Diduga Puing Roket Tiongkok Jatuh di Perkebunan Kelapa Sawit Kalteng, Beruntung Para Pekerja Sudah Pulang

Dalam dua hari berturut-turut, puing-puing roket terbaru yang diluncurkan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) ditemukan di Indonesia. Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Pihak berwenang Indonesia telah memulai penyelidikan.

EtIndonesia.com Pada Senin (19 Oktober) dini hari, sebuah puing roket ditemukan di dalam sebuah perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. 

Lembaran aluminium tersebut memiliki panjang sekitar 9 meter dan menunjukkan bekas terbakar. Pada malam sebelumnya, warga setempat sempat mendengar suara dentuman keras.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia memperkirakan bahwa puing tersebut kemungkinan berasal dari roket Zhuque-2 versi modifikasi, Yao-4, buatan Tiongkok.

Puing lain yang berasal dari roket yang sama ditemukan pada Selasa (20 Oktober), sekitar satu kilometer dari lokasi pertama. Saat ini, pangkalan Angkatan Udara Indonesia sedang melakukan pemeriksaan.

Para pekerja perkebunan yang menemukan puing tersebut mengungkapkan rasa pasrah mereka.

“Kami hanya bisa menyerahkan semuanya kepada nasib. Apa lagi yang bisa kami lakukan?”

“Untungnya, semua pekerja sudah pulang ke rumah.”

Roket Zhuque-2 versi modifikasi diluncurkan pada Rabu pekan lalu (14 Oktober) dengan membawa 10 satelit. Pihak terkait mengklaim bahwa peluncuran tersebut berhasil menempatkan satelit-satelit itu ke orbit yang telah ditentukan.

Menurut standar internasional, lembaga antariksa harus menghitung lintasan orbit secara cermat sebelum peluncuran, mengarahkan roket agar jatuh di wilayah yang telah ditentukan dan jarang penduduk, serta mengeluarkan peringatan navigasi terlebih dahulu.

Namun, jatuhnya puing-puing roket Tiongkok kerap terjadi tanpa peringatan sebelumnya. Berbagai insiden juga telah berulang kali terungkap, termasuk puing roket yang menghancurkan rumah warga, melukai penduduk, bahkan menyebabkan kematian.

Sutradara Tiongkok, Zhang Zanbo, pernah melakukan wawancara langsung di wilayah pedesaan dan membuat film dokumenter berjudul Tian Jiang (Jatuh dari Langit). Film tersebut mengisahkan penduduk Kabupaten Suining, Provinsi Hunan, yang wilayah desanya ditetapkan sebagai zona jatuhnya puing roket. Akibatnya, warga harus menghadapi bahaya setiap tahun.

Film itu juga mengungkap satu kasus ketika seorang gadis berusia 16 tahun kehilangan nyawanya akibat insiden tersebut, meninggalkan luka dan penderitaan mendalam bagi kedua orang tuanya.

Laporan gabungan reporter NTD, An Qi dan Zhao Jialin.

INSPIRASI ERABARU

Jangan Menunda untuk Memaafkan

Setiap hari kita menunda memberikan maaf akan memperdalam lingkaran kebencian dan luka batin yang semakin sulit untuk dilepaskanMike DonghiaAda kalanya penulis berharap suatu hubungan...

5 Rahasia Menjalani Hari Tua dengan Hati Lapang dan Bebas dari Kepahitan

Mike DonghiaMensyukuri hal-hal baik yang kita miliki merupakan salah satu cara untuk melawan pandangan hidup yang dipenuhi kepahitan.Kita semua mungkin pernah bertemu seseorang yang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine