EtIndonesia.com Menjelang pertemuan Trump dan Xi Jinping, latihan militer tengah berlangsung di kawasan Indo-Pasifik. Latihan gabungan “Orient Shield” yang melibatkan Amerika Serikat, Jepang, dan Australia telah berlangsung selama lebih dari satu minggu dan dijadwalkan berakhir pada 24 September.
Tahun ini, total sekitar 3.700 personel ikut ambil bagian, menjadikannya latihan dengan skala terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraannya.
Salah satu sorotan utama latihan kali ini adalah latihan penerjunan udara yang digelar di Hokkaido pada 15 September. Sebanyak 380 personel militer AS dan Pasukan Bela Diri Jepang secara bergantian melompat dari pesawat dari ketinggian, membuka parasut, mendarat dengan aman, kemudian melanjutkan misi di darat.
Tahun ini juga untuk pertama kalinya digelar latihan mobilitas melalui laut, guna memastikan bahwa dalam keadaan darurat, personel dan peralatan militer dapat dengan lancar dikirim ke Kepulauan Ryukyu dan wilayah lainnya yang berada dekat Taiwan.
Laporan NTD Asia-Pasifik


