara India, Australia, Belanda, Afrika Selatan, Inggris, dan Malaysia.
Menurut catatan awal dari perusahaan perjalanan, 384 wisatawan hilang, terdiri dari:
- 291 warga negara asing
- 93 warga Nepal
Selain itu, 13 personel polisi bersenjata dari dua pos di wilayah Rasuwa dilaporkan hilang, sementara puluhan polisi lainnya tidak dapat dihubungi.
Jalan, jembatan, jaringan komunikasi, dan fasilitas pembangkit listrik tenaga air mengalami kerusakan parah. Jalan utama menuju Kathmandu juga ditutup.
Tiongkok juga mengalami kerugian besar
Media pemerintah Tiongkok melaporkan bahwa sekitar pukul 10.30 pada 26 Agustus, tanah longsor di sisi Nepal menyebabkan korban jiwa dan orang hilang di Pos Perbatasan Gyirong, Kota Shigatse, Tibet.
Pengamatan menggunakan drone menunjukkan beberapa bangunan di pos perbatasan tersebut tertimbun material longsor.
Menurut laporan BBC, Menteri Luar Negeri Nepal Shishir Khanal mengatakan di parlemen bahwa berdasarkan informasi awal, gempa terjadi sekitar pukul 08.37 waktu setempat. Gempa tersebut diduga memicu longsoran salju dan kemudian banjir bandang. Namun, tim penyelamat masih memverifikasi informasi tersebut.
Ia mengatakan Nepal bukan satu-satunya pihak yang mengalami kerugian besar; Tiongkok juga terdampak parah. Nepal sedang berkoordinasi dengan pihak Tiongkok untuk menangani bencana.
Saat itu dilaporkan 26 polisi, 9 polisi bersenjata, dan 44 tentara Nepal hilang. Pejabat bea cukai dan imigrasi juga dilaporkan hilang.
Tahun lalu, wilayah Rasuwa juga mengalami banjir mematikan yang menewaskan 18 orang. Banjir tersebut disebabkan oleh runtuhnya gletser di sisi Tiongkok.
Para pejabat mengatakan bahwa skala bencana kali ini jauh lebih besar dibandingkan banjir tahun lalu.
Dilaporkan dan diterjemahkan oleh Jin Hong / Editor Li Quan


