EtIndonesia.com Pemerintahan Donald Trump terus memperketat kebijakan imigrasi. Kini muncul penyesuaian baru. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan bahwa wawancara visa imigran di berbagai negara di seluruh dunia akan dihentikan sementara atau dijadwalkan ulang, karena para pejabat konsuler harus mengikuti pelatihan baru mengenai pemeriksaan visa. Pemohon yang sebelumnya sudah memiliki jadwal wawancara juga mulai menerima pemberitahuan penundaan.
Departemen Luar Negeri AS baru-baru ini menyatakan bahwa program pelatihan telah dimulai di berbagai kedutaan dan konsulat AS di seluruh dunia. Para pejabat konsuler akan mendapatkan pelatihan pemeriksaan visa yang lebih mendalam.
Sederhananya, pemeriksaan terhadap pemohon akan dilakukan dengan lebih ketat untuk memastikan bahwa setelah datang ke AS, mereka tidak terlalu bergantung pada tunjangan pemerintah dan menjadi apa yang disebut sebagai “beban publik” (public charge).
Pengacara dari California Selatan, Liu Longzhu, mengatakan: “Yang datang semuanya malah menjadi beban, bukan? Banyak anak yang merawat orang tua, tetapi orang tua masih bisa menerima uang dari pemerintah AS. Orang tua menikmati fasilitas Amerika, anak-anak juga menikmati fasilitas Amerika, tetapi uang yang digunakan adalah uang orang lain. Bukankah begitu?”
Tokoh media senior Fang Wei menjelaskan bahwa jika keberadaan seorang warga asing di AS dianggap merugikan kepentingan Amerika, pemerintah dapat menolak masuknya orang tersebut.
Menurutnya, istilah “merugikan kepentingan Amerika” pada dasarnya dapat diterjemahkan menjadi persoalan “beban publik”. Jika seseorang datang ke AS tetapi tidak mampu menghidupi dirinya sendiri, sementara pihak yang mensponsori kedatangannya juga tidak mampu memberikan dukungan finansial, orang tersebut kemungkinan akan bergantung pada bantuan sosial dan akhirnya dianggap merugikan kepentingan AS.
Jadwal wawancara yang sudah ada juga terdampak
Penyesuaian ini secara langsung berdampak pada pemohon yang sebelumnya sudah mendapatkan jadwal wawancara.
Menurut laporan, sebagian pemohon telah menerima pemberitahuan dari kedutaan atau konsulat bahwa wawancara visa imigran mereka dibatalkan atau ditunda. Jadwal baru akan diberikan kemudian, sementara Departemen Luar Negeri AS belum menjelaskan berapa lama penyesuaian ini akan berlangsung.
Lalu, siapa saja yang paling terdampak oleh penghentian sementara wawancara visa imigran di seluruh dunia ini?
Menurut analisis, salah satu kelompok utama adalah imigran berbasis keluarga dan imigran melalui program lotere visa.
Fang Wei mengatakan: “Jadi, yang pada dasarnya terkena dampak kali ini adalah imigrasi berbasis keluarga ditambah imigrasi melalui lotere. Imigrasi berbasis keluarga mencapai 65%, sedangkan lotere 6%. Artinya sekitar 71% dari jumlah imigran menjadi bagian dari penghentian sementara global yang diberlakukan Trump kali ini.”
Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut bukan larangan permanen, melainkan penghentian sementara proses visa imigran. Tujuannya adalah memperlambat arus imigran legal ke AS, khususnya imigran berbasis keluarga dan imigran melalui lotere.
Pada saat yang sama, kebijakan tersebut juga dimaksudkan untuk mengirimkan pesan kepada orang-orang di seluruh dunia yang ingin berimigrasi ke AS bahwa orang yang miskin, tidak memiliki cukup uang, atau tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan akan menghadapi hambatan lebih besar.
Menurut Fang Wei, hal ini memiliki makna yang serupa dengan kebijakan pembatasan terhadap 75 negara.
Kebijakan imigrasi Trump menghadapi tantangan hukum
Sebelum penyesuaian terhadap wawancara visa imigran secara global ini diumumkan, kebijakan imigrasi pemerintahan Trump juga menghadapi tantangan hukum.
Pekan lalu, pengadilan federal AS memblokir salah satu kebijakan yang diluncurkan pemerintahan Trump pada Januari tahun ini.
Pada 21 Agustus, seorang hakim memutuskan bahwa kebijakan menangguhkan permohonan visa imigran dari 75 negara telah melampaui kewenangan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Hakim juga memerintahkan agar keputusan penolakan visa yang dibuat berdasarkan kebijakan tersebut dibatalkan.
Namun, putusan itu hanya berkaitan dengan visa imigran dan tidak mencakup visa non-imigran, seperti visa turis dan visa pelajar.
Laporan: Yi Xin dan Qiu Yue, NTD Television


