Makanan berjamur dan makanan yang tercemar logam berat dapat merusak fungsi ginjal.
Hu Naiwen
Kebanyakan orang mengetahui bahwa sering begadang, minum alkohol secara berlebihan, dan menggunakan obat-obatan secara sembarangan dapat merusak ginjal. Namun, bagaimana jika beberapa kebiasaan yang Anda anggap sama sekali tidak berbahaya—atau bahkan menyehatkan—ternyata diam-diam membahayakan ginjal setiap hari?
Sebagian kebiasaan yang merusak ginjal memang mudah dikenali. Namun, risiko lainnya bisa tersembunyi dalam makanan dan rutinitas yang kita anggap sepenuhnya normal. Beberapa kasus berikut menggambarkan betapa mudahnya risiko yang sering terabaikan menyusup ke dalam kehidupan sehari-hari.
Pilih Makanan Laut dengan Cermat
Salah seorang pasien saya sangat menyukai makanan laut dan sering mengonsumsi ikan berukuran besar, seperti ikan todak dan tuna. Saat menjalani pemeriksaan kesehatan rutin, dokter menemukan bahwa fungsi ginjalnya telah menurun, sementara kadar arsenik dalam urinenya hampir enam kali lipat dari batas acuan.
Arsenik merupakan logam berat yang sangat beracun dan dapat merusak ginjal seiring waktu, sering kali tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Ikan predator berukuran besar, termasuk ikan todak dan tuna, berada di dekat puncak rantai makanan laut sehingga dapat mengakumulasi kontaminan seperti merkuri dan logam berat lainnya.
Karena itu, mengonsumsi ikan-ikan tersebut dalam jumlah besar selama jangka waktu panjang dapat meningkatkan paparan terhadap zat-zat tersebut.
Untuk mengurangi potensi paparan logam berat, variasikan pilihan makanan laut Anda dan sertakan ikan berukuran lebih kecil, seperti ikan kembung atau ikan saury. Saat memilih suplemen minyak ikan, carilah produk yang dibuat dari ikan berukuran kecil dan telah diproses untuk menghilangkan kontaminan. Sebaiknya, pilih produk yang memiliki sertifikasi mutu atau sertifikasi pihak ketiga yang sesuai.
Simpan Makanan dalam Kondisi Kering dan Buang Makanan Berjamur
Pasien lainnya, seorang pria berusia 50-an tahun, terbiasa minum kopi hitam setiap hari. Ia baru mencari pertolongan medis setelah urinenya terlihat sangat berbusa dan pergelangan kakinya membengkak. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa perkiraan laju filtrasi glomerulus (estimated glomerular filtration rate atau eGFR) miliknya hanya 10 mL/menit/1,73 m², yang mengindikasikan penyakit ginjal kronis stadium 5 atau gagal ginjal.
Salah satu kemungkinan petunjuk penyebab gejalanya ternyata tersembunyi di dapur: sekantong biji kopi yang telah lembap dan berjamur. Biji kopi yang disimpan secara tidak tepat dapat tercemar mikotoksin, seperti okratoksin A, yang dikaitkan dengan toksisitas ginjal serta kerusakan tubulus dan struktur ginjal lainnya.
Risiko serupa juga berlaku untuk makanan lain yang rentan ditumbuhi jamur, termasuk kacang-kacangan seperti almon dan kacang tanah. Bau apek atau aroma tanah yang tidak biasa dapat menandakan kerusakan makanan atau kemungkinan kontaminasi jamur. Hindari mengonsumsi makanan semacam itu.
Praktik terbaik adalah membeli makanan secukupnya dan tidak menimbun persediaan secara berlebihan. Simpan makanan dalam wadah tertutup rapat, di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari kelembapan.
Luangkan Waktu untuk Minum Air dan ke Toilet
Seorang pekerja kantoran berusia 35 tahun yang tidak merokok maupun minum alkohol harus dirawat di rumah sakit setelah mengalami urine berdarah dan sering buang air kecil. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa perkiraan eGFR-nya hanya 62 mL/menit/1,73 m², lebih rendah daripada yang diharapkan untuk usianya dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Penyebabnya mungkin tersembunyi dalam rutinitas hariannya. Ia sering begitu sibuk bekerja sehingga hampir tidak minum air. Ia juga telah lama terbiasa menahan buang air kecil.
Asupan cairan yang tidak mencukupi dapat membuat urine menjadi lebih pekat, sedangkan kebiasaan menahan urine secara berulang dapat meningkatkan risiko gangguan saluran kemih.
Jika dilakukan bersamaan, kedua kebiasaan ini dapat menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan bakteri dan berpotensi berkontribusi terhadap pembentukan batu saluran kemih. Jika terjadi penyumbatan, aliran urine dapat terganggu. Dalam kasus yang parah, tekanan dapat meningkat di saluran kemih dan memengaruhi ginjal.
Namun, dari perspektif pengobatan tradisional Tiongkok (traditional Chinese medicine atau TCM), minum lebih banyak air tidak selalu dianggap lebih baik. Memaksakan diri minum dalam jumlah besar dapat membahayakan limpa dan lambung, menurut pandangan TCM.
Pendekatan yang disarankan adalah minum ketika merasa haus, tidak memaksakan diri minum ketika tidak haus, dan tidak pernah menahan buang air kecil.
Gunakan Suplemen Kalsium secara Bijak
Suplemen dapat tampak tidak berbahaya karena dikaitkan dengan kesehatan yang lebih baik. Namun, mengonsumsinya melebihi kebutuhan dapat menimbulkan masalah.
Salah seorang pasien dalam praktik saya mengonsumsi suplemen kalsium dalam jumlah besar dan mengeluhkan tangan gemetar serta sakit kepala.
Konsumsi suplemen kalsium secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kadar kalsium dalam darah dalam kondisi tertentu, terutama jika disertai faktor lain yang turut berkontribusi. Hiperkalsemia yang signifikan dapat memengaruhi fungsi ginjal dan memerlukan penanganan medis yang tepat.
Sebelum mengonsumsi kalsium, pertimbangkan jumlah yang sudah diperoleh dari makanan dan suplemen lainnya. Tenaga medis dapat membantu menentukan apakah suplemen memang diperlukan dan berapa dosis yang sesuai.
Teh Krisan Membantu Menghilangkan Panas
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, bunga krisan telah lama digunakan untuk “menghilangkan panas dan mendetoksifikasi tubuh”.
Penelitian modern juga telah mengidentifikasi senyawa bioaktif dalam bunga krisan, termasuk flavonoid, yang menunjukkan sifat antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, dan antivirus.
Saya pernah merekomendasikan teh krisan dalam praktik pengobatan saya, termasuk kepada pasien yang melaporkan mengonsumsi suplemen kalsium secara berlebihan. Setelah itu, gejala pasien tersebut membaik.
Bagi orang yang menyukai teh bunga dan tidak memiliki pantangan medis terkait, teh krisan dapat dibuat dengan cara sederhana.
Teh Krisan
Total waktu: 5 menit
Porsi: 2 cangkir
Teh bunga sederhana yang dibuat dengan menyeduh bunga krisan kering menggunakan air mendidih. Teh ini memiliki aroma bunga yang lembut dan rasa sedikit manis, serta dapat dinikmati dalam keadaan hangat.
Bahan-bahan:
- 10 kuntum bunga krisan kering
- 16 ons air mendidih (sekitar 473 mililiter)
Cara membuat:
- Bilas bunga krisan secara perlahan menggunakan air bersih dan dingin untuk menghilangkan debu atau kotoran.
- Masukkan bunga krisan ke dalam wadah tahan panas.
- Tuangkan air mendidih.
- Tutup wadah dan biarkan selama lima menit.
- Saring teh jika diinginkan, kemudian sajikan selagi hangat.
Catatan: Saat memilih bunga krisan, pilih bunga yang berwarna kekuningan alami. Hindari bunga yang terlalu putih karena mungkin telah melalui proses pemutihan. Hindari pula produk yang memiliki bau menyengat. Pilih bunga krisan bersertifikat organik.

Titik Akupresur PTT untuk Menutrisi Ginjal
Anda dapat menekan titik akupresur Recover Flow (Fu Liu, KI7) setiap hari untuk membantu menutrisi ginjal.
Dalam PTT, meridian diyakini sebagai jalur energi tubuh yang bertugas mengalirkan qi (energi vital) dan darah ke seluruh tubuh. Meridian menghubungkan organ-organ dalam dengan permukaan tubuh. Titik-titik tertentu di sepanjang meridian yang memiliki fungsi khusus disebut titik akupresur.
Menurut pendekatan ini, stimulasi titik-titik yang berkaitan dengan organ tertentu melalui akupunktur, pijat, dan metode lainnya dapat digunakan untuk menangani penyakit pada organ tersebut.
Titik Recover Flow terletak di sisi dalam tungkai bawah, sekitar tiga lebar jari di atas ujung mata kaki bagian dalam, di sepanjang tepi depan tendon Achilles.
Anda dapat menekan titik tersebut selama tiga hingga lima menit setiap hari. Sensasi pegal ringan sudah cukup; tidak perlu menekan terlalu kuat hingga menimbulkan rasa sakit yang tajam.
Menurut PTT, pemijatan titik ini secara teratur membantu menutrisi ginjal, melindungi fungsi ginjal, meredakan nyeri punggung bawah, dan mengurangi edema atau pembengkakan akibat penumpukan cairan.
Melindungi kesehatan ginjal dimulai dari kebiasaan praktis: memilih makanan dengan cermat, menyimpannya secara tepat, menjaga asupan cairan sesuai kebutuhan, dan menggunakan suplemen secara bijak.
Sama pentingnya, kita perlu mengenali kapan suatu gejala memerlukan perhatian medis. Pemeriksaan darah, tes urine, atau konsultasi medis yang dilakukan tepat waktu dapat mengungkap masalah yang tidak dapat diatasi hanya dengan mengubah kebiasaan sehari-hari.
Teh tradisional dan akupresur bukanlah pengganti pengobatan penyakit ginjal. Orang yang memiliki penyakit ginjal, harus membatasi asupan cairan, atau rutin menggunakan obat-obatan sebaiknya meminta saran medis yang disesuaikan dengan kondisinya sebelum menggunakan produk herbal.
Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini merupakan pendapat penulis dan tidak selalu mencerminkan pandangan The Epoch Times. Epoch Health menyambut diskusi profesional dan perdebatan yang bersahabat. Untuk mengirimkan tulisan opini, silakan ikuti pedoman dan kirimkan tulisan melalui formulir yang tersedia di situs The Epoch Times.
Hu Naiwen adalah dokter pengobatan tradisional Tiongkok di Shanghai Tong Te Tang, Taipei, dan mantan ilmuwan di Stanford Research Institute. Hu telah menangani lebih dari 140.000 pasien, mengajar di sebuah universitas di Amerika Serikat, serta menjadi pembawa acara program kesehatan populer di YouTube yang memiliki 900.000 pelanggan. Ia juga menyelenggarakan serangkaian acara kesehatan di berbagai negara.


