oleh Zhang Ruizhen dari NTDTV
Para menteri luar negeri dari negara-negara anggota G7 berkumpul di London, Inggris pada 3-4 Mei 2021. Pertemuan itu dalam rangka mempersiapkan KTT G7 pada Juni mendatang.
Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab menyambut kedatangan mereka. Acara pada Selasa 4 Mei, merupakan hari kedua pertemuan para menteri luar negeri G7, sekaligus pertemuan tatap muka pertama negara-negara anggota G7 sejak tahun 2019.
Pemerintah Inggris dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa Inggris dalam G7 mengambil tindakan untuk menghadapi ancaman yang merusak demokrasi, kebebasan dan hak asasi manusia.
Negara-negara yang disebutkan antara lain: Tiongkok, Iran dan Rusia, dan juga akan membahas kudeta di Myanmar.
Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab mengatakan penunjukan Inggris sebagai ketua bergilir negara-negara G7, adalah kesempatan untuk menyatukan masyarakat yang terbuka dan demokratis. Selain itu, menunjukkan persatuan ketika bersama-sama menghadapi meningkatnya tantangan dan ancaman.
Selain negara anggota G7 seperti Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Amerika Serikat, dan Inggris, serta perwakilan Uni Eropa, Inggris juga mengundang Australia, India, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Menteri Luar Negeri Brunei, ketua bergilir ASEAN untuk menghadiri jamuan makan malam. Inggris mengatakan, mengundang negara-negara ini untuk menunjukkan “pentingnya kawasan Indo-Pasifik bagi G7.” (hui)


