oleh Wang Xiang
Pada Sabtu 10 Oktober 2020 Partai Buruh Korea Utara menyelenggarakan parade militer untuk memperingati 75 tahun berdirinya partai. Pada kesempatan tersebut, rudal antarbenua ‘Hwasong-15’ kembali ditampilkan.
Pada tahun 2017, Korea Utara untuk pertama kalinya menguji peluncuran rudal antar benua, namun tidak terlihat lagi pada tahun 2018 dan 2019. Setelah pembicaraan antara Korea Utara dengan Amerika Serikat mengalami kebuntuan, Korea Utara memilih untuk menampilkan rudal itu lagi melalui parade militer pada tahun 2020.
Rudal antar benua ‘Hwasong-15’ memiliki jangkauan lebih dari 12.000 kilometer dan dapat mencakup sebagian besar dari wilayah Amerika Serikat.
Pejabat senior administrasi Amerika Serikat mengatakan bahwa Amerika Serikat merasa kecewa dengan ditampilkannya rudal balistik antarbenua oleh rezim Korea Utara dan meminta Korea Utara dan Amerika Serikat meneruskan negosiasi untuk mencapai denuklirisasi lengkap di Semenanjung Korea.
Dikatakan oleh pejabat itu bahwa sangat disesalkan, Korea Utara terus memprioritaskan pengembangan program rudal nuklir dan balistik yang telah dilarang Perserikatan bangsa Bangsa/ PBB, daripada menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi rakyat Korea Utara.
“Amerika Serikat meminta Korea Utara untuk melakukan negosiasi yang berkelanjutan dan substantif untuk mencapai denuklirisasi lengkap (Semenanjung Korea),” kata pejabat itu.
Dari rekaman video yang disiarkan oleh Televisi Sentral Korea Utara pada 10 Oktober malam dapat dilihat bahwa Kim Jong-un, sekretaris jenderal Partai Buruh Korea menghadiri parade militer dan menyampaikan pidato. Dari rekaman terlihat ‘Hwasong-15’ ikut ditampilkan dalam parade militer itu.
Kim Jong-un tidak secara langsung menyinggung soal perundingan denuklirisasi dengan Amerika Serikat.
Kim Jong-un malahan menjadikan sanksi internasional, topan dan virus komunis Tiongkok sebagai kambing hitam kegagalan Korea Utara mengembangkan ekonominya. Namun, menurutnya tidak ada warga Korea Utara yang dikonfirmasi terinfeksi virus komunis Tiongkok.
Klaim bahwa tidak ada warga Korea Utara yang dikonfirmasi terinfeksi virus komunis Tiongkok sangat diragukan oleh komunitas internasional. Meskipun tidak seorang pun yang hadir pada acara parade militer itu yang memakai masker, tetapi semua yang berpartisipasi dalam kegiatan perayaan lainnya mengenakan masker.
Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping pada Sabtu 10 Oktober, mengirimkan pesan ucapan selamat kepada Kim Jong-un. (sin)


