Zhang Qiling – NTD Asia Pasifik
Sejak 21 April 2021, India mengalami 13 hari berturut-turut, dengan lebih dari 300.000 kasus baru dalam sehari. Pada 3 mei, India menambahkan lebih dari 357.000 kasus. Penambahan itu membuat jumlah kumulatif kasus yang dikonfirmasi di India, melebihi angka 20 juta kasus.
Kasus penularan juga mengalami penambahan di Nepal. Istri dari pasien Covid-19 di Nepal, Bijaya Adhikari mengatakan, Karena sesak napas, pihak keluarga minta ambulans untuk membawa suaminya ke rumah sakit. Tapi dokter tak merawatnya. Semua orang sibuk di rumah sakit.”
Nepal, tetangga utara India, turut mengalami peningkatan kasus. Dikarenakan jumlah kasus yang baru didiagnosis dalam sehari di awal April lebih dari 100 kasus, hingga 3 Mei, jumlah kasus yang baru dikonfirmasi dalam sehari mencapai 7.388 kasus. Korban tewas juga mengalami peningkatan dari kurang 5 kasus menjadi 37 kasus.
Dr. Sher Bahadur Pun dari Rumah Sakit Penyakit Tropis dan Infeksi Sukraraj mengatakan, situasi di dekat kota perbatasan India, Nepalganj mencerminkan situasi saat ini di India. Ia menyebutnya” mini India “. Jika hal yang sama terjadi di kota berpenduduk padat, seperti Kathmandu, maka itu dapat menyebabkan situasi yang sulit.
Sedangkan di Sri Lanka, yang dipisahkan oleh laut dari India, jumlah orang yang baru didiagnosis meningkat dari lebih dari 200 kasus pada awal April, menjadi 1.923 kasus pada 3 Mei 2021.
Sebagai langkah pencegahan wabah gelombang ketiga epidemi, Australia melarang semua pelancong dari India, termasuk warga negara Australia masuk ke negara itu mulai 3 -15 Mei 2021.
Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan keputusan diambil didasarkan pada kesehatan masyarakat yang bersifat sementara.
Selain itu, Korea selatan juga mengevakuasi warganya. Penerbangan evakuasi pertama yang membawa 173 orang telah tiba di Bandara Incheon pada 4 Mei.
Selanjutnya, pada 7, 15 dan 17 Mei pemerintah Korea Selatan juga akan mengatur penerbangan khusus ke India untuk mengevakuasi warga Tionghoa perantauan. (hui)


