EtIndonesia.com Baru seminggu sejak sekolah-sekolah di daratan Tiongkok kembali dibuka, tetapi Flu A H3N2 sudah merebak dengan cepat. Di sejumlah sekolah dasar, sekolah menengah, dan taman kanak-kanak di Shanghai, terjadi wabah Flu A secara berkelompok. Di beberapa kelas, sekitar setengah siswa tidak masuk sekolah karena sakit. Sejumlah kelas juga diberitahukan untuk menjalani isolasi di rumah sesuai ketentuan. Seorang warganet berkomentar, “Apakah kita kembali ke era belajar daring?”
Menurut laporan Qianjiang Evening News, tak lama setelah tahun ajaran baru dimulai, sejumlah kelas di Shanghai diberitahukan untuk menjalani isolasi di rumah. Salah seorang orang tua di Shanghai mengunggah pertanyaan di media sosial:
“Sebenarnya bagaimana kondisi Flu A di Shanghai? Pagi-pagi sekali saya diberi tahu bahwa seluruh kelas harus menjalani isolasi. Sore harinya saya mengetahui bahwa setengah dari anak-anak tidak masuk sekolah karena sakit.”


Media melaporkan bahwa setelah sekolah kembali dibuka pada September, sejumlah sekolah dasar, sekolah menengah, dan taman kanak-kanak di Distrik Baoshan, Huangpu, serta beberapa wilayah lain di Shanghai secara berturut-turut mengalami wabah penyakit secara berkelompok. Kasus terutama didominasi Flu A H3N2, disertai Flu B galur Victoria. Anak-anak taman kanak-kanak dan siswa kelas rendah sekolah dasar merupakan kelompok yang paling rentan tertular.
Jumlah pasien flu yang berobat ke Rumah Sakit Anak Shanghai meningkat secara signifikan. Di antara pasien anak yang dirawat inap, kasus influenza mencapai sekitar sepertiga dari kapasitas tempat tidur rumah sakit.
Situasi serupa tidak hanya terjadi di Shanghai. Hangzhou, Provinsi Zhejiang, juga mengalami kondisi yang sama.
Putri Li, seorang warga Hangzhou, sedang duduk di kelas tiga sekolah dasar. Baru satu minggu setelah masuk sekolah, Li menerima pesan singkat dari pihak sekolah yang memberitahukan bahwa jumlah siswa yang sakit dan tidak masuk sekolah telah mencapai proporsi yang ditetapkan.
Berdasarkan persyaratan dari departemen pengendalian penyakit, seluruh siswa di kelas tersebut dihentikan sementara kegiatan belajarnya. Penangguhan berlangsung dari 11 hingga 14 September, dan siswa dijadwalkan kembali ke sekolah pada 15 September.
Li mengatakan bahwa kelas putrinya terdiri dari lebih dari 40 siswa. Sebanyak 10 anak sudah tidak masuk sekolah karena demam, dan sekitar setengah dari mereka telah dikonfirmasi menderita influenza. Dalam beberapa waktu terakhir, jumlah pasien anak yang datang ke klinik penyakit infeksi maupun yang dirawat inap di Rumah Sakit Anak Hangzhou juga meningkat secara signifikan.


