Terjepit Tekanan Data dan Orang Tua di ICU, Mahasiswa S3 Southern Medical University Akhiri Hidup 

EtIndonesia.com Pada 15 September, beredar kabar bahwa seorang mahasiswa kedokteran program delapan tahun yang menempuh pendidikan terintegrasi dari sarjana, magister hingga doktoral di Southern Medical University, Tiongkok meninggal dunia setelah jatuh dari gedung di dalam kampus. 

Menurut informasi yang beredar di internet, mahasiswa tersebut tiba-tiba mengalami masalah besar dalam keluarganya, sekaligus menghadapi tekanan berat dari perkuliahan, penelitian, dan pekerjaan. Setelah kejadian tersebut, sejumlah mahasiswa meletakkan bunga untuk mengenangnya, sementara mahasiswa lainnya mengungkapkan rasa duka melalui internet.

Menurut informasi yang disampaikan oleh teman-teman mahasiswa doktoral tersebut, keluarganya mengalami musibah besar. Ayahnya mengalami kecelakaan lalu lintas pada Juli dan sejak itu menjalani perawatan di ICU rumah sakit. Ibunya juga masuk ICU karena sakit.

Ia kemudian meminta izin kepada dosennya untuk pulang merawat kedua orang tuanya, tetapi dosen pembimbing hanya memberinya cuti selama tiga hari. Ia juga disebut diminta merekam dan mengumpulkan data setiap hari hingga dini hari. Jika data belum selesai dikumpulkan, dosen pembimbing tidak mengizinkannya melakukan presentasi proposal penelitian doktoral. Pada saat yang sama, mahasiswa doktoral tersebut juga harus bekerja di rumah sakit.

Informasi lainnya menyebutkan bahwa ayahnya meninggal dunia sehari sebelumnya, sedangkan hari itu merupakan jadwal presentasi proposal tesis/disertasi kelulusannya. Setelah mengalami penghinaan dari dosen pembimbing, ditambah kesedihan mendalam dan tekanan yang sangat berat, mahasiswa tersebut akhirnya memilih mengakhiri hidupnya.

Menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut, dosen pembimbing mahasiswa doktoral itu adalah Wang Wenjian, dari Departemen Nefrologi sebuah rumah sakit provinsi. Setelah kejadian tersebut, dosen pembimbing itu disebut hanya mendapat sanksi berupa pencabutan hak untuk menerima mahasiswa baru pada tahun depan.

Foto-foto yang beredar di internet menunjukkan bahwa di bawah gedung telah diletakkan sejumlah karangan bunga sebagai ungkapan belasungkawa.

Warganet berkomentar:

“Kedua orang tuanya sama-sama berada di ICU, tetapi izin hanya diberikan tiga hari. Setiap hari masih harus mengumpulkan data hingga dini hari, kalau tidak selesai tidak diperbolehkan mengajukan proposal, sementara dia juga bekerja di rumah sakit.”

“Adik tingkat ini benar-benar terlalu berat bebannya.”

“WJK ini benar-benar tidak menganggap manusia sebagai manusia.”

Warganet lainnya mengungkapkan keprihatinan:

“Kalau dipikir-pikir, seorang mahasiswa Universitas Kedokteran Selatan yang sudah menghadapi kehidupan begitu sulit, ditambah beban akademik yang berat dan kabar duka, akhirnya karena terlalu terpukul memilih naik ke jendela dan mengakhiri hidupnya.”

Informasi publik menunjukkan bahwa Wang Wenjian merupakan profesor, dokter kepala, serta pembimbing mahasiswa magister di Departemen Nefrologi Rumah Sakit Rakyat Provinsi Guangdong. Ia saat ini menjabat sebagai sekretaris Partai Komunis Tiongkok di Departemen Nefrologi rumah sakit tersebut dan wakil direktur Divisi Nefrologi II. Ia juga menjabat sebagai wakil ketua Komite Pemuda Perhimpunan Nefrologi Guangdong, serta sejumlah posisi lainnya.

Kabar mengenai dosen pembimbing Universitas Kedokteran Selatan yang mengeksploitasi mahasiswa serta memperlakukan mahasiswa secara tidak manusiawi sebelumnya telah memicu kontroversi di internet.

Sebuah percakapan grup yang diduga berasal dari Rumah Sakit Zhujiang, Universitas Kedokteran Selatan, tersebar di internet. Dalam grup tersebut, seorang tenaga medis menulis:

“Kecuali ada orang yang meninggal di keluarga kalian, mulai sekarang jangan meminta izin mendadak kepada saya.”

Dalam tangkapan layar lainnya, tenaga medis yang diduga sama juga menulis di grup pada Juli:

“Tolong jangan sembarangan meminta izin atau menukar jadwal kerja. Terlebih lagi, jadwal kerja tidak mungkin disusun berdasarkan kebutuhan pribadi. Kecuali ada anggota keluarga yang meninggal, pekerjaan penting, atau keadaan darurat khusus yang tidak terduga.”

Dilaporkan berdasarkan berbagai sumber oleh reporter Li Li / Lin Qing

INSPIRASI ERABARU

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

Mid Autumn dalam Syair: Bagaimana Para Penyair Timur dan Barat Menemukan Inspirasi dari Pergantian Musim

Dari Danau Dongting yang diterangi cahaya bulan dalam puisi Li Bai hingga angin barat yang liar dalam karya Shelley, para penyair selama berabad-abad di...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine