EJAVEC Forum 2026: 559 Karya Ilmiah, Sinergi Riset dan Kebijakan Dorong Ekonomi Jatim

SURABAYA — Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga serta Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur menyelenggarakan The 13th East Java Economic (EJAVEC) Forum 2026. Forum ini mengusung tema “Mengakselerasi Pembangunan Wilayah untuk Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur yang Unggul, Inklusif, serta Berkelanjutan, Menuju Ketahanan dan Kemandirian Ekonomi Nasional.”

Dalam acara Conference and Winner Announcement di Surabaya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim menegaskan pentingnya mempertemukan pemahaman terhadap kondisi riil perekonomian dengan pendekatan akademis yang teruji dalam penyusunan rekomendasi kebijakan.

“Pemahaman terhadap kondisi dan permasalahan ekonomi di lapangan merupakan modal penting dalam perumusan kebijakan. Namun, pemahaman tersebut perlu dilengkapi dengan riset dan analisis ilmiah yang kuat, agar rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya relevan, tetapi juga objektif, terukur, dan dapat diimplementasikan,” ujar Ibrahim di hadapan peserta yang terdiri atas perwakilan negara asing, pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, akademisi, dan mahasiswa.

Menurut Ibrahim, besarnya potensi ekonomi Jawa Timur perlu terus dioptimalkan melalui penguatan produktivitas, daya saing, dan pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru. EJAVEC diharapkan menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan perspektif akademisi, pemerintah, dan dunia usaha untuk menghasilkan gagasan serta rekomendasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan peran strategis Jawa Timur sebagai penyumbang ekonomi terbesar kedua secara nasional. Besarnya kontribusi tersebut perlu diimbangi dengan strategi pembangunan yang memperhatikan karakteristik wilayah, potensi ekonomi daerah, serta perubahan lingkungan ekonomi global. Karena itu, dukungan riset dan kajian ekonomi menjadi semakin penting untuk memperkuat ketepatan arah kebijakan pembangunan.

Sebagai bagian dari penguatan sinergi riset dan kebijakan, Ibrahim menyerahkan Prosiding Finalis EJAVEC 2026 dan Laporan Perekonomian Provinsi Jawa Timur Triwulan II 2026 kepada Wakil Gubernur Jawa Timur. Penyerahan tersebut mencerminkan komitmen Bank Indonesia untuk terus menghadirkan hasil kajian dan analisis ekonomi sebagai masukan bagi perumusan kebijakan pembangunan daerah.

Memasuki penyelenggaraan ke-13 sejak 2014, EJAVEC menunjukkan perkembangan partisipasi yang positif. Pada 2026, karya ilmiah yang diterima mencapai 559 paper, meningkat 48,67% dibandingkan tahun sebelumnya. Partisipasi penulis datang dari dalam dan luar negeri, antara lain Inggris, Australia, dan Taiwan.

Seluruh karya ilmiah melalui proses seleksi oleh dewan juri yang melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, lembaga riset, dan Bank Indonesia. Enam subtema utama yang diangkat meliputi daya saing industri, hilirisasi, dan investasi; ketahanan pangan terintegrasi dan stabilitas harga; perdagangan, konektivitas, dan integrasi ekonomi regional; pariwisata dan sumber ekonomi baru; pengembangan UMKM, inklusi keuangan, dan inovasi pembiayaan; serta kesiapan pasar tenaga kerja dan kesejahteraan sosial.

Rangkaian EJAVEC Conference juga menghadirkan seminar ekonomi yang mempertemukan perspektif akademisi, lembaga riset, dan praktisi dunia usaha. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.SE., memaparkan perkembangan dan prospek ekonomi Jawa Timur, termasuk strategi penguatan produktivitas, daya saing, pemerataan pertumbuhan antardaerah, serta ketahanan ekonomi menghadapi dinamika global.

Ekonom Senior dan Founder CORE Indonesia Hendri Saparini menekankan pentingnya riset dalam mendukung kebijakan berbasis bukti, transformasi struktural, serta penguatan industrialisasi dan hilirisasi. Sementara itu, Founder PT Disway National Network Dahlan Iskan menyoroti pentingnya mendorong hasil riset menjadi inovasi yang memiliki nilai ekonomi, antara lain melalui pengembangan peluang pasar, penguatan daya saing dunia usaha, serta pemanfaatan digitalisasi untuk mendukung UMKM naik kelas.

Berbagai perspektif tersebut mempertegas bahwa riset berkualitas perlu dihubungkan dengan kebutuhan kebijakan dan dunia usaha, sehingga tidak berhenti sebagai karya akademis, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi.

Ke depan, Bank Indonesia Jawa Timur berkomitmen terus memperkuat EJAVEC sebagai forum kolaborasi dan pengembangan pemikiran ekonomi yang konstruktif. Hasil riset dan rekomendasi yang dihasilkan diharapkan semakin memperkaya fungsi advisory Bank Indonesia kepada pemerintah daerah, mendukung optimalisasi sumber pertumbuhan ekonomi baru, serta memperkuat kualitas pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang inklusif dan berkelanjutan.

Daftar Pemenang The 13th EJAVEC Forum 2026

Kategori General Paper Mahasiswa

– Peringkat 1: Christoper Jhonatan Reyes, Kornelius Hashiolan Pardosi, Anas Zaskia Athaya Putri (Universitas Indonesia)

– Peringkat 2: Ricky Dina Rajendra, Fadilatul Hilmiyah, Sessa Tiara Maretaniandini (Politeknik Keuangan Negara STAN)

– Peringkat 3: Frisca Kusumawati, Dinnaya Mahashofia, Lingghia Putri Atma Negara (Universitas Airlangga)

Kategori General Paper Umum

– Peringkat 1: Nisrina Citra Nurfadilah (BPS Kabupaten Pulang Pisau), Bayu Dwi Kurniawan dan Yohanes Eki Apriliawan (Direktorat Analisis Statistik dan Neraca Satelit, BPS RI)

– Peringkat 2: M Fajar Ramadhan (Universitas Indonesia)

– Peringkat 3: Andini Putri (Universitas Brawijaya), Hardi Adityasna (Program Magister Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan dan Pembangunan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Brawijaya), Annisa Dira Hariyanto (PT Sagamartha Ultima Indonesia)

INSPIRASI ERABARU

Menguak Mekanisme Otak dalam Melindungi Ingatan Tertentu

Shoba Rajamani Jika seseorang ditanya apa yang mereka makan siang dua hari lalu, kemungkinan besar mereka hanya akan menatap dengan pandangan kosong. Namun, jika orang...

Jangan Menunda untuk Memaafkan

Setiap hari kita menunda memberikan maaf akan memperdalam lingkaran kebencian dan luka batin yang semakin sulit untuk dilepaskan Mike Donghia Ada kalanya penulis berharap suatu hubungan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine