Atlet Membawa Wanita Cacat Naik ke Gunung Olympus Agar Bisa Membantu Mimpinya

Seorang atlet lari yang baik hati dari Yunani saat ini viral di media sosial setelah dia berhasil menggendong seorang wanita cacat ke Gunung Olympus sehingga dia dapat membantu mewujudkan impian seumur hidupnya.

Sepertinya dia adalah dewa Yunani zaman modern yang hanya melakukan bagiannya untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Menurut laporan, atlet tersebut membawa wanita cacat itu ke puncak dengan menggendong di punggungnya.

https://www.instagram.com/p/CF85okigEn8/?utm_source=ig_embed

Marios Giannakou, pelari jarak jauh, memiliki rekam jejak yang panjang dalam menghadapi segala tantangan, jadi dia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang baik.

Pelari itu telah menempuh perjalanan sejauh 168 mil melintasi Gurun Al Marmoum dan merupakan pemenang tempat pertama dalam perlombaan lintas negara sepanjang 93 mil di Antartika.

Sebelum tindakan yang menyentuh ini, dia sudah naik ke puncak Gunung Olympus 50 kali.

Giannakou bertemu dengan Eleftheria Tosiou yang berusia 22 tahun, seorang siswa biologi, dan mereka langsung menjadi teman.

Dia kemudian mengetahui bahwa dia bermimpi untuk mengalami sendiri untuk naik ke puncak gunung, tetapi itu hampir tidak mungkin dia lakukan karena kondisi fisiknya.

https://www.instagram.com/p/CGATld0gz7o/?utm_source=ig_embed

Selama wawancara dengan media setempat, Giannakou berbicara tentang tindakan baik itu dan berkata:

“Bagi saya, semua balapan internasional, medali, dan penghargaan sejauh ini, tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan tujuan itu.”

Tisiou memasang sabuk pengaman di ransel yang dimodifikasi khusus.

8 orang lainnya juga ada di sana untuk memandu 2 orang tersebut selama naik ke puncak.

Ketika tim mencapai ketinggian 2.400 meter, mereka harus berhenti agar bisa beristirahat sepanjang malam.

Setelah bermalam, mereka melanjutkan pendakian sekitar pukul 6 pagi keesokan harinya.

3 jam setelah pendakian konstan sekitar pukul 09.02 waktu setempat, mereka mencapai puncak 2.918 meter.

Tim membutuhkan waktu 10 jam untuk mencapai puncak.

Giannakou memposting berita luar biasa di Instagram dengan judul: “Tidak ada yang lebih nyata daripada mimpi.”

Tidak semua pahlawan memakai jubah, dengan membantu orang lain menggapai mimpi kecilnya itu sudah hal yang luar biasa.

Sumber: allindiaroundup

Video Rekomendasi:

https://youtu.be/4H8uGhjbzLI

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine