Menyaksikan Banjir Menelan Rumah, Kisah Pria Nepal Tersangkut di Pohon Mangga dan Beruntung Diselamatkan

EtIndonesia.com  New Tang Dynasty (NTD) melaporkan bahwa padai 26 Agustus pagi, wilayah perbatasan Nepal–Tibet dilanda banjir dan longsor lumpur yang menyebabkan banyak korban tewas, terluka, dan hilang.

Saat kejadian, seorang pria Nepal sedang bekerja ketika tiba-tiba terseret banjir. Dalam situasi yang sangat berbahaya, ia berhasil tersangkut di sebuah pohon mangga, sehingga lolos dari maut.

Menurut laporan resmi pemerintah Nepal pada 27 Agustus, jumlah korban meninggal akibat banjir telah meningkat menjadi 165 orang, sementara 826 orang lainnya masih hilang. Sementara itu, pemerintah Tiongkok melaporkan bahwa bencana tersebut telah menyebabkan 3 orang meninggal dan 558 orang kehilangan kontak.

Menurut laporan Reuters pada 26 Agustus, seorang pekerja Nepal berusia 24 tahun bernama Bibek Kumal berada di kota hilir Bidur, dekat perbatasan Nepal–Tibet, ketika bencana terjadi. Ia sedang menggali lubang untuk toilet di luar sebuah rumah yang baru dibangun.

Tanpa diduga, air banjir bercampur lumpur dan batu-batu besar tiba-tiba datang menerjang dari arah hulu, menyeret Kumal dan segala sesuatu di sekitarnya.

Kumal mengatakan bahwa ia tiba-tiba mendengar suara gemuruh. Empat rekan kerjanya yang berada di atas lubang sedalam sekitar 1,5 meter berteriak agar ia segera keluar dan menyelamatkan diri. Ketika ia berusaha memanjat keluar, keempat rekannya sudah melarikan diri.

Kumal mengenang bahwa ia mulai berlari ke depan. Tak lama kemudian, dinding air seperti gempa bumi datang menerjang dengan suara gemuruh. Arus deras yang membawa lumpur dan puing-puing menyeretnya ke arah hilir.

“Untungnya, saya tersangkut di sebuah pohon mangga. Kalau tidak ada pohon mangga itu, saya pasti sudah terseret dan tenggelam sampai mati,” katanya.

Kumal mengatakan bahwa ia berpegangan erat pada pohon mangga sambil menunggu pertolongan di tengah banjir. Dari sana, ia bahkan menyaksikan dengan mata kepala sendiri rumah yang baru saja dikerjakannya ditelan banjir.

Tak lama kemudian, polisi tiba dan menyelamatkan Kumal. Namun, kaki kanannya sebelumnya telah dihantam arus banjir dan kemudian terkena batu besar sehingga mengalami cedera. Saat ini ia masih menjalani perawatan di rumah sakit setempat.

Ia mengatakan rumah keluarganya yang berada di lokasi lain beruntung tidak terkena dampak dan tidak mengalami kerusakan.

Tiga orang lainnya yang terluka dalam banjir juga dirawat bersama Kumal. Sementara itu, lebih banyak korban luka telah dibawa ke ibu kota Kathmandu untuk mendapatkan perawatan.

Di tempat tidur rumah sakit yang berseberangan dengan Kumal, seorang gadis berusia 11 tahun bernama Rihana Lamichhane juga berhasil lolos dari maut.

Ia mengatakan sekolahnya diliburkan akibat bencana. Ketika sedang menyeberangi sungai dalam perjalanan pulang, banjir bandang tiba-tiba terjadi, menyebabkan cedera pada bagian dada dan kakinya.

Sementara itu, Kalpana Malla, seorang penyintas dari Distrik Nuwakot, Nepal, mengatakan kepada BBC:

“Keluarga saya terseret banjir tepat di depan mata saya… Mereka sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri. Banjir ini membawa semuanya pergi. Saya dan anak saya baru bisa bertahan hidup setelah memanjat ke atas atap rumah.”

INSPIRASI ERABARU

Bagaimana Topi Biasa Menjadi Simbol Jabatan dalam Sejarah Tradisional Tiongkok

Topi kasa hitam pada awalnya hanyalah penutup kepala sehari-hari yang dikenakan baik oleh rakyat biasa maupun para juru tulis. Dibutuhkan waktu sekitar seribu tahun—serta...

3 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Otak yang Hanya Membutuhkan Beberapa Menit Sehari

Banyak orang paruh baya dan lanjut usia mulai mengenali momen-momen kecil yang menimbulkan keraguan. Anda hendak keluar rumah, tetapi tidak menemukan kunci. Sebuah nama...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine