Satgas Minta Siapkan Kewaspadaan Sedini Mungkin Mencegah Peningkatan Kasus Aktif Pasca Lebaran

ETIndonesia- Satgas Penanganan COVID-19 memberi perhatian lebih pada perkembangan kasus aktif pada 1 minggu terakhir. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan agar pemerintah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan sedini mungkin.

“Namun, hal yang perlu menjadi perhatian dan perlu kita waspadai bersama adalah perkembangan pada minggu terakhir, yaitu periode 23 April sampai 1 Mei 2021. Pada periode tersebut, jumlah kesembuhan tidak lagi lebih tinggi dari jumlah kasus positif baru,” Wiku dalam keterangan pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Selasa (4/5/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

Data menunjukkan dalam periode tersebut, jumlah kesembuhan cenderung mengalami penurunan seiring dengan penambahan kasus positif baru. Hal ini menjadi penyebab angka kasus aktif Indonesia cukup stagnan dan tidak lagi mengalami penurunan yang signifikan.

“Hal ini perlu menjadi perhatian kita karena ini artinya, tren kasus aktif dapat sewaktu-waktu kembali meningkat jika kedepan tidak ada perbaikan,” lanjutnya. 

Jika melihat kembali pada awal Februari lalu, kasus aktif di Indonesia terus mengalami penurunan secara signifikan. Hal ini dapat terjadi karena kesembuhan lebih tinggi jumlahnya daripada kasus positif baru. Keadaan ini bertahan hingga tanggal 22 April 2021, dimana pada minggu tersebut terjadi penurunan kasus aktif 6.841 kasus, yang berkontribusi terhadap penurunan persentase kasus aktif nasional. 

“Ini adalah capaian yang sangat baik, dan menunjukkan perbaikan kondisi COVID-19 di Indonesia,” tukas Wiku.

Adanya capaian baik ini, seharusnya tidak membuat semua pihak terlena. Apalagi jika melihat perkembangan dalam 1 Minggu terakhir. Serta mengingat dalam waktu dekat, masyarakat Indonesia segera menyambut hari raya Idul Fitri.

Apabila penularan di tengah masyarakat kembali tinggi, membuat kasus positif semakin tinggi dan kasus aktif pun juga dapat kembali meningkat. Dan penting untuk diketahui, bahwa terjadinya penularan di tengah-tengah masyarakat membutuhkan waktu lebih cepat ketimbang menyembuhkan seorang pasien. 

Untuk itu, masyarakat dan pemerintah daerah diminta kembali meningkatkan disiplin protokol kesehatan dan menghindari bepergian untuk menekan penularan di tengah masyarakat. (Satgas COVID-19/asr)

Video Rekomendasi :

https://www.youtube.com/watch?v=XXOD6UxSeqI

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine