EtIndonesia.com Pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping mengunjungi Amerika Serikat, tetapi lima jaringan televisi besar AS menolak menyiarkan secara langsung kegiatan diplomatik tersebut. Akibatnya, propaganda melalui siaran televisi yang paling diharapkan Xi tidak terwujud.
Menjelang kunjungan Xi Jinping, Presiden AS Donald Trump mengumumkan larangan bagi tiga organisasi media—CNN, MS NOW, dan Politico—untuk memasuki Gedung Putih, dengan alasan ketiganya terus memberitakan “berita palsu”.
Keputusan tersebut mendorong lima jaringan televisi besar AS mencapai kesepakatan untuk sementara menghentikan sistem giliran wartawan televisi yang bertugas meliput kegiatan presiden.
Penolakan bersama lima jaringan televisi besar terhadap siaran langsung kegiatan presiden terjadi bertepatan dengan kunjungan Xi Jinping ke AS. Karena itu, kedatangan Xi dan istrinya, Peng Liyuan, di Pangkalan Gabungan Andrews pada sore 23 September dan penyambutan oleh pasangan Trump; upacara penyambutan kunjungan kenegaraan Xi yang digelar Gedung Putih pada 24 September; serta pertemuan bilateral Trump-Xi setelahnya, tidak disiarkan secara langsung oleh satu pun dari lima jaringan televisi besar AS.
CNN melaporkan pada 25 September bahwa hal tersebut membuat para sekutu Xi Jinping merasa resah. Mereka sebelumnya berharap kunjungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menampilkan Xi secara luas melalui media televisi AS dan menggambarkannya sebagai pemimpin yang setara dengan Trump.
Meskipun media pemerintah PKT mengirim lebih dari 100 staf untuk meliput pertemuan tingkat tinggi tersebut, Wu Xinbo, penasihat Kementerian Luar Negeri PKT, mengatakan kepada CNN bahwa tidak adanya lebih banyak rekaman terkait yang ditampilkan kepada masyarakat Amerika merupakan sesuatu yang “disayangkan”.
Anggota Parlemen AS dari Kedua Partai Ajukan RUU untuk Melarang Penggunaan Transceiver Optik Buatan Tiongkok
Para senator AS dari kedua partai pada 25 September mengajukan rancangan undang-undang bipartisan yang meminta pemerintah federal melarang penggunaan transceiver optik buatan Tiongkok dalam sistem sensitif yang berkaitan dengan keamanan nasional.
RUU tersebut diajukan bersama oleh senator Partai Republik John Cornyn dan Dave McCormick, serta senator Partai Demokrat John Fetterman dan Ruben Gallego.
Berdasarkan isi RUU tersebut, pemerintah federal akan dilarang membeli transceiver optik buatan Tiongkok yang termasuk dalam daftar pembatasan untuk digunakan dalam sistem keamanan nasional.
Cakupan pembatasan mencakup perusahaan Zhongji Innolight (InnoLight), Eoptolink, anak perusahaan dan perusahaan afiliasinya, serta perusahaan lain yang pada masa mendatang dinilai oleh Departemen Perdagangan atau Departemen Pertahanan AS memiliki hubungan dengan negara-negara yang dianggap sebagai negara saingan.
Para pakar menilai bahwa transceiver optik buatan Tiongkok berkaitan dengan perangkat jaringan inti yang digunakan di pusat data kecerdasan buatan (AI) Amerika Serikat, sehingga berpotensi menimbulkan risiko terhadap rantai pasokan dan keamanan informasi. (***)


