Kerusuhan di Prancis Menyebar ke Negara Eropa Lainnya, Italia Dilanda Kekacauan, 500 Tentara Dikerahkan ke Milan untuk Menjaga Keamanan 

Kerusuhan dan kekacauan di Prancis menyebar ke berbagai negara Eropa. Italia, Belgia, Albania, Yunani, dan sejumlah negara lainnya mengalami bentrokan serta aksi protes. Jalan-jalan di Milan, Italia, dilanda kerusuhan di berbagai tempat. Pemerintah telah mengerahkan tambahan 500 personel militer untuk menjaga keamanan dan melindungi kota Milan.

EtIndonesia.com Para demonstran menendang pintu toko dan memecahkan etalase kaca. Puluhan orang menyerbu secara bersamaan, membawa botol-botol minuman keras yang mereka jarah, lalu berlari melarikan diri. Kerusuhan yang mirip dengan kejadian di Prancis ini berlangsung di Milan, Italia. Selama dua hari berturut-turut pada akhir pekan lalu, kerusuhan pecah di jalan-jalan kota tersebut.

Ratusan demonstran bertopeng merusak toko-toko, membakar tempat sampah, dan bentrok dengan polisi di sekitar Piazza del Duomo, alun-alun katedral di pusat kota Milan. Pihak berwenang menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Polisi menyatakan bahwa pada Sabtu pekan lalu, bentrokan serupa juga terjadi di sejumlah kota di Italia utara, termasuk Bologna, Brescia, Bergamo, dan Turin. Sebanyak 28 demonstran ditangkap.

Mirip dengan situasi di Prancis, aksi protes tersebut awalnya merupakan demonstrasi yang menyoroti buruknya pelayanan publik dan meningkatnya biaya hidup. Namun, aksi itu dengan cepat berubah menjadi bentrokan kekerasan. Setelah kerusuhan berlangsung selama dua hari berturut-turut di Milan, sebanyak 271 anak muda telah ditahan.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengadakan rapat pemerintah pada 19 Oktober untuk membahas masalah keamanan setelah aksi protes akhir pekan. Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini membenarkan bahwa pemerintah mengerahkan tambahan 500 personel militer untuk menjaga Milan guna menghadapi masalah keamanan yang terus memburuk.

Kerusuhan juga meluas ke Albania, negara di Eropa Tenggara. Ibu kota Tirana terus dilanda kekacauan selama sepekan terakhir. Para demonstran membakar gedung-gedung pemerintah dan bank, bahkan mencungkil batu-batu dari permukaan jalan untuk dilemparkan ke arah polisi.

Aksi protes tersebut dipicu oleh dugaan korupsi pemerintah, minimnya lapangan kerja, dan rendahnya kualitas pendidikan. Para demonstran menuntut Perdana Menteri Edi Rama mundur dari jabatannya.

Rama mengklaim bahwa ada pihak yang berusaha melancarkan serangan pesawat nirawak terhadap kantornya dan menyalahkan kekuatan asing atas insiden tersebut.

“Tidak ada anak muda, mahasiswa, atau anak di bawah umur yang akan memikirkan hal seperti ini, apalagi melaksanakan rencana semacam itu. Ini adalah ulah kekuatan dari luar negeri,” kata Perdana Menteri Albania Edi Rama (18 Oktober 2026). 

Pada 19 Oktober, Fox News mengungkap jaringan mobilisasi yang melibatkan 54 kelompok di balik kerusuhan di Prancis. Investigasi tersebut juga menemukan bahwa 28 organisasi, termasuk kelompok pemuda komunis dan sosialis, telah membentuk aliansi internasional.

Aliansi tersebut sedang memobilisasi mahasiswa dan kaum muda di 12 negara Eropa untuk mengkoordinasikan aksi mogok sekolah dan pemogokan kerja lintas negara.

Mereka mengusung slogan, “Berjuang untuk masa depan kita, bukan untuk perang mereka!” serta menyerukan demonstrasi, unjuk rasa, pemblokiran jalan, dan aksi pendudukan.

Seolah-olah telah dikoordinasikan sebelumnya, Spanyol dan Portugal juga mengalami aksi protes pada akhir pekan lalu.

Puluhan ribu warga Portugal berunjuk rasa di pusat kota Lisbon pada Sabtu pekan lalu untuk memprotes lonjakan biaya hidup dan semakin parahnya krisis perumahan. Mereka berupaya menekan pemerintah yang berhaluan kanan-tengah.

Perdana Menteri Portugal Luís Montenegro memperingatkan lawan-lawan politiknya agar tidak membawa suasana kerusuhan dan gelombang protes ke Portugal. Pernyataannya tampaknya menyindir aksi demonstrasi yang disertai kekerasan di Prancis.

Laporan gabungan Wang Guanlin dan Chen Lingzhi dari NTD Asia Pasifik.

INSPIRASI ERABARU

Jangan Menunda untuk Memaafkan

Setiap hari kita menunda memberikan maaf akan memperdalam lingkaran kebencian dan luka batin yang semakin sulit untuk dilepaskan Mike Donghia Ada kalanya penulis berharap suatu hubungan...

5 Rahasia Menjalani Hari Tua dengan Hati Lapang dan Bebas dari Kepahitan

Mike Donghia Mensyukuri hal-hal baik yang kita miliki merupakan salah satu cara untuk melawan pandangan hidup yang dipenuhi kepahitan. Kita semua mungkin pernah bertemu seseorang yang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine